Produktif, Bersih dan Sehat bersama HIJUB dan Softex Daun Sirih

Dari kiri ke kanan. MC – Lulu Elhasbu – Anastasia Erika dari Brand Manager PT Softex Indonesia – dr. Bram Pradipta, SPOG

Siang yang terbilang sangat panas pada tanggal 22 April 2018 saya tetap bersemangat membelah jalanan Jakarta yang terbilang tak sepi. Hingga akhirnya sore itu sampailah saya di tempat tujuan yaitu Restoran Eastern Opulence yang berjarak hanya beberapa bangunan dari Masjid Daarut Tauhid Cipaku. Udara yang panas tiba-tiba berubah ekstrem menjadi mendung dan hujan deras.

Alhamdulillah, meskipun beberapa teman datang dalam kondisi basah kuyup, dan saya sedikit kena rintik hujan, kami tetap bersemangat mendatangi acara Blogger Meet Up bersama HIJUB dan Softex Daun Sirih sore itu..

Memasuki area Restoran Eastern Opulence yang megah dan dekorasinya yang cantik membuat saya terpaku, apalagi menyaksikan dress code yang dikenakan teman-teman yaitu hijau-putih, serasi dengan dekorasi di lantai 2 tempat acara Blogger Meet Up bersama HIJUB dan Softex Daun Sirih. Bunga mawar putih, lilin putih yang menyala, daun sirih dan aneka dedaunan lain mewarnai dekorasi di meja kami, juga hampers yang ditata di tiap meja tempat duduk kami.

Sesaat setelah adzan Ashar berkumandang dan peserta telah menjalankan kewajiban sholat fardhu Ashar, acara Bloggers MeetUp HIJUB dan Softex Daun Sirih dimulai. Narasumber pertama yakni ada influencer media sosial, Lulu Elhasbu, menceritakan tentang kesibukannya kadang membuatnya lupa untuk menjaga daerah kewanitaannya tetap bersih. Dalam kesempatan ini, Lulu bercerita tentang pengalamannya di awal masa remaja ketika mendapatkan menstruasi. Ia sempat berganti-ganti pembalut yang cocok, mulai dari bentuk hingga yang mana saja yang cocok untuk aktivitas atau waktu tertentu.

Kebiasaan Lulu juga para hijaber lain yang memang disunahkan memakai sirwal (celana panjang) di dalam gamis yang dikenakannya, sehingga terkesan menumpuk tebal, ternyata membuat daerah kewanitaan menjadi lembab dan sirkulasi udara kurang lancar. Hal ini bisa memicu jamur yang bisa berakibat kurang sehat pada organ wanita kita. Kesibukan Lulu yang luar biasa, ternyata menyisakan beberapa kebiasaan kurang baik dalam menjaga daerah kewanitaannya. Seringkali ia malas mengganti panty liner saat harus beraktivitas di luar rumah, padahal ia sudah membawa bekal untuk ganti.

Karena sadar kebiasaan-kebiasannya itu sangat kurang baik untuk kesehatan daerah kewanitaan, ia mulai khawatir dan jadi sering mencari informasi tentang keputihan dan segala kemungkinan gangguan kesehatan yang terjadi pada daerah kewanitaan tersebut. Bukannya malah menjadi tenang, Lulu dulu justru menjadi semakin khawatir secara berlebihan. Semakin digali memang sering bikin semakin khawatir.

Dari ulasan Lulu Elhasbu, kita kaum wanita diingatkan untuk mencari tahu dan mandiri untuk menjaga daerah kewanitaan agar tetap bersih dan sehat. Banyak penyakit organ intim wanita yang bisa dialami yang diakibatkan jamur atau bakteri diantaranya, keputihan,dan dapat menyebabkan infeksi penyakit sampai penyakit yang berbahaya. Semua itu berawal dari kebiasaan kurang menjaga kebersihan organ kewanitaan kita.

Di HIJUP Bloggers Meet Up dan Softex Daun Sirih “Ngobrol Sehat, Bebas Worry” juga menghadirkan dr.Bram Pradipta, SpOG, yang merupakan dokter Spesialis Obstetri Ginekologi di RSUD Koja Jakarta Utara. Paparan beliau, mencoba menghalau kegalauan para wanita seperti saya. Di sana dipaparkan apa saja yang dilarang, atau apa yang sebaiknya dilakukan kaum wanita, agar organ kewanitaannya tetap sehat.

Menurut dr.Bram Pradipta, SpOG, udara panas dan lembab, sangat berpengaruh terhadap tumbuhnya bakteri di organ kewanitaan kita, namun banyak faktor juga bisa menjadi penyebab tidak sehatnya organ kewanitaan kita, yaitu diantaranya; seks bebas, penyakit tertentu seperti HIV, diabetes mellitus, pemakaian antibiotik yang tidak rasional sehingga menimbulkan resistensi, perubahan hormonal, kebiasaan merokok, konsumsi alcohol secara berlebih, stress dan obesitas.

Berbagai penyebab di atas bisa mengakibatkan keputihan yang diikuti rasa gatal dan nyeri, bau tidak sedap, hingga nyeri berupa keluarnya darah saat bersenggama. Keputihan juga menjadi dampak atas kebiasaan kurang baik yang kita jalankan dalam menjaga rgan keanitaan. Jika tidak ditangani dengan serius, keputihan bisa mengakibatkan kenaikan volume keputihan intensitasnya menjadi sering. Keputihan yang terjadi, bentuk dan warnanya juga bisa berubah,tak jarang akhirnya menimbulkan rasa gatal dan bau.

Untuk menjaga daerah kewanitaan, dr.Bram Pradipta, SpOG memberikan saran pada kita kaum wanita untuk melakukanlah hal berikut ini:
1. keringkan Miss V setelah buang air kecil, ingat jangan terbalik saat melakukan aktivitas cebok, ceboklah dari muka ke belakang, dan bukan sebaliknya.
2. gunakan pembersih Miss V dari bahan alami
3. jangan ganti-ganti pasangan seksualitas
4. basuh Miss V sebelum dan sesudah bersenggama
5. kurangi mengonsumsi alkohol dosis tinggi
6. kurangi bahkan hilangkan kebiasaan merokok
7. Gantilah pembalut setiap 3 jam sekali

Adalah hal penting yang harus dilakukan ujar dr. Bram Pradipta SpOG. Selain itu, jangan malu dan jangan menunda untuk konsultasi ke dokter kandungan saat mengalami perubahan warna, jumlah, bau, adanya iritasi pada Miss V, pendarahan setelah berhubungan atau jika ditemukan benjolan.

Dalam acara ini hadir juga Anastasia Erika dari Brand Manager PT Softex Indonesia. Dia menjelaskan mengenai Softex Daun Sirih yang merupakan antiseptik alami daun sirih yang menghambat pertumbuhan bakteri. Softex Daun Sirih saat ini memiliki beberapa varian yaitu 23cm, 29cm, 36cm, dan pantyliner.

Sayapun telah menggunakan produk Softex ini sejak masih remaja, di saat varian Daun Sirih belum keluar. Dan kini seringkali saya menggunakan ukuran 29 cm saat menstruasi di hari-hari awal. Haid saya seringkali deras dan bikin hari-hari pertama saya sedikit lemas. Softex Daun Sirih pembalutnya bersirkulasi udara dan bisa menyerap dalam 1 detik, sehingga laju bakteri bisa dihindari. Sehingga Insha Allah kesehatan organ kewanitaan kita lebih terjaga. Kita tak perlu khawatir lagi