Pesona Muslim Fashion Festival (MUFFEST) Indonesia 2017, Yang Tak Terlupakan

Muslim Fashion Festival (MUFFEST) Indonesia 2017 dibuka pada tanggal 6 April 2017, di JCC Senayan Jakarta.

Dalam 4 Hari, 100 Desainer, 200 Brand & berhasil mengundang 100.000 Pengunjung.

Sektor industri modest wear tengah menjadi perhatian global. Tak terkecuali di tanah air, fashion muslim mengalami perkembangan yang pesat, seiring dengan misi Pemerintah menjadikan Indonesia sebagai sentra fashion muslim dunia tahun 2020. Produk busana muslim dinilai sebagai komoditas yang potensial untuk menguasai pasar lokal serta merambah pasar internasional.
Menurut data yang dilansir oleh Kementerian Perdagangan, pada periode tahun 2012-2016, nilai ekspor produk fashion menunjukkan peningkatan yang positif. Dari senilai 11,8 miliar USD menjadi 16,21 miliar USD dengan negara tujuan ekspor terbesar: Amerika Serikat, Swiss, Singapura, Jepang, dan Jerman. Sementara nilai ekspor fashion muslim pada tahun 2016 mencapai 4,42 miliar USD dengan negara tujuan ekspor terbesar: Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Korea, dan China.
Sebagai upaya untuk mewujudkan cita-cita mulia tersebut, Indonesian Fashion Chamber (IFC) bersama Dyandra Promosindo sebagai organizer serta turut menggandeng community partner yaitu HijabersMom Community, Hijabers Community, dan Islamic Fashion Institute menyelenggarakan Muslim Fashion Festival (MUFFEST) Indonesia, event yang mempertemukan para pelaku industri fashion muslim di Indonesia dan internasional.
Perhelatan MUFFEST 2017 resmi dibuka pada hari ini, 6 April 2017, dan akan berlangsung sampai 9 April 2017 di Assembly Hall, Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta. “Muslim Fashion Festival Indonesia 2017 kembali mengarahkan pada meningkatkan kompetensi produk fashion muslim Indonesia agar dapat bersaing di pasar global. Sekaligus memasarkan keunggulan busana muslim Indonesia yang diarahkan pada ready to wear craft fashion dengan mengoptimalkan kekayaan budaya lokal yang mengacu pada Indonesia Trend Forecasting,” ungkap Deden Siswanto, Project Director MUFFEST 2017.
Di tahun kedua penyelenggaraan ajang ini akan ditampilkan rangkaian fashion show yang menyajikan keragaman karya desainer dan brand fashion muslim di Indonesia sesuai Indonesia Trend Forecasting (Muslim Fashion Trend) 2017/2018. Dengan mengusung konsep “Digitarian: Smart, Young & Ethical Generation”, MUFFEST 2017 tak hanya memberi kesempatan bagi desainer senior, namun juga desainer muda sebagai generasi penerus untuk menawarkan warna baru dalam ranah fashion muslim di Indonesia. Mulai dari brand dan desainer muda hingga senior dengan karakter rancangan yang beragam: gaya konvensional, kontemporer, dan syar’i, di antaranya Irna Mutiara, Hannie Hananto, Monika Jufry, Najua Yanti, Nuniek Mawardi, Sofie, Barli Asmara, Rani Hatta, Astri Lestari, Khanaan Shamlan, Rosie Rahmadi, Oki Setiana Dewi, dan Annisa Hasibuan. Serta sejumlah desainer yang tergabung dalam asosiasi Indonesian Fashion Chamber (IFC), Hijabersmom Community, Ikatan Perancang Busana Muslim Indonesia, Indonesia Modest Fashion Designer, dan Islamic Fashion Institute. Tak ketinggalan partisipasi desainer dari Uni Emirat Arab dan Turki.
MUFFEST 2017 menyediakan pula area exhibition (pameran dagang) bagi desainer dan brand fashion muslim Indonesia yang memperkuat konsep retail atau B2C (Business to Customer) sekaligus mengarah pada B2B (Business to Business) untuk konsumen retail maupun buyer dalam negeri serta manca negara. Menunjang fashion show dan exhibition, MUFFEST 2017 mengadakan kegiatan berupa talk show, seminar, dan kompetisi. Antara lain seminar Indonesia Trend Forecasting 2017/2018 bertema “Grey Zone” yang diselenggarakan oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan talk show “Istanbul The Global Modest Fashion Gate of Indonesia” yang didukung oleh Kementerian Luar Negeri, KJRI Istanbul, dan Think Fashion. Tak kalah menarik, Selebram turut meramaikan MUFFEST 2017 melalui acara “Shopping Race with Selebgram” oleh Wardah dan “Mix & Match with Selebgram” oleh Encyclo.
MUFFEST bukan sekadar fashion event, melainkan sebagai fashion movement yang mensosialisasikan kebanggaan terhadap produk buatan lokal serta meningkatkan kepedulian sosial dan lingkungan hidup. Dengan target lebih dari 100.000 pengunjung, MUFFEST 2017 dapat terselenggara atas dukungan pihak sponsor yang konsisten memberikan kontribusi terhadap perkembangan fashion muslim Indonesia, yaitu:
Wardah Inspiring Beauty, brand kosmetika halal sebagai Official Make Up MUFFEST 2017 mempersembahkan fashion show bertajuk “Wardah Youniverse” serta mendukung penuh audisi model Next Face MUFFEST 2017 yang telah memilih sang pemenang yaitu Salsabella Kanzu, dan menobatkan Nada Indah Puspita sebagai ikon MUFFEST 2017. “Make up dan fashion saling terkait. Melalui MUFFEST, Wardah mendukung untuk merealisasikan impian teman-teman desainer di tanah air, sesama produk lokal. Kami berharap dapat terus bersinergi secara berkelanjutan dan MUFFEST sebagai event fashion muslim terbesar di Indonesia dapat menjadi barometer skala internasional, sehingga terus mendorong laju perkembangan fashion muslim Indonesia,” ujar Lika Sulika, Public Relation Manager Wardah.
Shafira Corporation (Shafco) menyuguhkan fashion show bertema “Lebaran Bersama SHAFIRA”. Selain itu, brand Zoya yang di bawah naungan Shafco mendukung penuh kompetisi desain Modest Young Design Competition (MYDC) dengan pemenang berkesempatan mengikuti pamerang dagang Hong Kong Fashion Week dan kontrak kerja sebagai desainer brand Zoya. “Sebagai pelaku bisnis fashion muslim di Indonesia, Shafco dan brand Zoya sangat mengapresiasi dan mendukung pelaksanaan MUFFEST termasuk program MYDC. Semoga ajang ini dapat menjadi tolak ukur pertumbuhan industri fashion muslim di Indonesia sehingga cita-cita bersama untuk menjadikan Indonesia sebagai kiblat fashion muslim dunia di tahun 2020 dapat terwujud,” papar Deny Setiawan, CEO Shafco.
Elhijab melalui brand elzatta hijab dan Dauky fashion hijab mempersembahkan fashion show bertema “Kreasi Bagi Negeri” yang berkolaborasi dengan desainer anggota IFC. “MUFFEST merupakan salah satu ajang yang pantas untuk menampilkan dan membanggakan produk kreasi anak negeri. Inspirasi yang diangkat dari motif, kain, dan detail busana nasional. Semoga ajang ini dapat ikut memberi gaung yang semakin besar untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat fashion muslim dunia,” tutur Andrei Aksana, COO Elhijab.
Selain itu, dukungan terhadap MUFFEST 2017 dilakukan oleh perusahaan retail berbasis e-commerce JD.id yang mempresentasikan koleksi dari concept store d2-i by IFC, brand Gajah Duduk Kreasi Indonesia yang menampilkan rancangan hasil kolaborasi dengan desainer Deden Siswanto, dan brand si.se.sa. yang meluncurkan koleksi terbaru dalam show tunggal bertema “PopNimes”.
Penyelenggaraan MUFFEST 2017 tak luput pula dari dukungan instansi pemerintah yang berkomitmen memberdayakan industri fashion muslim di tanah air, yaitu Kementerian Perindustrian, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Kementerian Perdagangan, Kementerian Pariwisata, dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).
Melalui MUFFEST diharapkan seluruh pihak dapat saling terintegrasi dalam menjalin koordinasi yang sinergis, menciptakan kerjasama yang efektif dan berkelanjutan, memperkuat strategi yang terarah dalam menyiapkan pelaku industri fashion muslim di tanah air untuk menguasai pasar lokal dan ekspansi ke pasar global yang akhirnya dapat mengantarkan Indonesia menjadi sentra fashion muslim dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *