AMITRA Berbagi Berkah, Gelar Roadshow di 6 Kota Besar di Indonesia – Sebuah Upaya Astra Memperkenalkan Pembiayaan Syariah

Saya yakin, rekan-rekan sudah mengenal brand  FIFGROUP. Federal International Finance (FIFGROUP) yang merupakan anak perusahaan grup Astra yang bergerak di bidang usaha pembiayaan retail khusus sepeda motor merk Honda yang diproduksi oleh PT.Astra Honda Motor Tbk., (anak perusahaan Pt.Astra International Tbk.).

Pada tanggal 1 Mei 2013, perseroan melakukan rebranding dengan meluncurkan identitas baru berupa logo baru berbentuk sidik jari dan penyebutan nama perseroan menjadi FIFGROUP yang merupakan grup manajemen dari
•    FIFASTRA untuk pembiayaan sepeda motor
•    SPEKTRA untuk pembiayaan elektronik dan perabot rumah tangga
•    DANASTRA untuk melayani pembiayaan multiguna
•    AMITRA untuk melayani pembiayaan syariah

Selama perjalanan hingga tahun 2016, FIFGRUP telah memiliki 194 kantor cabang dan 419 Point of Service yang menjadikannya adalah perusahaan pembiayaan sepeda motor dan elektronik terbesar di Indonesia.

Selama perjalanan hingga 2016 tersebut  pula FIFGROUP ternyata telah mengantongi berbagai  penghargaan. Beberapa informasi yang terhimpun, ternyata FIFGROUP telah berhasil meraih penghargaan dari Indonesia Human Capital Study oleh Suhartono untuk Best CEO Commitment on Human Capital Development,Suhartono CEO Most Admired Indonesia Most Admired CEO Award 2016, Sindo Apresiasi CSR 2016 untuk Best Inovasi Komunikasi CSR Corporate Communication, Kementerian Sosial RI Padmamitra Award Pelaksanaan CSR dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial di bidang kemiskinan,Indonesia Best Company Award 2016 untuk Gold Champions of Indonesian Best Company in Creating Leaders, Stellar Workplace Award 2016 untuk kategori Innovative Engagement Program dan Employee Commitment & Employee Satisfaction, TOP Multifiance Award 2016 untuk kategori TOP Leasing Motor 2016 & TOP Multifinance 2016 on Asset above 5T, Indonesia Multifinance Consumer Choice Award 2016 untuk kategori Motor Leasing dan (Electronic & Household Leasing) Di tahun 2015 beberapa penghargaan yang telah berhasil diraih diantaranyaInvestor Award 2015 dalam kategori Multifinance Terbaik 2015, TOP IT & TELCO 2015 pada kategori penghargaan Top Implementation On Multifinance Sector dan TOP IT Implementation 2016, Marketeer Of The Year Indonesia Marketing Championship 2015 dalam kategori Best CEO Multifinance . Sindo Weekly CSR Award 2016 dalam kategori Best CSR Education Program, Indonesia Best Emark Award 2015 dan 2016 kategori Financial Institution Non Bank dari SWA, Indonesia Good Corporate Governance Award 2016 kategori Industry Financing Sector dari Economic Review, TOP IT & TELCO 2015 melalui kategori Top ICT Leadership oleh Soehartono, SPEX2 Award sebagai Best of The Best Across All Industries 2016, Infobank Multifinance Award 2016 untuk Kinerja SPEKTRA 2016 dan kinerja FIFGROUP 2016, Champion Indonesian Original Brand 2015 SPEKTRA dan Champion Indonesian Original Brand 2015 FIFASTRA dari SWA.

AMITRA Berbagi Berkah, Gelar Roadshow di 6 Kota Besar di Indonesia
Sebagai perusahaan pembiayaan pertama yang memiliki platform Syariah, FIFGROUP terus meningkatkan pembiayaan syariah melalui brand AMITRA. Jumlah penduduk muslim di Indonesia yang lebih dominan dibanding lainnya menjadikan platform syariah adalah sebuah kebutuhan yang harus dihadirkan. Sedangkan pengguna AMITRA sendiri sebenarnya tidak ada ketentuan harus umat Islam. AMITRA kedepan bertujuan memberikan fasilitas pembiayaan sepeda motor, alat elektronik, rumah tangga maupun untuk pembiayaan umrah dengan platform pembiayaan syariah.

