Peluncuran Paguyuban Blitar Raya Upaya Menyatukan Potensi SDM Blitar Yang Terserak

Halal Bihalal dan Peluncuran Paguyuban Blitar Raya. Ide ini tercetus dari Bupati Blitar, Bapak Rijanto dan Walikota Blitar Bapak Samanhudi Anwar untuk mengumpulkan potensi Sumber Daya Manusia Blitar yang berada di luar Blitar secara Nasional. Gerakan ini sengaja dimulai dari Jakarta, karena sebagai detak jantung negara Jakarta dianggap masih berpengaruh pada perkembangan di kota selanjutnya. Ide ini disambut baik oleh orang-orang Blitar yang ada di Jakarta dan langsung Bapak mantan wakil Presiden RI Budiono didaulat menjadi ketua Paguyuban Blitar Raya.

Meskipun dalam sambutannya, Bapak Budiono mengelak untuk memangku jabatan tersebut, massa yang datang tetap berharap Bapak Budiono berkenan memangku jabatan tersebut. Bapak Budiono berharap, tunas-tunas muda mampu hadir memegang tampuk kepemimpinan yang ada agar ada kemajuan dan inovasi.

Pada kesempatan ini, potensi yang ada di Kabupaten Blitar didatangkan dalam acara Peluncuran Paguyuban Blitar Raya dengan mengusung 60 orang seniman dan seniwati untuk pagelaran pertunjukan wayang kulit dengan menampilkan dalang cilik. Antusiasme penonton begitu rupa saat lakon “Lahirnya Gatotkaca”, dimainkan oleh salah satunya dalang Cilik putra Pak Rudi Gareng dari Pakunden yang bernama Mahendra. Mahendra adalah peraih juara pertama festival dalang cilik di Solo tahun 2017.

Tak ketinggalan atraksi tari ” Mubeng Blitar” dipertontonkan untuk membuka acara. Pertunjukan ketoprak dengan mengambil lakon “Ande-Ande Lumut” juga digelar untuk memeriahkan acara.

Dalam rangka merangkai nostalgia warga Blitar perantauan yang mukim  di Jabodetabek, untuk hidangan acara Peluncuran Paguyuban Blitar Raya, didatangkan 10 koki beserta 1 truk makanan khas Blitar seperti pecel punten, ayam lodho, kuthuk mangut, uceng, cenil, pleret, kicak, tahu campur, es drop. Karena begitu senang, masyarakat bahkan sempat berebut untuk mendapatkan makanan khas Blitar, yang susah dicari di Jakarta.

Undangan berebut makanan khas Blitar

Es drop adalah es khas Blitar yang tetap laris hingga hari ini. Kombinasi santan, sysu, gula dan buah asli membuat keberadaannya tetap digemari ditengah persaingan brand dalam rasa maupun pengemasan. Es ini dibungkus tradisional dengan kertas dan tusuk lidi. Di Blitar dijual dengan harga Rp.2.500,-. Rasa durian, strawberri  pandan, kacang hijau dan coklat dijajakan khas dengan kaleng bulat dan pedagangnya naik sepeda onthel.

Makanan lain yang khas adalah pecel punten, dibuat dari nasi gurih / nasi uduk yang ditumbuk halus, diiris. Disajikan dengan sayuran rebus dan sambal kacang, rempeyek. Biasanya disajikan dengan pincuk daun pisang. Sehingga makanan ini biasa disebut P4 alias Pecel, Punten, Peyek, Pincuk. Sebungkus di Blitar bisa kita beli dengan harga Rp2.500,- dan satu porsi ini cukup mengenyangkan.

Makanan khas yang lain akan saya ulas di tulisan khusus. Khawatir pembaca tulisan ini ngiler, melihat nikmatnya makanan khas Blitar asal saya. Hehehe.

Selanjutnya rencana ke depan akan dibentuk Paguyuban Blitar Raya di berbagai kota di Indonesia bhakan sampai ke tingkat Internasional.

Livi Zheng sutradara Hollywood asal Blitar, khusus datang ke Jakarta semalam untuk menghadiri dan memberi sambutan di acara ini. Livi adalah salah satu diaspora yang sukses di kancah Internasional. Ia jugaendapatkan penghargaan Diaspora Creative Award tahun 2015 bersama dengan walikota Bandung, Ridwan Kamil. Penerima Diaspora Creative Award sebelumnya adalah bapak B.J. Habibie, Presiden Republik Indonesia yang ke-3.

Livi sendiri banyak menghabiskan masa kecilnya di Blitar. Ia berkata bahwa ia rindu akan penduduk Blitar yang penuh dengan kekeluargaan dan  aneka makanan yang lezat. Walaupun Livi telah tinggal di Luar Negeri lebih dari 10 tahun, namun setiap ia berlibur ke Indonesia, ia tidak pernah lupa membawa makanan kecil khas Blitar.

Dalam sambutannya Livi menyampaikan bahwa salah satu hal terpenting yang ia pelajari dalam hidup adalah untuk bermimpi besar dan bahwa semua berawal dari keyakinan.

Wanita asal Blitar yang awalnya adalah seorang ekonom, memberanikan diri untuk mengejar mimpinya menjadi seorang sutradara film. Saat  industri perfilm-an yang masih didominasi pasar sutradara laki-laki, filmnya Brush with Danger masuj seleksi nominasi piala Oscar dan didistribusikan oleh SONY.

Baru-baru ini Livi dipercaya Konsulat Jenderal Republik Indonesia-Los Angeles untuk menyutradarai film LA’s Gateaway to Indonesia untuk mempromosikan Indonesia di mata dunia. Dalam film inj, Livi tidak melupakan untuk memasukkan tempat-tempat wisata indah yang penuh potensi dari kampung halamannya Blitar. Alhasil folm ini menuai kesuksesan. Tak kurang dari 110.000 views di Youtube dalam 3 hari Setelah di launching.

Sayang saya gak sempat selfie ma mba Livi Zheng ini. Moga lain kali berkesempatan, sekalian ikut main filmnya…:).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *