Produktif, Bersih dan Sehat bersama HIJUB dan Softex Daun Sirih

Dari kiri ke kanan. MC – Lulu Elhasbu – Anastasia Erika dari Brand Manager PT Softex Indonesia – dr. Bram Pradipta, SPOG

Siang yang terbilang sangat panas pada tanggal 22 April 2018 saya tetap bersemangat membelah jalanan Jakarta yang terbilang tak sepi. Hingga akhirnya sore itu sampailah saya di tempat tujuan yaitu Restoran Eastern Opulence yang berjarak hanya beberapa bangunan dari Masjid Daarut Tauhid Cipaku. Udara yang panas tiba-tiba berubah ekstrem menjadi mendung dan hujan deras.

Alhamdulillah, meskipun beberapa teman datang dalam kondisi basah kuyup, dan saya sedikit kena rintik hujan, kami tetap bersemangat mendatangi acara Blogger Meet Up bersama HIJUB dan Softex Daun Sirih sore itu..

Memasuki area Restoran Eastern Opulence yang megah dan dekorasinya yang cantik membuat saya terpaku, apalagi menyaksikan dress code yang dikenakan teman-teman yaitu hijau-putih, serasi dengan dekorasi di lantai 2 tempat acara Blogger Meet Up bersama HIJUB dan Softex Daun Sirih. Bunga mawar putih, lilin putih yang menyala, daun sirih dan aneka dedaunan lain mewarnai dekorasi di meja kami, juga hampers yang ditata di tiap meja tempat duduk kami.

Sesaat setelah adzan Ashar berkumandang dan peserta telah menjalankan kewajiban sholat fardhu Ashar, acara Bloggers MeetUp HIJUB dan Softex Daun Sirih dimulai. Narasumber pertama yakni ada influencer media sosial, Lulu Elhasbu, menceritakan tentang kesibukannya kadang membuatnya lupa untuk menjaga daerah kewanitaannya tetap bersih. Dalam kesempatan ini, Lulu bercerita tentang pengalamannya di awal masa remaja ketika mendapatkan menstruasi. Ia sempat berganti-ganti pembalut yang cocok, mulai dari bentuk hingga yang mana saja yang cocok untuk aktivitas atau waktu tertentu.

Kebiasaan Lulu juga para hijaber lain yang memang disunahkan memakai sirwal (celana panjang) di dalam gamis yang dikenakannya, sehingga terkesan menumpuk tebal, ternyata membuat daerah kewanitaan menjadi lembab dan sirkulasi udara kurang lancar. Hal ini bisa memicu jamur yang bisa berakibat kurang sehat pada organ wanita kita. Kesibukan Lulu yang luar biasa, ternyata menyisakan beberapa kebiasaan kurang baik dalam menjaga daerah kewanitaannya. Seringkali ia malas mengganti panty liner saat harus beraktivitas di luar rumah, padahal ia sudah membawa bekal untuk ganti.

Karena sadar kebiasaan-kebiasannya itu sangat kurang baik untuk kesehatan daerah kewanitaan, ia mulai khawatir dan jadi sering mencari informasi tentang keputihan dan segala kemungkinan gangguan kesehatan yang terjadi pada daerah kewanitaan tersebut. Bukannya malah menjadi tenang, Lulu dulu justru menjadi semakin khawatir secara berlebihan. Semakin digali memang sering bikin semakin khawatir.

Dari ulasan Lulu Elhasbu, kita kaum wanita diingatkan untuk mencari tahu dan mandiri untuk menjaga daerah kewanitaan agar tetap bersih dan sehat. Banyak penyakit organ intim wanita yang bisa dialami yang diakibatkan jamur atau bakteri diantaranya, keputihan,dan dapat menyebabkan infeksi penyakit sampai penyakit yang berbahaya. Semua itu berawal dari kebiasaan kurang menjaga kebersihan organ kewanitaan kita.

Di HIJUP Bloggers Meet Up dan Softex Daun Sirih “Ngobrol Sehat, Bebas Worry” juga menghadirkan dr.Bram Pradipta, SpOG, yang merupakan dokter Spesialis Obstetri Ginekologi di RSUD Koja Jakarta Utara. Paparan beliau, mencoba menghalau kegalauan para wanita seperti saya. Di sana dipaparkan apa saja yang dilarang, atau apa yang sebaiknya dilakukan kaum wanita, agar organ kewanitaannya tetap sehat.

Menurut dr.Bram Pradipta, SpOG, udara panas dan lembab, sangat berpengaruh terhadap tumbuhnya bakteri di organ kewanitaan kita, namun banyak faktor juga bisa menjadi penyebab tidak sehatnya organ kewanitaan kita, yaitu diantaranya; seks bebas, penyakit tertentu seperti HIV, diabetes mellitus, pemakaian antibiotik yang tidak rasional sehingga menimbulkan resistensi, perubahan hormonal, kebiasaan merokok, konsumsi alcohol secara berlebih, stress dan obesitas.

Berbagai penyebab di atas bisa mengakibatkan keputihan yang diikuti rasa gatal dan nyeri, bau tidak sedap, hingga nyeri berupa keluarnya darah saat bersenggama. Keputihan juga menjadi dampak atas kebiasaan kurang baik yang kita jalankan dalam menjaga rgan keanitaan. Jika tidak ditangani dengan serius, keputihan bisa mengakibatkan kenaikan volume keputihan intensitasnya menjadi sering. Keputihan yang terjadi, bentuk dan warnanya juga bisa berubah,tak jarang akhirnya menimbulkan rasa gatal dan bau.

Untuk menjaga daerah kewanitaan, dr.Bram Pradipta, SpOG memberikan saran pada kita kaum wanita untuk melakukanlah hal berikut ini:
1. keringkan Miss V setelah buang air kecil, ingat jangan terbalik saat melakukan aktivitas cebok, ceboklah dari muka ke belakang, dan bukan sebaliknya.
2. gunakan pembersih Miss V dari bahan alami
3. jangan ganti-ganti pasangan seksualitas
4. basuh Miss V sebelum dan sesudah bersenggama
5. kurangi mengonsumsi alkohol dosis tinggi
6. kurangi bahkan hilangkan kebiasaan merokok
7. Gantilah pembalut setiap 3 jam sekali

Adalah hal penting yang harus dilakukan ujar dr. Bram Pradipta SpOG. Selain itu, jangan malu dan jangan menunda untuk konsultasi ke dokter kandungan saat mengalami perubahan warna, jumlah, bau, adanya iritasi pada Miss V, pendarahan setelah berhubungan atau jika ditemukan benjolan.

Dalam acara ini hadir juga Anastasia Erika dari Brand Manager PT Softex Indonesia. Dia menjelaskan mengenai Softex Daun Sirih yang merupakan antiseptik alami daun sirih yang menghambat pertumbuhan bakteri. Softex Daun Sirih saat ini memiliki beberapa varian yaitu 23cm, 29cm, 36cm, dan pantyliner.

Sayapun telah menggunakan produk Softex ini sejak masih remaja, di saat varian Daun Sirih belum keluar. Dan kini seringkali saya menggunakan ukuran 29 cm saat menstruasi di hari-hari awal. Haid saya seringkali deras dan bikin hari-hari pertama saya sedikit lemas. Softex Daun Sirih pembalutnya bersirkulasi udara dan bisa menyerap dalam 1 detik, sehingga laju bakteri bisa dihindari. Sehingga Insha Allah kesehatan organ kewanitaan kita lebih terjaga. Kita tak perlu khawatir lagi.

Acara selanjutnya adalah kehadiran Mas Bimo Pradana yang merupakan fotografer andalan dari HIJUP . Jadi tak heran, jika foto-foto yang dihasilkan juga cakep, karena Mas Bimo mengajarkan teknik Flat Lay foto dengan totalitas, jangan setengah-setengah karena akan berefek pada hasil.


Dalam kesempatan ini, mas Bimo Pradana langsung membimbing peserta yang hadir untuk mencoba teknik Flat Lay.Beberapa hal berikut ini harus diperhatikan dalam melakukan teknik Flat Lay :
a. Tema : referensi dan warna
b. Background : upayakan simple dengan menggunakan warna solid, 1 warna atau bermotif
c. Proporsi estetika : objek ditengah, properti, keseimbangan, objek utama
d. Cahaya : jika memungkinkan, gunakan cahaya alami sinar matahari terbaik untuk membuat foto yaitu pada jam 7-9 pagi atau 3-5 sore, jangan gunakan cahaya minim.
e. Lakukan prewiew (sudah bagus atau belum)
f. Tentukan bentuk foto akan dibuat potrait atau lanscape
g. Lakukan editing dengan menggunakan aplikasi yang tepat

Terakhir semua peserta diminta membuat foto Flat Lay dengan obyek foto Hampers Softex Daun Sirih yang telah dibagikan ke meja dan kursi peserta untuk menguji keberhasilan dari pelatihan teknik Flat Lay yang diberikannya. Daaan….saya tidak menang kali ini. Hi..hi…hi…

Ada hadiah buat Anda yang telah membaca tulisan ini. Menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, bagi Anda yang sedang berburu hijab maupun baju muslim bisa mendapat harga khusus jika belanja di HIJUP.com. Vouchernya bisa Anda gunakan untuk mendapatkan potongan harga dengan berbelanja minimal IDR 250.000 untuk produk non diskon/promo dan non produk premium, sampai dengan 31 Juli 2018. Voucher-nya bisa langsung disalin yaitu HIJUPSFTXJAKARTA kode dimasukan setelah check out! Selamat berbelanja…!

Asyiknya Belajar Memasak dan Membuat Foto Cantik Bareng Kartini Digital

Seperti kita tahu, Kartini adalah simbol kebangkitan dari kaum wanita, dari jaman kegelapan ilmu pengetahuan ke jaman bangkitnya ilmu pengetahuan untuk kaum wanita. Sehingga tak salah jika event ulang tahun sang pahlawan wanita asal Jepara – Jawa Tengah ini sebagai masa memotivasi para kaum hawa untuk meningkatkan aktualisasi dirinya tanpa melupakan kodratnya ssebagai ratu rumah tangga.

Banyak event yang diadakan beberapa lembaga untuk mengasah ketrampilan kewanitaan seperti menjahit, menyulam, membuat aneka kerajinan tangan (craft), memasak, make-up dll. Salah satunya sebagai upaya untuk menambah income keluarga. Untuk bisa survive bisnis di era digital ini, maka wanita dituntut pula mampu memainkan media sosial salah satunya bisa membuat konten foto yang ciamik, tanpa itu rasanya bagai makan sayur tanpa garam.

Memasak sebenarnya tak melulu tugas wanita, tapi ketika wanita tak mau memasak (ini bukan tak mampu ya…), maka ke-feminiman ataupun kesadaran akan kodratnya perlu dipertanyakan (please… jangan ada yang baper, ini sedang menasehati diri saya yang kadang malas memasak). Ribetnya persiapan memasak, juga kegiatan setelahnya yaitu beres-beres kadang bikin bete.  Nah, The Hive Cook & Snap Class kali ini adalah sebuah motivasi baru, bahwa masakan simple bisa disiapakan dengan gampang, anti ribet dan ternyata lezat.

Di era digital ini, sebenarnya bisa dibilang susah-susah agak gampang. Loh? Bagaimana tidak, saat ini mudah banget jika kita ingin belajar masak. Tinggal menelusuri tulisan lewat dunia maya lewat mesin pencari, ataupun cukup tekan searching video demo masak di youtube yang jumlahnya bejibun. Nah…ternyata dunia maya masih penuh keterbatasan, sehingga jika ada acara Kartini’s Day dengan tema : The Hive Cook & Snap Class yang diadakan oleh Tabloid Wanita Indonesia bersama Best Western Premier The Hive, pada hari Sabtu, 21 April 2018 kemarin, ternyata masih cukup mengundang antusiasme bagi para ibu penghobi masak termasuk saya tentunya.

Target market Tabloid Wanita Indonesia yang memang untuk wanita, menjadikan berbagai acara untuk komunitas pecinta tabloid ini sering juga diadakan. Acara Kartini’s Day yang diadakan oleh Tabloid Wanita Indonesia bersama Best Western Premier The Hive tahun ini ternyata merupakan kerjasama di tahun ke-3.

Acara dimulai dengan sambutan mas Reylando Eka Putra sebagai Senior Promotion Tabloid Wanita Indonesia yang senang dengan antusias peserta yang datang untuk mengikuti cooking class dan belajar bagaimana memotret makanan dari fotografer senior Tabloid Wanita Indonesia mas Zulham.

Mengeker, Memotret Makanan Lewat Ponsel

Mas Zulham langsung memulai sesi berbagi tentang cara mememotret makanan menggunakan ponsel cerdas untuk diunggah di media sosial. Kamera DSLR yang sebenarnya pegangan Mas Zulham untuk membuat foto yang dimuat di tabloid, namun di kesempatan berbagi kali ini, beliau dengan lihai berbagi tips bagaimana memotret makanan lewat ponsel cerdas.

Ada lima tips mengeker dan memotret makanan lewat ponsel cerdas menurut Mas Zulham agar terlihat keren di media sosial :

  1.  komposisi : tujuannya agar objek yang difoto jadi lebih cantik. lebih enak dilihat. atur penempatan objek. bisa dengan gaya diagonal, simetris, atau menggunakan konsep third of rule.
  2.  pemilihan angle : bisa memotret dari atas untuk menampilkan makanan secara keseluruhan atau dari bawah dan samping untuk lebih dramatis
  3. pencahayaan alami : sebaiknya menggunakan cahaya matahari di pagi jam 9-10 atau jam 15.-16 jika memotret di malam hari bisa menggunakan lampu belajar dan alas kue untuk reflektor agar tidak berbayang di atas makanan
  4. latar belakang : jika ingin menampilkan kesan elegan bisa menggunakan latar belakang putih, sedangkan latar belakang warna-warni akan menampilkan kesan ceria.
  5. perbanyak warna dalam objek foto
  6. mengedit foto :

Setelah presentasi mas Zulham selesai, dibuka tanya jawab tentang memotret makanan lewat ponsel. Selanjutnya ada kompetisi yang diikuti 3 peserta termasuk saya, untuk membuat foto makanan dari salah satu snack peserta yang disediakan pihak Hotel yaitu berupa cake keju. Namun hasil foto yang saya buat masih banyak kekurangan, termasuk kurang mengekspresikan kenikmatan kue karena bagian atas  tekstur kue kurang terlihat.

Cooking Class

Selanjutnya, giliran Chef Mulyadi Makmur, chef dari Hotel Best Western Premier The Hive berbagi ilmu. Ada 4 makanan yang akan dibuat hari itu di acara Cooking Class: Tomato Cream Soup, Seared Salmon with Cream Sauce, Chicken Roasty with Baked Potato, dan Special Fried Ice Cream. Selama proses memasak, beberapa dari undangan diminta untuk ikut berpartisipasi secara bergantian menjadi asisten sang Chef.

Sambil menyimak, karena jam makan siang sudah tiba, wanginya makanan memenuhi ruangan Cerana Meeting Room lantai 3 Hotel Best Western Premier The Hive yang dijadikan tempat acara, membuat saya makin lapar. Sebelum makan siang, setelah sesi demo memasak selesai, kami pun berlomba-lomba untuk memotret makanan ini untuk diunggah ke Instagram, twitter dan media sosial lainnya dalam rangka memenangkan hadiah dari sponsor di acara hari itu.

Peragaan Busana Wanita di Era Digital

Setelah makan siang,sebelum acara berakhir, sebelum door prize diberikan, para wanita undangan diminta memperagakan busana bak seorang peragawati terkenal. Kurang seru merayakan Kartini’s Day tanpa adanya fashion show. Apalagi kami, para undangan sudah diminta menggunakan kebaya atau batik sebagai dress code acara hari itu.

Terimakasih untuk Hotel Best Western Premier The Hive,Tabloid Wanita Indonesia untuk kesempatan mengikuti  The Hive Cook and Snap kali ini, tak lupa terima kasih untuk merchandize dari Traveloka & TOZA Juice. Moga lain kali saya bisa berkesempatan bergabung kembali.

Sebelum berpisah, kami berfoto bersama.

Best Western Premier The Hive

Secara lokasi, Best Western Premier The Hive ini sangat strategis. Berlokasi di Cawang – Jakarta Timur, kita hanya butuh waktu sekitar 10 menit jika berkendara menuju bandara Halim Perdana Kusuma. Untuk tamu-tamu yang dari Bogor, Bandung atau juga pulau Jawa yang melintasi jalan darat, Best Western Premier The Hive ini sangat mudah diakses. Karena lokasinya hanya beberapa menit dari gerbang tol. Lokasi tepatnya ada di depan halte busway Cawang Sutoyo. Jika ingin menjangkau beberapa lokasi wisata di Jakarta, juga gampang dijangkau

Seperti diungkapkan  di awal acara oleh Rifka Giovani, Director of Sales Marketing Best Western Premier The Hive, sudah memperkenalkan hotel bintang lima ini.

The Hive memiliki makna sarang lebah. Tujuannya agar hotel Best Western Premiere The Hive ini bisa memberikan manfaat bagi para tamu yang datang dan menginap, sebagaimana banyaknya manfaat dari sarang lebah. (by. Rifka Giovani, Directior of Sales Marketing Best Western Premiere The Hive )

Ada 191 kamar yang ditawarkan di Hotel Best Western Premier The Hive. Kenyamanan dan keamanan bagi para tamu-tamunya insha Allah dijamin dengan baik. Sangat cocok untuk menginap jika ada urusan bisnis di seputar Jabodetabek, ataupun untuk bersantai liburan.Tersedia juga kolam renang, sehingga cocok untuk menginap bersama keluarga.

Beberapa type kamar di Hotel Best Western Premier The Hive bisa kita pilih seperti: Superior Twin, Deluxe Twin, Deluxe Double, Super Deluxe, Corner Suite, Junior Suite, Premier Suite

Jika Anda berminat untuk menginap di Best Western Premier The Hive, silakan langsung menghubungi ataupun kepoin alamat dan  beberapa link sosial media berikut ini :

Hotel Best Western Premier The Hive
Alamat : Jl. DI Panjaitan Kav 3-4 Jakarta Timur, Jakarta 13340
Reservasi : (021) 29821888
Website : www.bwpremierthehive.com
Facebook : BWPREMIERTheHive
Instagram : @bwpthehive
Twitter : @bwpremierthehive
Blog: infothehive.blogspot.com

 

Peta Okupasi Meningkatkan Efektivitas dan Efisiensi Perencanaan Nasional Pengembangan SDM Bidang Kominfo

Dalam rangka meningkatkan daya saing dan produktivitas SDM tenaga kerja Indonesia pada era persaingan regional ASEAN dan global saat ini, upaya peningkatan kompetensi dan penyetaraan kualifikasi tenaga kerja Indonesia dengan tenaga kerja asing perlu terus dikembangkan. Salah satu upaya tersebut adalah pengembangan sistem sertifikasi nasional yang menuntut keterlibatan seluruh sektor, tidak saja pemerintah tetapi juga industri dan masyarakat sipil, termasuk lembaga-lembaga pendidikan dan pelatihan.

Namun, penyusunan standar kompetensi, kualifikasi dan level kompetensi dalam pengembangan sistem sertifikasi SDM nasional sampai saat ini masih terkesan kurang terencana secara sistematis, karena belum adanya peta okupasi/profesi berskala nasional yang mencakup seluruh bidang keahlian dan keterampilan yang dibutuhkan dunia industri. Demikian dijelaskan Kepala Badan Litbang SDM, Basuki Yusuf Iskandar, dalam Sambutan Pembukaan Acara Launching Peta Okupasi Nasional Bidang Kominfo, yang dilaksanakan di Kementerian Kominfo, Rabu, 25 April 2018.

Peta tersebut diperlukan disamping untuk memetakan jenis-jenis jabatan/okupasi/profesi bidang-bidang industri, juga diperlukan bagi lembaga-lembaga pendidikan dan pelatihan, sebagai acuan penyusunan modul dan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan kompetensi dunia kerja.
Dengan latar belakang pemikiran tersebut, Badan Litbang SDM, Kementerian Kominfo bekerjasama dengan asosiasi industri dan asosiasi profesi sejak Juli 2017 telah melaksanakan kegiatan Penyusunan Peta Okupasi Nasional Bidang Kominfo.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam empat kali workshop dengan melibatkan wakil-wakil dari Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) Pusat, Asosiasi Perposan Indonesia (Asperindo), Perimpunan Hubungan Masyarakat (Perhumas), Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI, dan Persatuan Karyawan Film dan Televisi Indonesia (KFT), Asosiasi Industri Animasi dan Kreatif Indonesia (AINAKI), Asosiasi Desain Grafis Indonesia (ADGI), Asosiasi profesional desain komunikasi visual Indonesia (AIDIA). Perkumpulan Penulis Profesional Indonesia (Penpro), Ikatan Penerbit Indonesia dan Asosiasi Profesi Fotografi Indonesia.

Sementara para pemangku kepentingan yang terlibat dalam penyusunan Peta Okupasi nasional Bidang Telekomunikasi diantaranya adalah Badan litbang SDM Kemkominfo bersama Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Bappenas, Kementerian Ketenagakerjaan dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin). Pihak lain yang terlibat diantaranya adalah Adhitech Matra satelit, Aditect Matra, Akademi Telkom Jakarta, Alita, Apjastel, Asosiasi Satelit Indonesia (ASSI), Aspekti, Bappenas, Belsystem Indonesia, CKP CBT Centre, Ericson Indonesia, Ericsson, EZ Consulting, Fiberstar, Floatway Systems, Indosat, IT Telkom Purwokerto, Kemnaker, KemKominfo, LIPI, LSP Telekomunikasi, LSP Telekomunikasi Digital Indonesia (TDI), Mastel, Media Citra Indosiar (MCI), Mega akses persada (Fiberstar), Metrasat, Moratelindo, Nexwave, Nokia APAC, Politeknik Negeri Jakarta, PPTSI, Smartfren Telecom, SMKN 4 Tasikmalaya, STEI ITB, Telkom, Telkom University, Telkomsel, TME, Unisat, Univ. Hamka, Univ. Darma Persada, Univ. Indonesia, Univ. Multimedia Nusantara, XL Axiata.

Dari keempat workshop tersebut akhirnya tersusun Peta Okupasi Nasional Bidang Telekomunikasi dengan gambaran sebagai beriku mencakup 4 (empat) area fungsi kunci, yaitu: Akses, Transport, Core, dan Satelite. Empat area fungsi kunci itu terdiri dari :

  1.  akses, yang dibagi menjadi dua area fungsi mayor yaitu Akses Wireless, dan Akses Wireline/fiber optic;
  2. Transport yang dibagi menjadi dua area fungsi mayor yaitu Transport Wireless dan Transport Wireline/fiber optic;
  3. Core, yang dibagi mejadi tiga area fungsi mayor yaitu circuit switch, packet switch, IP Multimedia Subsystem (IMS) dan VAS (Value Added Service) serta
  4. Satellite, dibagi menjadi 2 (dua) area fungsi mayor yaitu: Ground Segment Satellite dan Space Segment Satellite.

Total okupasi di bidang Telekomunikasi sebanyak 492 okupasi dan seluruhnya sudah memiliki deskripsi okupasi. Dari total 492 okupasi tersebut, 120 okupasi sudah memiliki SKKNI; 153 okupasi sudah sebagian memiliki SKKNi; dan 219 okupasi belum memiliki SKKNI.

Dan untuk Peta Okupasi Nasional Bidang Komunikasi dengan gambaran sebagai berikut, mencakup 10 (sepuluh) area fungsi, yaitu: Animasi; Desai Komunikasi Visual (DKV); Fotografi; Kehumasan; Multimedia; Penerbitan; Penyiaran radio; Penyiaran TV; Periklanan; dan Perposan. Total okupasi di bidang komunikasi sebanyak 361 okupasi.

Sebanyak 47 okupasi sudah mempunyai form deskripsi dan standar kompetensi. Terdapat 200 okupasi yang sudah mempunyai form deskripsi namun tidak semua tugas mempunyai standar kompetensi. Sebanyak 61 okupasi yang sudah mempunyai form deskripsi namun belum mempunyai standar kompetensi. Sebanyak 53 okupasi yang belum mempunyai form deskripsi

Sebagai acuan perencanaan nasional pengembangan SDM tenaga kerja industri bidang Kominfo, Peta Okupasi yang diluncurkan tahun 2018, tersebut perlu ditindaklanjuti dengan partisipasi dan kerjasama semua pemangku kepentingan. Namun, apabila dipandang perlu untuk dilakukan penyempurnaan, partisipasi dan kerjasama stakeholders, khususnya dari kalangan industri, sangat diharapkan.

Hati-hati Film 5 PM Bisa Membuatmu Terpaut Pada Masjid!

Lima Penjuru Masjid, 5 Penjuru Masjid, 5 PM atau The 5 Corners Of The Mosques merupakan film religi Indonesia terbaru 2018. Film ini disutradarai oleh Humar Hadi dan skenario ditulis oleh Umank Ady. Film 5PM ini ceritanya terinspirasi dari para pemuda yang hijrah ke masjid untuk terpaut pada sang pencipta.

Dibintangi oleh Zikri Daulay, M Taufik Akbar, Faisal Azhar Harahap, Alfie Affandi, Zaky Ahmad Rivai dan Aditya Surya Pratama serta diproduseri Bedasinema Pictures, film Lima Penujuru Masjid akan rilis dan tayang perdana pada 17 Mei 2018 dengan durasi 98 Menit.

Original Soundtrack film 5PM Penjuru Masjid merupakan album yang telah diproduksi oleh Bedasinema Record. Dalam sebuah album tersebut berisi empat buah lagu. Lagu yang ada dalam soundtrack film Lima Penjuru Masjid yaitu: Aditya Surya Pratama Judul Penjuru Masjid, Teddy Snada Judul Larilah pada Allah, Syakir Daulay Judul Baiturrahman dan Cast 5 PM Judul Ayo ke Masjid.

Sinopsis :
Ada keanehan dan tampak berbeda yang dirasakan Gani (Faisal Azhar Harahap). Ia selalu menunggu di masjid dan terkejut ketika ada beberapa tamu yang tak biasa. Biasanya masjid Alkautsar yang sepi serta jarang ada kerumunan anak muda kini telah berubah. Secara tidak diduga sera disengaja masjid tersebut kedatangan Abian (Zikri Daulay) seorang musisi yang lagi sepi orderan manggung, Budi (Aditya Surya Pratama) pemuda yang gagal berangkat ke Inggris, Usman (Zaky Ahmad Rivai) seorang buruh pabrik resleting yang baru saja kena PHK dan Lukman (Ahmad Syarief) pengusaha laundry kiloan.

Disisi lain ada juga Bewok (M Taufik Akbar), seorang maling kotak amal yang sudah berhasil diselamatkan oleh lima sahabat dari murkanya amukan warga. Ia harus tinggal serta menetap di Masjid selama 40 hari secara berturut-turut dan harus menggantikan posisi pengurus masjid yang masih sakit. Di masjid Bewok merasa penasaran dengan banyak hal yang telah dilakukan Budi, Lukman, Abian, Gani dan Usman. Di tengah itu, ada sosok orang yang muncul serta membuat keberadaan lima sahabat dan Bewok selalu dipertanyakan.

Di dalam film Lima Penjuru Masjid juga di certiakan Arde (Alfie Affandi), seorang pembuat gaduh dan sangat membenci sekali masjid. Selain itu juga ada Mey (Ressa Rere) seorang gadis yang merupakan sumber pertengkaran antara Bewok dan Gani. Apakah kecintaaan dan kesayangan mereka terhadap masjid tersebu masih tetap sama? Serta bagaimana mereka semua melaluinya?

Film religi garapan Bedasinema ini akan mulai rilis di bioskop pada tanggal 17 Mei 2018. Berdurasi 98 menit, dengan Bahasa Indonesia. Semoga kesuksesan ikut membersamai film ini, sebagaimana film Tausiah Cinta garapan Bedasinema sebelumnya yang bertahan hingga 1 tahun di roadshownya sepanjang tahun 2016.

Danone AQUA Hadapi Tantangan Pelestarian Air dengan Berbagai Konservasi Alam

Tak banyak yang tahu, bahwa jumlah atau kuantitas air yang ada di dunia sebenarnya tetap, yang berbeda adalah property pembentuknya, tempat dan kandungannya. Seperti kita tahu di suatu tempat bahkan dulunya dengan mudah air bisa didapatkan, namun kini bisa jadi di tempat tersebut terjadi krisis air. Hal ini misalnya terjadi di Afrika Selatan, di sana air sangat sulit di dapatkan. Tak sekedar masalah sanitasi, tapi juga untuk kebutuhan minum sehari-hari. Kasus krisis air ini bahkan membuat warga Afrika Selatan akan dievakuasi.

Jika manusia bisa kuat hidup dengan sebulan tidak makan, maka mereka hanya kuat seminggu tidak minum. Betapa air memiliki peran luar biasa untuk keberlangsungan hidup kita kan? Air mineral untuk minum pun masih begitu mudah dan murah untuk kita dapatkan. Di Australia, 1 liter air minum kemasan harus kita tebus dengan nilai 3-4 dollar, senilai 30-40 ribu rupiah. Betapa kita perlu bersyukur dengan kondisi kita di Indonesia.

Permasalahan air semakin memprihatinkan dan sudah menjadi permasalahan dunia. Selama ini kita di Indonesia mungkin belum atau bahkan tidak merasakan masalah ini demikian parah. Mungkin saat kemarau baru sawah ladang kita yang kekeringan, kita masih bisa minum bahkan menggunakan air untuk MCK. Nah bagaimana jika kondisinya sumur atau sumber air yang umurnya telah puluhan tahun tiba-tiba kering? Apa yang salah? Bisakah diperbaiki?

Beberapa waktu lalu, beberapa titik di daerah Sukabumi-Jawa Barat, tempat 3 pabrik Danone-AQUA didirikan sempat mengalami krisis air. Suatu hal yang terdengar agak aneh, karena di sana terkenal banyak sumber air. Bahkan beberapa merk AMDK selain AQUA juga mendirikan pabrik di sana. Bagaimana bisa? Bukankah masih banyak pepohonan tumbuh, dan bisa menyimpan air. Itu yang ada di benak saya.

Selama ini mindset yang ada di masyarakat yaitu air adalah anugerah dari Allah swt, yang melimpah dan sangat tidak mungkin habis, sehingga mereka merasa tidak perlu melestarikan air. Selama ini ilmu pengairan dianggap ilmu yang gampang, sehinggatiap orang merasa tahu dan tak perlu dipelajari dengan ahlinya.

Setelah beberapa kasus timbul, termasuk sebuah sumber air di daerah Pandaan Sidoarjo yang juga mengering 2 tahun ini, sepertinya konservasi alam untuk pelestarian air perlu dikaji bersama masyarakat. Dengan duduk bersama, diharapkan masyarakat bisa ikut berpartisipasi bersama-sama melestarikan air.

Sesungguhnya kerusakan lingkungan dan perubahan iklim berdampak pada penurunan kualitas air di seluruh dunia. Menghadapi tantangan dalam pelestarian air yang semakin berat pada abad 21 membuat Danone-AQUA fokus pada Solusi Berbasis Alam (SBA) sesuai dengan tema Hari Air 2018 yaitu “Alam untuk Air” atau “Nature for Water”. Sesungguhnya jawaban permasalahan alam ada di alam itu sendiri.

Hari Air Sedunia yang diperingati setiap tanggal 22 Maret , pertama ditetapkan sejak tahun 1992, merupakan sebuah kampanye untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya pelestarian air. Tahun ini dalam merayakan Hari Air 2018, Danone- AQUA mengajak kami para blogger dan wartawan dalam acara #BincangAir agar bisa bersama-sama belajar bagaimana alam memberikan solusi terhadap pelestarian air.

Bapak Arif Mujahidin, selaku Corporate Communicatin Director Danone Indnesia saat memberikan sambutan “Bagi kami, air memiliki peranan penting untuk kehidupan makhluk hidup dan karenanya Danone –AQUA selalu berupaa untuk turut menjaga kelestarian air dan lingkungan. Salah satunya dengan menggunakan cara alamiah dengan memanfaatkan potensi alam untuk menyelesaikan tantangan terkait air.”

Salah satu upaya yang dilakukan oleh Danone-AQUA melalui konservasi air dengan memanfaatkan solusi ilmiah yang digabung dengan pembangunan infrastruktur dengan tujuan konservasi (grey infrastruktur) seperti yang sudah dilakukan Danone-AQUA di daerah Mekarsari, Sukabumi. Hal ini dilakukan oleh Danone-AQUA bekerja sama dengan LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) IPB Bogor dalam mengembangkan permdelan Sil Water Analysis Tools (SWAT) di Hulu Sub DAS Cicatih, Mekarsari, Sukabumi.

Menurut Pak Karyanto Wibowo selaku Suistanable Development Director Danone Indonesia, “SWAT atau yang dikenal piranti analisis air dan tanah ini memiliki beberapa manfaat diantaranya membangun strategi perencanaan konservasi yang efektif. Dengan SWAt, kami dapat melakukan penanaman pohon dan knservasi yang efektif.

Dengan SWAT, kami dapat melakukan penanaman pohon dan konservasi sipil teknis yang tepat dan sesuai dngan lahan yang ada. Selain itu dengan adanya piranti ini, kami juga dapat menghitung dampak dari upaa pengelolaan lahan. Seperti menghitung tingkat resapan air ke dalam tanah, pengendapan tanah hingga penggunaan kimia dari praktek pertanian. Lebih jauh, SWAT juga bermanfaat untuk memprediksi resiko timbulnya bencana alam.”

Dengan menggunakan rekomendasi pada hasil SWAT Danone-AQUA menjalankan program konservasi air di wilayah Mekarsari dan Babakan Pari, Sukabumi, diantaranya:
1. Pembuatan lubang biopori di rumah karyawan Danone Aqua, perumahan warga dan lahan hutan di sekitar pabrik Danone- AQUA
2. Penanaman 580.000 pohon di delapan desa, yaitu di Desa Pasawahan, Tenjolaya, Cisaat, Kutajaya, Jayabakti, Tangkil, Girijaya dan Cidahu.
3. Pembuatan kolam resapan air (water pond) yaitu upaya limpahan air ke kolam dimasukkan ke dalam tanah lewat lubang resapan yang ada di sekitar kolam.
4. Pembangunan Pemanen Air Hujan (PAH) yaitu memanfaatkan air hujan untuk memenuhi kebutuhan air bagi mushola, masjid, madrasah, sekolah dan rumah warga yang tersebar di Desa Pasawahan, Tenjolaya dan Cisaat.
5. Pembuatan DAM Resapan Air yang berfungsi untuk menahan air agar air masuk ke dalam tanah.
6. Pembuatan 40 sumur resapan dengan kapasitas resapan sebesar 2.200 meter kubik untuk setiap sumur resaspan yang tersebebar di tiga Desa yaitu Pasawahan, Tenjolaya dan Cisaat. Sumur respapan berfungsi sebagai mengimbuh sumur masyarakat dan mengurangi genangan atau banjir serta membantu menyuburkan tanah.

Sejak program konservasi dijalankan oleh Danone-AQUA sudah 695 warga mendapat manfaat langsung. Berbagai inovasi konservasi berbasis alam ini juga telah terbukti membawa perubahan positif pada ketersediaan air di lingkungan masyarakat sekitar pabrik AQUA.“Komitmen kami program konservasi akan terus ditingkatkan dengan harapan bermanfaat untuk pelestarian air dan lingkungan serta berguna bagi masyarakat,” tutup Pak Karyano.

Hey Guys… Jadilah Blogger Anti Mager

Awalnya blog saya anggap media biasa saja. Tempat curhat dan posting remeh temeh. Ternyata luar biasa, di masa ini blog adalah media yang luar biasa pengaruhnya di luar sana. Blog bisa jadi media promosi bahkan narsis. he he he…

Bertempat di Proxis Media Consulting, Mas Jun Joe Winanto sang blogger profesional rekanan saya berbagi tentang Tips dan Trik Menjadi Blogger Anti Mager.

Ngeblog Galau Bareng Kang Arul

Siapa tak kenal Kang Arul alias Dosen Galau? Sang Professor ilmu komunikasi yang cukup populer di kalangan pegiat media sosial ini, dan merupakan trainer beberapa departemen tentang menaklukkan dunia maya yang bernama asli Rully Nasrullah ini memang terkenal dengan branding kegalauan. Berawal dari rasa galau membuat beliau sangat senang meneliti perilaku para pengguna medsos dan menaklukkan kancah dunia maya dengan mendirikan beberapa komunitas blogger.

Indonesia Muslim Blogger atau IMB, Blogger Reporter Indonesia, dan Kelas Blogger adalah diantara komunitas yang beliau kelola, sehingga tak salah jika Ahad, 11 Maret 2017 beliau diminta berbagi di kelas peminatan blog di FLP Jakarta. Kang Arul dan istrinya mba Novia Syahidah pendiri Blogger Muslimah adalah anggota FLP Jakarta yang aktif berbagi ilmu selama ini di komunitas FLP Jakarta.

Bertempat di kantor Proxis Media Consulting, pelatihan yang diikuti sekitar 30 peserta ini sangat ramai dan penuh antusiasme dari peserta. Setelah bulan lalu tema belajar kelas peminatan blog di FLP Jakarta mengambil tema Blogger Anti Mager yang disampaikan oleh Mas Jun Joe Winanto, seorang blogger professional yang sering memenangkan kompetisi perlombaan blog, materi Kang Arul tentang ngeblog galau tambah membuat para peserta panas dan sedikit pening. hehehe…

Berbagai cara membuat tulisan blog yang cetar dan bisa bermanfaat dengan cara mendatangkan pengunjung yang banyak sempat diulas oleh kang Arul. jadi sebagai blogger setelah kewajiban kita menulis kebaikan selesai, kewajiban kita adalah bagaimana caranya agar tulisan juga tersebar,sehingga kemanfaatan untuk semesta bisa lebih kita rasakan. Syukur jika bisa mendatangkan rezeki lain berupa uang dari monetize tulisan di blog itu.

 

Belajar SEO di Workshop Blogger Perempuan 2018

Kesempatan belajar SEO di Workshop Blogger Perempuan kali ini tak saya sia-siakan setelah sebelumnya acaranya bentrok dengan acara keluarga. Nunik Utami, salah satu rekan penulis saya, berbagi mengenai cara menaklukkan SEO untuk kali ini. Produktivitas Nunik dalam menulis memang tidak terbantahkan, setelah 58 buku berhasil dia telorkan, ratusan cerpen dan ribuan artikel telah menemani kariernya di sepanjang dunia kepenulisan.

Bertempat di Ev Hive Plaza Kuningan, workshop Blogger Perempuan yang berlangsung meriah diikuti sekitar 30 orang blogger anggota Komunitas Blogger Perempuan. workshop ini adalah upaya Blogger Perempuan untuk meningkatkan kualitas konten dan trafik dari anggotanya.

Setelah workshop, kami disuguhi hidangan lezat dari Sate Abang Pancoran yang merupakan salah satu sponsor acara ini..

Apa Enaknya Ngantor di Ev Hive Coworking Space ?

Ev Hive Coworking Space adalah salah satu ruang bersama yang lumayan tenar akhir-akhir ini. Harganya yang lumayan miring, fasilitas yang ada dan kemudahan lokasi untuk dijangkau dengan angkutan umum, membuat Ev Hive Coworking Space menjadi pilihan beberapa pekerja lepas macam saya.

Sebagai mantan orang kantoran, saya dulu merindukan kebebasan di  tempat kerja. Tanpa harus berseragam, pergi terburu-buru sesuai jam masuk  kerja dan bisa memulai ataupun menghentikan pekerjaan saya sesuka hati.

Setelah beberapa tahun ngantor, kebahagiaan saya begitu membuncah begitu saya bisa menjadi pekerja lepas. Bisa bekerja dari rumah, dengan suka-suka waktu saya mengerjakan pekerjaan, meskipun berdeadline juga.

Saya bisa bebas beristirahat dan  busana saya juga santai tanpa bingung bergulat dengan kemacetan dan segala hingar binger konflik di kantor.

Ternyata saya menemukan titik jenuh tersendiri ketika telah melakukan pekerjaan lepas ini, pekerjaan domestik di rumah, kadang membuat konsentrasi saya pecah. Akhirnya sesekali saya perlu suasana kantor tanpa lambaian pekerjaan domestic seperti menyetrika, mencuci, memasak dan lain-lain.

Emang mau kerja tetap ngantor lagi kah? Hiks, sementara belum pengen lagi sih. Saya hanya ingin sesekali punya suasana kerja yang jauh dari hiruk pikuk pekerjaan domestik rumah tangga. Tentunya ingin suasananya sejuk, rapi dan indah.

Pengen tahu lebih lanjut, silakan berkunjung ke  sini

Bioteknologi, Inovasi Atasi Ketergantungan Impor Bahan Obat Indonesia

Pembicara Diskusi Tentang Bioteknologi

Selama ini, Indonesia lumayan tergantung dengan bahan baku obat dari luar negeri. Impor bahan baku obat tak bisa dihindari untuk memenuhi pemenuhan kebutuhan kesehatan di Indonesia dan sekitar lewat beberapa industri farmasi di Indnesia. Salah satu upaya melepaskan ketergantungan impor bisa dilakukan dengan mendorong pertumbuhan industri bahan baku biologi nasional. Obat biologi merupakan bahan baku obat-obatan yang berasal dari pengembangan kultur sel atau molekul biologi melalui proses purifikasi menggunakan rekayasa bioteknologi.

Pemerintah melalui kementerian Kesehatan telah meluncurkan peta jalan (roadmap) percepatan pengembangan industri farmasi dan alat kesehatan. Roadmap ini diharapkan menjadi panduan untuk mengurangi ketergantungan impor bahan baku obat-obatan, serta memenuhi kebutahan obat masyarakat.

Pengembangan bioteknologi ini merupakan upaya penyediaan bahan baku obat yang lebih murah di dalam negeri. Selain dapat mengurangi ketergantungan impor sehingga menekan harga obat, pendirian pabrik bahan baku obat biologi dapat menghasilkan devisa negara karena dapat juga diekspor ke sejumlah negara.

Pembicara sedang memaparkan materi diskusi Kata Data Forum

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan juga akan terus mendorong pengembangan industri farmasi nasional. Langkah ini diberikan melalui fasilitasi, regulasi yang mendukung, serta melalui koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Selain itu pemerintah juga berencana memberi insentif untuk investasi pada pembangunan fasilitas bahan baku lokal farmasi. Termasuk keringanan pajak penghasilan, pengembalian pajak, dan bentuk insentif lainnya.

“Adanya payung hukum dan iklim investasi yang kondusif diharapkan dapat mendorong pengembangan industri farmasi di Tanah Air. Ini merupakan bagian dari roadmap industri farmasi,” kata Dra. Maura Linda Sitanggang, Apt., Ph.D., Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes dalam Katadata Forum bertajuk “Terobosan Baru Kurangi Ketergantungan Bahan Baku Obat Impor” di Jakarta, Kamis, 22 Februari 2018.

Salah satu perusahaan yang telah mengembangkan obat biologi adalah PT Kalbio Global Medika (KGM). Anak perusahaan PT Kalbe Farma Tbk ini telah membangun pabrik bahan baku obat biologi sekaligus memproduksi obat biologi di Cikarang, Jawa Barat. Di area seluas 11.000 m2 tersebut, KGM memproduksi bahan baku obat biologi melalui dua jenis proses, yakni roller bottle dan bioreaktor. Pabrik KGM direncanakan mulai berproduksi tahun ini.

Suasana ruangan diskusi tentang Bioteknologi

“Saat ini produk obat biologi masih ditujukan untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri, lalu kemudian merambah ke pasar ASEAN,” kata Sie Djohan, Direktur PT Kalbe Farma Tbk dalam kesempatan yang sama.

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menyambut baik langkah Kalbe Farma mengembangkan pabrik biosimilar di Tanah Air. Kepala BPOM Ir Penny Kusumastuti Lukito, MCP mengatakan, BPOM akan memfasilitasi produksi obat biologi ini, dengan tetap menjamin kualitas, keamanan, serta manfaat obat biologi yang dihasilkan. “Kami melihat produk-produk berbasis bioteknologi ini akan menjadi harapan dan tantangan Indonesia di masa depan,” kata dia.