Sejak awal didirikan di tahun 2015, AMITRA telah memberangkatkan ratusan jemaah ke tanah suci untuk mengikuti perjalanan ibadah Umrah, baik Umrah regular maupun Umrah plus sesuai dengan akad syariah yang sudah disetujui oleh Dewan Pengawas Syariah.

Dalam rangka HUT FIFGROUP ke-28 sekaligus datangnya bulan Ramadhan lalu, AMITRA menggelar program khusus yang bertajuk AMITRA Berbagi Berkah. Program ini secara resmi diluncurkan oleh Presiden Direktur FIFGROUP, Margono Tanuwijaya dan Presiden Direktur AMITRA, Zulkarnaen Prasetya di Hotel Aston Priority, Jakarta Selatan (05/06). Dalam sambutannya, Margono menyatakan komitmen FIFGROUP untuk senantiasa meningkatkan layanan pembiayaan berbasis syariah. “Kami berharap di tahun 2017, AMITRA bisa melayani lebih banyak lagi masyarakat Indonesia terutama dalam membantu masyarakat dalam mewujudkan impiannya untuk beribadah di tanah suci.” tutur Margono.

Pada kesempatan yang sama, Zulkarnaen juga menegaskan bahwa AMITRA berkomitmen untuk memberikan fasilitas pembiayaan syariah bagi masyarakat Indonesia dengan fasilitas serta layanan terbaik. “Sesuai dengan misi FIFGROUP, kami berkomitmen untuk senantiasa membawa kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat. Oleh karena itu, kami pun memberikan inovasi baru salah satunya melalui program AMITRA Berbagi Berkah ini.” tutur Zulkarnaen.

AMITRA Berbagi Berkah rencananya akan melakukan roadshow dengan menyambangi 6 kota besar di tanah air, mulai dari Surabaya, Bandung, Medan, Pekanbaru, Makassar dan Jakarta bersama dengan anggota Dewan Pengawas Syariah (DPS), Dr. dr. H. Endy M. Astiwara & Drs. H. Aminudin Yakub, M.A. selaku Brand Ambassador AMITRA yang merupakan anggota Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).“AMITRA lahir untuk memberi solusi yang sesuai dengan harapan masyarakat akan pembiayaan berbasis syariah. AMITRA memberikan proses yang mudah dan transparan, serta pembiayaan yang kompetitif.” tutur Endy.

Bersama DPS, AMITRA mengedukasi masyarakat tentang pembiayaan syariah serta manfaatnya sehingga mereka merasa aman dan nyaman dalam bertansaksi melalui AMITRA. Selain melakukan pengundian, dalam roadshow ini AMITRA juga akan mengadakan berbagai kegiatan sosial seperti pelatihan guru, dialog tentang Umrah bersama komunitas, dan penyerahan sumbangan untuk sekolah Madrasah.

AMITRA Berbagi Berkah di Pekanbaru rencananya akan dilaksanakan tanggal 14 September 2017 dikemas dalam bentuk pelatihan guru dengan mengundang 200 orang guru yang berasal dari SD, SMP, SMA, dan SMK di wilayah Pekanbaru. Pada kesempatan ini, para guru akan dibekali mengenai metode pendidikan PAKEM (Partisipasi, Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan) guna meningkatkan kualitas proses belajar dan mengajar. Metode pendidikan ini dipercaya dapat membantu meningkatkan partisipasi mahasiswa karena metode ini mengedepankan konsep student centered serta learning is fun yang membuat siswa tidak akan merasa terbebani dengan proses belajar mengajar. Kegiatan ini sekaligus sebagai bentuk kepedulian sosial FIFGROUP terhadap masa depan pendidikan Indonesia. FIFGROUP dan AMITRA menyadari bahwa peran guru serta ketrampilan yang mereka miliki sangatlah penting dalam mendidik generasi muda penerus bangsa.

Selain pelatihan guru yang diberikan, salah satu yang dianggap cukup spesial oleh para guru yang hadir adalah penyelenggaraan talkshow dengan AMITRA dan DSN-MUI yang akan membahas berbagai isu hangat mengenai pembiayaan syariah. Bersama anggota DSN-MUI yang juga adalah Brand Ambassador AMITRA, AMITRA ingin mengedukasi masyarakat tentang pembiayaan syariah serta manfaatnya sehingga mereka merasa aman dan nyaman dalam bertansaksi melalui AMITRA. “Harapannya melalui talkshow ini masyarakat bisa lebih mengenal sertiap program serta layanan yang diberikan oleh AMITRA,” tutur Rasidin Ali, Sub Department Head AMITRA Head Ofiice. Bersamaan dengan itu, Aminudin juga menegaskan bahwa AMITRA lahir untuk memberi solusi yang sesuai dengan harapan masyarakat akan pembiayaan berbasis syariah. “Selama ini yang saya ketahui AMITRA memberikan proses yang mudah dan transparan, serta pembiayaan yang kompetitif dengan tanpa mengutamakan nilai-nilai syariat Islam dalam praktik bisnisnya,” tutur Aminudin.

Secara khusus, AMITRA memberikan berbagai promo spesial bagi para Guru yang mengikuti pelatihan tersebut. Hanya dengan Rp 600 ribu, para Guru dapat langsung memperoleh porsi Haji atau berangkat Umrah. Berbagai promo itu diberikan secara langsung pada hari tersebut di SMKN 2 Pekanbaru yang merupakan tempat pengundian periode ketiga (1-31 Agustus 2017) AMITRA Berbagi Berkah. Hadiah dalam periode kali ini adalah 1 buah TV LED, 1 buah mesin cuci dan 4 buah voucher belanja. Kesempatan menang dalam pengundian ini sangat besar karena bagi peserta yang belum menang dapat mengikuti pengundian di periode selanjutnya yang akan diselenggarakan di Makassar. Sedangkan Grand Prize AMITRA Berbagi Berkah berupa 5 Paket Umroh dan 4 Sepeda Motor Honda akan diundi di akhir periode pengundian di bulan Desember. Berikut pemenang AMITRA Berbagi Berkah peridoe 3,

 

NO NAMA CABANG NOMOR KONTRAK NAMA PELANGGAN ALAMAT HADIAH
1. JOMBANG 839900015417 SUYATI KEC-JOMBANG – KAB JOMBANG TV LED LG
2. PATI 414900020817 WARTO TRANGKIL – KAB PATI MESIN CUCI LG
3. JAKARTA – 3 116900114117 RITA TISNA YULIANTI KEC PASAR MINGGU – KODYA JAKARTA VOUCHER BELANJA
4. PURWOKERTO 408900043317 MAYSTY HARTATI KEC MAMPANG PRAPATAN – KODYA VOUCHER BELANJA
5. MATARAM 703900011417 DEWI YANTI KEC NARMADA – KAB LOMBOK BARAT VOUCHER BELANJA
6. KEPANJEN 828001130917 INDAH MASRURO KEC KEPANJEN – KAB MALANG VOUCHER BELANJA

 

Ditemui di sela-sela acara, Branch Manager FIFGROUP Pekanbaru, Yugo Lesmono menyatakan bahwa sejak pertama berdiri, AMITRA sudah langsung melayani masyarakat Pekanbaru dalam hal pembiayaan syariah. Di Pekanbaru pun AMITRA juga telah memiliki jaringan mitra rekanan yang cukup luas dengan berbagai jenis layanan yang dapat diberikan, seperti pembiayaan Umrah, Haji, modal kerja, serta sepeda motor. “Apabila masyarakat masih memiliki pertanyaan tentang AMITRA, masyarakat dapat langsung mengunjungi kantor cabang kami yang terdekat atau mitra rekanan kami. Insha Allah kami akan berusaha untuk melayani sebaik-baiknya,” tutur Yugo.

Setelah Pekanbaru, AMITRA Berbagi Berkah akan mengunjungi kota Makassar, Sulawesi Selatan dengan berbagai kegiatan serta hadiah yang tidak kalah menariknya. AMITRA Berbagi Berkah merupakan program undian selama periode Juni-November 2017 untuk para konsumen AMITRA di seluruh penjuru tanah air yang mengajukan pembiayaan. Setiap pengajuan 1 paket Haji/Umroh konsumen akan mendapatkan 1 kupon undian per kelipatan Rp. 5.000.000,-. Bagi masyarakat yang mengajukan aplikasi FIFGROUP Mobile Customer, sebuah aplikasi yang disiapkan oleh FIFGROUP untuk memberikan berbagai manfaat serta kemudahan bagi para konsumennya, juga akan mendapatkan tambahan 2 kupon undian. Sedangkan via mentimun, sebuah online marketplace hasil kerjasama antara FIFGROUP dengan mitranya, akan memperoleh tambahan 2 kupon undian.

AMITRA berbagi berkah merupakan program undian selama periode Juni-November 2017 untuk para konsumen AMITRA di seluruh penjuru tanah air yang mengajukan pembiayaan. Pengundian dilakukan setiap bulan dan dibagi ke dalam 5 periode dengan hadiah-hadiah menarik mulai dari 5 TV LED, 5 Mesin Cuci, 20 Voucher Belanja, sampai Grand Prize berupa 5 Paket Umroh dan 4 Sepeda Motor Honda di akhir periode. Setiap pengajuan 1 paket Haji/Umroh konsumen akan mendapatkan 1 kupon undian per kelipatan Rp. 5.000.000,-.

Kesempatan menang dalam pengundian ini sangat besar karena bagi peserta yang belum menang dapat mengikuti pengundian di periode selanjutnya. Bagi masyarakat yang mengajukan aplikasi FIFGROUP Mobile Customer, sebuah aplikasi yang disiapkan oleh FIFGROUP untuk memberikan berbagai manfaat serta kemudahan bagi para konsumennya, juga akan mendapatkan tambahan 2 kupon undian. Sedangkan via mentimun, sebuah online marketplace hasil kerjasama antara FIFGROUP dengan mitranya, akan memperoleh tambahan 2 kupon undian.

Hingga saat ini, AMITRA telah menjalin kerjasama dengan puluhan biro travel yang memiliki jaringan nasional serta kerjasama antara kantor cabang FIFGROUP dengan puluhan biro travel lokal lainnya. Kerjasama ini ditujukan untuk memudahkan masyarakat dalam mengajukan pembiayaan Umrah melalui AMITRA serta penyediaan layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Di tahun 2017, AMITRA menargetkan perluasan jaringan hingga meliputi 50 biro travel Umrah terbaik yang memiliki 200 titik jaringan di tanah air. Selain melalui mitra biro perjalanan AMITRA, masyarakat juga dapat memperoleh informasi mengenai produk AMITRA serta promosi yang ditawarkan melalui kantor cabang FIFGROUP terdekat.

Social Media
Facebook     : FIFCLUB
Instagram     : @FIFCLUB
Twitter     : @fifclub
Youtube     : FIFCLUB
Website    : www.fifgroup.co.id
www.spektrakredit.com

Film Jembatan Pensil Lahir dari Kisah Nyata Perjuangan Anak-Anak Pelosok Untuk Mendapatkan Pendidikan Berkualitas

Bagi saya yang tumbuh dan hidup di daerah yang sudah berkembang pembangunannya, tentu cerita tentang perjuangan anak-anak di dalam tokoh film Jembatan Pensil, adalah suatu kisah epik yang menarik. Jalanan depan rumah orang tua saya adalah jalan raya Propinsi yang beraspal, yang tentu saja nyaman untuk dilewati,  apalagi untuk sekedar sekolah. Apalagi sekolah saya tak pernah jauh. Sekolah TK cukup saya berjalan 500 meter dari rumah, SD cukup 1 km, SMP cukup 2 km, dan SMA cukup 3,5 km. Menempuh sekolah TK hingga SD saya cukup berjalan kaki, sesekali naik sepeda. Jalanan nyaman, rata dan sedikit ramai. Sehingga jika harus mendengar cerita anak-anak yang harus berjalan puluhan kilometer tiap hari untuk sekolah, melewati lembah gunung dan hutan kayak doraemon, bahkan menyeberang jembatan menyeramkan di atas sungai deras seperti di Film Jembatan Pensil itu adalah cerita “wah” bagi saya.

Sewaktu bekerja di Surabaya selepas lulus kuliah, karena dekat dengan kantor saya sempat tinggal mengontrak dengan mahasiswa ITS di wilayah Keputih. Nah, karena luasnya areal kampus, saya ingat ada adik-adik jurusan MIPA yang tinggal mengontrak dengan saya enggan melewati jalan pada umumnya karena terlihat jauh, mereka melewati gang sempit di belakang kampus dan harus melewati rawa-rawa. Asli itu sebenarnya bukan jalanan, hanya saja itu adalah jalan pintas untuk segera sampai di kontrakan agar bisa segera istirahat di tengah padatnya jadwal pratikum yang cukup melelahkan. Nah, saya ingat melewati jalan pintas itu adalah hal epik mereka. Mereka melewati pinggiran tembok pembatas kampus dan rumah warga. Jika tercebur di rawa pada waktu pulang kuliah mungkin masih mending mereka hanya ditertawakan teman-teman, jika itu waktu berangkat dan sudah  mepet waktu, riwayat itu adalah nasib buruk dimarahi dosen, belum lagi kadang kertas dan hasil pratikum yang ikut basah kuyup bahkan rusak.

Jadi ketika menonton salah satu scan film Jembatan Pensil ini, saya dibuat takjub dengan aksyen perjuangan anak-anak SD yang harus bersekolah di tempat yang jauh dari rumah mereka, melewati sebuah jembatan yang sudah rapuh dan sempat membuat mereka tercebur basah kuyup.

Menurut Exan Zen sang penulis skenario Jembatan Pensil,  kisah ini berawal dari kisah nyata yang dialaminya. Di masa kecil, dia harus menempuh perjalanan  berliku untuk menuju sekolah.  Sebuah jembatan juga harus dilewati Exan Zeus bersama 4 kawannya, malang tak bisa dicegah saat ternyata 3 dari 4 rekannya mengalami kecelakaan dan jatuh dari jembatan hingga meninggal dunia. Di film Jembatan pensil hanya 1 korban jiwa. Dulu saat sekolah bersama, Exan Zeus dan kawan-kawan juga sempat berbagi sebuah penghapus menjadi 5 potong, dalam adaptasinya, dia mengubah penghapus menjadi pensil yang dibagi menjadi 4.

Sebagai pengamat kebetulan kemarin lusa, 3 September 2017, saya berkesempatan, saya melihat Gala Premiere film ini di Gandaria City XXI, memang ide kecil film ini berasal dari kisah nyata, dan  inilah yang menurut saya membuat film ini memiliki ruh dan mampu dikemas manis hingga menggetarkan hati penontonnya. Saya yakin film produksi Rumah Produksi Grahandika Visual ini akan sukses di pasaran, ibarat guyuran hujan, film ini ibarat hujan yang dirindukan di tengah kemarau panjang film anak-anak bermutu di era ini.

Film untuk keluarga dan layak untuk semuua usia ini  mengambil lokasi  di Kabupaten Muna, Propinsi Sulawesi Tenggara ini, mengangkat tentang kisah kehidupan anak-anak sekolah dalam upaya mereka untuk tetap terus belajar walaupun dalam keterbatasan ekonomi, pun harus berjalan jauh dan  melewati jembatan yang sudah rapuh. Di Sebuah Sekolah Gratis yang dibangun oleh Pak Guru (diperankan oleh Andi Bersama), anak-anak berkebutuhan khusus seperti Ondeng (tuna grahita yang diperankan Didi Mulya) dan Inal (tuna netra yang diperankan oleh Angger Bayu) yang secara fisik dan mental tidak sempurnapun masih tetap bisa mengenyam pendidikan bersama anak-anak yang normal tidak hanya di dalam kelas tapi juga belajar langsung pada alam.

Interaksi dan konflik antar karakter dalam film ini mengangkat  tentang tema persahabatan, cinta dan perjuangan dengan sangat sederhana walaupun dikuatkan dengan beberapa adegan tragis yang mengundang air mata. Visual yang luar biasa dari pemandangan laut, pantai bukit dan daratan di Muna sangat luar biasa, belum pernah ditampilkan dalam film layar lebar di Indonesia mengimbangi beberapa adegan sedih yang mewarnai film ini.

Film ini menampilkan karakter masyarakat Sulawesi Tenggara khususnya Kabupaten Muna dengan beberapa mata pencaharian penduduk yang sebagian sebagai penenun, nelayan dan peternak. Pengusaha Tenun Ibu Farida (yang diperankan Meriam Bellina), nelayan diwakili tokoh bernama Gading (diperankan oleh Kevin Yulio) dan peternak yang diwakili oleh Arman (Agung Saga).

Film ini banyak menggunakan bintang film yang telah berpengalaman, pemeran anak-anak seperti Permata Jingga (berperan sebagai Yanti), Azka Marzuki (berperan sebagai Aska), Nayla D Purnama (berperan sebagai Nia), Vickram Priyono (berperan sebagai Attar). Pemain dewasa yang sudah malang melintang seperti Deden Bagaskara (berperan sebagai Pamone), Roy Turaekhan (berperan sebagai Jaffar) dan Alisia Rininta (berperan sebagai Aida).

Film ini juga menghadirkan pemain baru Didi Mulya yang berperan sebagai Ondeng, dan juga Angger Bayu yang berperan sebagai Inal bocah tuna netra.

Sinopsis Film Jembatan Pensil

Sebuah kisah perjuangan anak-anak usia Sekolah Dasar (Inal, Nia, Aska, Yanti dan Ondeng) untuk terus mendapatkan pendidikan di sebuah Sekolah Gratis yang dibangun oleh Pak Guru. Inal yang tuna netra dan Ondeng yang memiliki ‘keterbelakangan’, tetap bisa menikmati masa-masa sekolah dengan gembira walaupun harus melalui perjalanan berliku untuk berangkat dan pulang sekolah.

Kemampuan Ondeng menggambar sketsa menjadi kesibukan hari-harinya di dalam maupun di luar sekolah, dia selalu ‘merekam’ semua yang menjadi ketertarikannya dalam gambar sketsa, termasuk kehidupan ayahnya yang seorang nelayan dan jembatan rapuh yang selalu dilalui sahabat-sahabatnya. Cita-citanya adalah untuk membangun jembatan yang setiap hari dilalui sahabat-sahabatnya itu. Ketika akhirnya jembatan rapuh itu rubuh saat keempat sahabat itu sedang menyeberang, tidak membuat semangat anak-anak itu pupus.

Ketakutan dan pikiran Ondeng yang selalu teringat ayahnya dan ketakutannya setelah ditinggal ayahnya membuat Ondeng lepas kendali dan tidak menyadari bahayanya membawa perahu sendiri ke laut.
Bagaimana akhirnya impian Ondeng untuk membangun jembatan untuk teman-temannya?

Yuk saksikan Film Jembatan Pensil ini di bioskop di tanah air mulai 7 September 2017

Kesan Terhadap Film Jembatan Pensil

  • Keluar dari studio di dalam bioskop terkesan keget saat menemui Angger Bayu waktu Press Converence. Angger Bayu ternyata tidak buta, dia merupakan anak berbakat dari Sanggar Anak Bulungan asuhan Bang Andi Bersama yang juga ikut bermain dalam film ini sebagai Pak Guru. Hi hi hi, kalau saya pasti pusing aksyen membalik-balik mata bak para tuna netra selama beberapa waktu.
  • Film ini termasuk film yang bisa memancing air mata, jangan lupa bawa tisyu ya…  Namun sedih-sedih yang ada akan terobati oleh visual yang luar biasa dari pemandangan laut, pantai bukit dan daratan di Muna sangat indah, belum pernah ditampilkan dalam film layar lebar di Indonesia mengimbangi beberapa adegan sedih yang mewarnai film ini.
  • Sebagai menantu orang Suku Muna, yang terkenal bicaranya lantang dan keras, saya menilai akting Mbak Meriam Bellina masih tetap pantas diacungi jempol. Gaya bicara dan logatnya amat pandai meniru gaya orang Muna. Untuk logat pemain lainnya belum penuh mencirikan orang Muna, kecuali orang yang berperan sebagai ayah Arman.
  • Salah satu adegan di film ini, Attar anak-anak yang bersekolah di Sekolah Gratis diantar kakaknya berangkat  sekolah dengan naik kuda. Sedangkan peternakan yang dominan di Kabupaten Muna merupakan peternakan kuda, namun di film digambarkan adanya peternakan sapi. Saya yakin jika ditunjukkan itu peternakan kuda, dan kuda yang lebih banyak diperlihatkan daripada sapi di dalam film tentu lebih eksotik.
  • Dalam salah satu adegan melaut, Gading berakting sedang membaca buku, terlihat Gading membaca buku Filsafat Kesusastraan. Hal menggelitik bagi saya, mengapa seorang Gading yang diceritakan tidak berpendidikan tinggi bisa tertarik filsafat sastra? Sebuah keilmuan yang menurut saya terbilang berat. Mengapa bukan buku tentang marketing saja yang dibacanya agar hasil melautnya sebagai nelayan bisa berkembang secara eknomi.
  • Oh ya, ada sedikit kejanggalan tentang anak-anak yang basah kuyup sehabis tercebur di sungai akibat jembatan yang runtuh. Mengapa dibiarkan meneruskan belajar, bahkan di ajak ke dalam goa Liang Kobori  untuk belajar bersama alam. Mengapa tidak diminta pulang saja, tak adakah kekhawatiran jika mereka masuk angin. Hi hi hi, untunglah ini hanya film, kalau saya jadi gurunya saya pasti bingung mencarikan baju ganti untuk mereka.

 

Terlepas dari segala kekurangannya, film ini patut mendapat bintang 4 dari level maksimal 5. Sebuah apresiasi karya anak Bangsa Indonesia yang cukup menginspirasi ditengah sepinya karya-karya bermutu bernuansa pendidikan dan mampu mengangkat kearifan lokal daerah yang selama ini masih belum di kenal. Daerah Raha Muna bisa dibilang adalah “raja ampat-nya” Sulawesi yang belum tereksplor.

Oh ya  Jembatan Pensil ada lho di kehidupan nyata. Setelah hadirnya film Jembatan Pensil ini, di Kabupaten Muna didirikan sebuah jembatan di dekat Danau Futuno Sangia, Kecamatan Kabangka, Kabupaten Muna yang disebut Jembatan Pensil. Tempat ini yang dipakai syuting film Jembatan Pensil. Hal ini saya lihat di postingan warga Muna di instagram bernama @kemaladewi92.

Jembatan Pensil

Sebagai sebuah apresiasi terhadap film anak bermutu ini, pihak Istana Kepresidenan menggelar acara diskusi dan pemutaran khusus, bahkan sebelum gala premiere digelar yaitu tanggal 23 Agustus 2017. Tanggapannya luar biasa, bahkan akan digelar nobar kedua di tempat yang sama, setelah melihat antusiasme sebelumnya.

Karena tayangan ini cukup mengapresiasi para anak berkebutuhan khusus, saat ini juga sedang diproses dibuatnya text tulisan untuk anak tuna rungu dan suara yang lebih dominan untuk anak tuna netra.

Kampanye-kampanye ke berbagai sekolah termasuk di Jabodetabek juga beberapa kota besar lain juga dilakukan, agar banyak anak-anak banyak terinspirasi film ini, dan semakin rajin belajar dengan  fasilitas  belajar di sekolah mereka yang tentunya lebih baik daripada siswa-siswi SD Towea di film Jembatan Pensil. Supaya mereka tak terkena arus pergaulan negative di luar sana dan melupakan pentingnya pendidikan.

Mau nobar juga? Yuk diatur saja waktunya…