Selular Congress 2017 – Mobile Go Beyond

Bertempat di Balai Kartini, Jakarta Pusat. Selular Media Group (SMG) yang menaungi Majalah SELULAR, SELULAR.ID, SELULAR TV dan Tabloid Aksesoris, kembali menggelar ajang Selular Congress di tahun 2017. Ini adalah rangkaian acara yang terdiri dari 4 seminar, 2 workshop, 1 diskusi panel, Mini Expo dan tentu ajang penghargaan Selular Award yang konsisten berlansung hingga tahun ke-14. Berbagai gelaran acara tersebut dilaksanakan mulai dari pagi pukul 08.00 WIB hingga malam hari pukul 21.00 WIB, pada tanggal 15 Mei 2017.

SELULAR sendiri adalah media pertama dan terdepan yang mengulas khusus mengenai produk ponsel dan layanan operator termasuk infrastruktur yang ada di dalamnya. Berdiri sejak Maret 2000 dan telah tersebar dari Aceh hingga Papua.

Dalam penyelenggaraan Selular Congress yang memasuki tahun ke-2 ini Selular Media Group akan menyajikan tema “”Mobile Go Beyond””. Ini didasarkan pada tren perangkat mobile yang mulai dimanfaatkan tidak hanya untuk kebutuhan telekomunikasi. Masyarakat kini banyak menggunakan perangkatnya untuk mengakses berbagai macam aplikasi, mulai dari aplikasi untuk menunjang pekerjaan, hiburan maupun sekedar untuk gaya hidup.

Kemajuan dalam perangkat mobile bahkan telah membuat disruption untuk beberapa sector industri baik finansial, perbankan, perdagangan dan lain sebagainya dimana masing-masing industri berusaha menghadirkan layanannya untuk bisa diakses melalui perangkat mobile” ujar CEO SMG Uday Rayana.

Alhamdulillah saya berkesempatan mengikuti beberapa conference yang diadakan, yang membuat pengetahuan saya tentang dunia digital berkembang. Dengan mengusung tema “Mobile Go Beyond”, di ajang Selular Congress 2017 menggelar empat sesi conference yang mengangkat berbagai judul. Antara lain yaitu :

1. Engagement E-commerce & Messaging Apps
Dalam tema conference ini, dibahas tentang semakin tingginya penguna smartphone dan penetrasi internet yang semakin masif membuat industri e-commerce tumbuh subur di Indonesia. Dengan angka transaksi yang terus tinggi, dukungan layanan logistik yang semakin mumpuni, dan metode pembayaran yang semakin mudah membuat Industri ini semakin berkembang begitu cepat.

Salah satu komponen yang tidak kalah penting adalah aplikasi messaging yang kini ikut masuk ke industri e-commerce. Berbasis komunitas yang cukup besar, aplikasi messaging diprediksi mampu menjadi salah satu penggerak industri e-commerce menjadi semakin besar.

Pada conference satu dengan tema “Engagement E-commerce & Messaging Apps”, membahas tentang apa dan bagaimana keterkaitan serta keterlibatan aplikasi messaging pada industri e-commerce. Tema ini akan dibahas dari sisi industri e-commerce, Aplikasi messaging, dan operator selaku penyedia jaringan internet. Adapun yang menjadi pembicara di conference ini yaitu :
– Ongki Kurniawan, Managing Director Line Indonesia
– Faiz Fashdrijal, Head of Marketing Blanja.com
– Munir Syahda Prabowo, VP Network Smartfren
2. Mobile Entertainment Moving To The Next Level
Pada conference kedua digambarkan bahwa penduduk Indonesia mulai terjangkiti kecanduan akses internet secara mobile. Survei Asosiasi penyelenggara Jasa Internet (APJII) tahun 2016 mengungkapkan sebanyak 67,2 juta orang atau sekitar 50,7 persen penduduk Indonesia mengakses internet melalui perangkat mobile dimana 63,1 juta (47,6 persen) diakses melalui smartphone.

Berdasarkan data tersebut, Indonesia memiliki potensi pasar yang cukup besar untuk layanan hiburan untuk perangkat mobile. Untuk itu peluang ini dapat dimanfaatkan oleh industri layanan penyedia musik, video dan games secara online untuk menghadirkan pengalaman menikmati konten hiburan.

Dengan penetrasi internet yang cukup tinggi di Indonesia membuka peluang bagi pasar layanan hiburan untuk terus tumbuh. Untuk itu pada conference ke 4 yang mengambil tema”Mobile Entertainment Moving To The Next Level” akan membahas peluang industri hiburan untuk menghadirkan layanan mereka kepada konsuman di Indonesia. Tema ini akan dibahas dari sisi operator sebagai penyedia jaringan internet dan penyedia konten entertainment digital. Adapun yang menjadi pembicara di conference ini yaitu :

– Guntur S Siboro, Country Director HOOQ
– Rustam Effendie, Executive Director for Customer Unit Ericsson Indonesia and Timor Leste
– Joegianto, Director of Business Development Polytron
– Datin Dr. Masdiana Sulaiman, Head of OTT & VAS XL Axiata
3. 4.5G & 5G What For ?
Pada tema conference ini diulas bahwa kehadiran teknologi akses internet yang semakin cepat telah terbukti mendorong pertumbuhan ekonomi terutama yang berbasiskan layanan digital. Sebagai contoh seperti layanan ride sharing atau layanan e-commerce, yang sudah mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat. Setelah 3G yang kini sudah dapat dirasakan oleh pengguna Internet di Indonesia, Kini beberapa vendor jaringan sudah menyiapkan teknologi generasi terbarunya, yakni 4,5G dan 5G.

Namun, melihat penetrasi 3G atau 3,5G yang belum cukup merata di seluruh wilayah Indonesia, Apakah teknologi 4,5G atau 5G dirasa perlu diimplementasikan untuk mendukung ekonomi digital di Indonesia? Apalagi 3G dan 3,5G masih memenuhi kebutuhan pengguna saat ini.

Dalam conference ini membahas soal teknologi Internet cepat 4,5G dan 5G, serta implementasinya di Indonesia. Teknologi ini akan dibahas oleh vendor jaringan, operator, serta produsen chipset smartphone. Adapun yang menjadi pembicara di conference ini yaitu :

– Harry K Nugraha, Country Manager Intel Indonesia
– Aditya Wicaksana, Solutions Senior Manager ZTE Indonesia
– Rahmadi Mulyohartono, VP LTE XL Axiata
4. Facing The Disruptive Mobile Technology Impact in Financial Sector
Fakta tentang teknologi mobile saat ini sudah semakin meluas menjadi hal yang disoroti conference terakhir. Tidak hanya dari sisi perangkat. Layanan berbasis mobile juga menyedot perhatian banyak pecinta teknologi di seluruh dunia. Keberadaannya telah mengubah cara banyak orang dalam berkomunikasi, menikmati hiburan, berbelanja, dan banyak lagi aktivitas lainnya, termasuk kebutuhan financial.

Salah layanan yang saat ini mulai berkembang saat ini adalah layanan penyedia jasa finansial, atau biasa disebut fintech. Layanan ini tumbuh dan berkembang karena urusan finansial merupakan masalah yang banyak dihadapi oleh berbagai kelas masyarakat.

Pada conference dua mengambil tema “Facing The Disruptive Mobile Technology Impact in Financial Sector”, membahas soal teknologi mobile yang sudah meluas ke urusan financial, dan bagaimana layanan teknologi ini bisa berkembang di Indonesia. Adapun yang menjadi pembicara di conference ini yaitu :

– Dickie Widjaja, Chief Information Officer Investree
– Hendrikus Passagi, Peneliti Eksekutif Senior Otoritas Jasa Keuangan
– Rudy Hamdani, VP Mobile Financial Service Operations Telkomsel
Selain diadakan conference, pada tahun ini juga diadakan workshop. Berbeda dari penyelenggaraan Selular Congress tahun lalu, di tahun ini juga diadakan acara workshop. Adapun workshop ini antara lain membahas mengenai :

1. Cara Bikin Vlog Berkualitas Dan Banyak Ditonton
Sejalan dengan perkembangan industri teknologi perangkat mobile yang berkembang, serta pengguna internet yang ikut terdongkrak, semakin mempermudah pengguna untuk membagikan pengalaman pribadinya media sosial, baik melalui teks, suara, gambar, hingga video.

Jika dahulu blog menjadi wadah banyak orang untuk menuliskan pengalaman pribadi, kini vlog (video dan blog) lebih populer di Indonesia. Konten vlog menjadi marak ditemukan di media sosial. Menawarkan pengalaman bersosial media yang lebih kaya, karena vlog mampu menggabungkan berbagai unsur seperti video, suara, gambar, teks, informasi, dan juga emosi dalam sebuah konten.

Di workshop “Vlogging (Content Creation)” ini dibahas tentang bagaimana teknologi perangkat mobile dapat mengakomodasi kegiatan Vlogging kedepan, dan trik untuk melakukan vlogging yang menghasilkan karya yang bernilai. Workshop ini menghadirkan pembicara yaitu :

– Anvid Erdian, 4P Manager Mobile Business Group Lenovo Indonesia
– Ibob Tarigan, Vloger
2. Smartphone Photography : Untuk Bisnis dan Travel
Melalui teknologi kamera di perangkat mobile seperti smartphone yang semakin canggih, semakin mempermudah orang dalam mengambil foto. Dengan smartphone semua orang kini dapat mengambil foto yang bagus dengan dukungan aplikasi fotografi.

Tidak hanya sebagai sebuah dokumentasi, hasil foto melalui perangkat mobile kini bahkan mampu dijadikan sebuah karya seni. Dengan menggabungkan teknologi terkini, serta komposisi antara pencahayaan, moment, warna, hingga objek yang akan difoto, menjadi sebuah karya seni yang bisa dinikmati dan dibagi oleh semua orang.

Melalui workshop “Mobile Photography, menjelaskan secara detail bagaimana teknologi kamera di perangkat smartphone mampu berkembang dan menyaingi kamera digital konvensional, dan bagaimana menghasilkan foto yang bagus melalui kamera smartphone. Workshop ini menghadirkan pembicara yaitu :

– Tjandra Lianto, Direktur Marketing Advan
– Tirto Andayanto, Praktisi Fotografi

Namun setelah saya ikuti, acara yang disebut workshop tidak berbentuk workshop. Karena saya lihat pemateri hanya memberikan paparan tanpa memberikan kesempatan praktek di tempat pada peserta workshop. Mungkin karena padatnya acara dan sempitnya waktu.

Dan acara terakhir berupa panel discussion semarak gelaran acara Selular Congress 2017 dilanjutkan dengan acara Diskusi Panel. Acara ini membahas topik “Mengukur Dampak Sosial & Ekonomi Industri Kreatif di Indonesia”.

Tidak hanya mengubah gaya hidup penggunanya, industri kreatif digital tumbuh dan berinovasi membangun perekonomian Indonesia. Di adaptasi dari kehidupan sehari-hari muncul memunculkan ide-ide kreatif, serta inovasi gaya hidup digital yang revolusioner.

Adaptasi digital yang tinggi ini telah membawa perubahan gaya hidup digital dalam melaksanakan rutinitas sehari-hari, dari cara berkomunikasi, interaksi melalui jejaring sosial, transaksi pembayaran hingga belanja kebutuhan sehari-hari. Hal ini berdampak langsung pada kehidupan sosial dan perekonomian di Indonesia.

Salah satu dampaknya adalah munculnya banyak startup di Indonesia dan beberapa penggagas start up yang sudah meningkatkan perekonomian masyarakat.

Membawa tema “Mengukur Dampak Sosial & Ekonomi Industri Kreatif di Indonesia”, pada diskusi panel di Selular Congress 2017 akan membicarakan bagaimana industri kreatif digital, memiliki dampak langsung dalam kehidupan sosial dan ekonomi di Indonesia. Dan yang menjadi pembicara di diskusi panel ini :

– Merza Fachys, Ketua ATSI

– Dian Siswarini, Direktur Utama XL- Hari Santosa Sungkari, Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif

– Mikhael Gaery Undarsa, Co-Founder & Managing Director Tiket.com
– Mediko Azwar, Marketing Director Grab Indonesia
– Ronni Nurmal, VP Network CU Ericsson Indonesia & Timor Leste
– Kenny Chandra, Product Manager Vivo Mobile Indonesia
Nah, menutup pagelaran di hari itu, pada pukul 19.00 -21.00 WIB dilakukan ajang Selular Award. Kegiatan ini adalah ajang penghargaan paling konsisten yang sudah berlangsung hingga tahun ke-14 pada tahun ini. Ini adalah penghargaan Selular bagi perkembangan industri telekomunikasi dan teknologi mobile di Indonesia. Baik itu kepada para personal, korpora, produk, program dan layanan.

Penilaian Selular Award sendiri dilakukan dengan menggunakan panel tim redaksi dan melakukan survei online. Survei online dilakukan untuk penilaian kategori operator, sedangkan produk ponsel menggunakan penilaian dari panel tim redaksi Selular Media Group.

Polling secara online ditayangkan di website SELULAR.ID mulai 24 April -8 Mei 2016 yang melibatkan 2664 responden. Responden berasal dari seluruh Indonesia dengan sebaran 10 provinsi tertinggi adalah Jawa Barat, Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Yogyakarta, Sumatera Utara, Aceh, Bali dan Kepulauan Riau

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *