Asyiknya Belajar Memasak dan Membuat Foto Cantik Bareng Kartini Digital

Seperti kita tahu, Kartini adalah simbol kebangkitan dari kaum wanita, dari jaman kegelapan ilmu pengetahuan ke jaman bangkitnya ilmu pengetahuan untuk kaum wanita. Sehingga tak salah jika event ulang tahun sang pahlawan wanita asal Jepara – Jawa Tengah ini sebagai masa memotivasi para kaum hawa untuk meningkatkan aktualisasi dirinya tanpa melupakan kodratnya ssebagai ratu rumah tangga.

Banyak event yang diadakan beberapa lembaga untuk mengasah ketrampilan kewanitaan seperti menjahit, menyulam, membuat aneka kerajinan tangan (craft), memasak, make-up dll. Salah satunya sebagai upaya untuk menambah income keluarga. Untuk bisa survive bisnis di era digital ini, maka wanita dituntut pula mampu memainkan media sosial salah satunya bisa membuat konten foto yang ciamik, tanpa itu rasanya bagai makan sayur tanpa garam.

Memasak sebenarnya tak melulu tugas wanita, tapi ketika wanita tak mau memasak (ini bukan tak mampu ya…), maka ke-feminiman ataupun kesadaran akan kodratnya perlu dipertanyakan (please… jangan ada yang baper, ini sedang menasehati diri saya yang kadang malas memasak). Ribetnya persiapan memasak, juga kegiatan setelahnya yaitu beres-beres kadang bikin bete.  Nah, The Hive Cook & Snap Class kali ini adalah sebuah motivasi baru, bahwa masakan simple bisa disiapakan dengan gampang, anti ribet dan ternyata lezat.

Di era digital ini, sebenarnya bisa dibilang susah-susah agak gampang. Loh? Bagaimana tidak, saat ini mudah banget jika kita ingin belajar masak. Tinggal menelusuri tulisan lewat dunia maya lewat mesin pencari, ataupun cukup tekan searching video demo masak di youtube yang jumlahnya bejibun. Nah…ternyata dunia maya masih penuh keterbatasan, sehingga jika ada acara Kartini’s Day dengan tema : The Hive Cook & Snap Class yang diadakan oleh Tabloid Wanita Indonesia bersama Best Western Premier The Hive, pada hari Sabtu, 21 April 2018 kemarin, ternyata masih cukup mengundang antusiasme bagi para ibu penghobi masak termasuk saya tentunya.

Target market Tabloid Wanita Indonesia yang memang untuk wanita, menjadikan berbagai acara untuk komunitas pecinta tabloid ini sering juga diadakan. Acara Kartini’s Day yang diadakan oleh Tabloid Wanita Indonesia bersama Best Western Premier The Hive tahun ini ternyata merupakan kerjasama di tahun ke-3.

Acara dimulai dengan sambutan mas Reylando Eka Putra sebagai Senior Promotion Tabloid Wanita Indonesia yang senang dengan antusias peserta yang datang untuk mengikuti cooking class dan belajar bagaimana memotret makanan dari fotografer senior Tabloid Wanita Indonesia mas Zulham.

Mengeker, Memotret Makanan Lewat Ponsel

Mas Zulham langsung memulai sesi berbagi tentang cara mememotret makanan menggunakan ponsel cerdas untuk diunggah di media sosial. Kamera DSLR yang sebenarnya pegangan Mas Zulham untuk membuat foto yang dimuat di tabloid, namun di kesempatan berbagi kali ini, beliau dengan lihai berbagi tips bagaimana memotret makanan lewat ponsel cerdas.

Ada lima tips mengeker dan memotret makanan lewat ponsel cerdas menurut Mas Zulham agar terlihat keren di media sosial :

  1.  komposisi : tujuannya agar objek yang difoto jadi lebih cantik. lebih enak dilihat. atur penempatan objek. bisa dengan gaya diagonal, simetris, atau menggunakan konsep third of rule.
  2.  pemilihan angle : bisa memotret dari atas untuk menampilkan makanan secara keseluruhan atau dari bawah dan samping untuk lebih dramatis
  3. pencahayaan alami : sebaiknya menggunakan cahaya matahari di pagi jam 9-10 atau jam 15.-16 jika memotret di malam hari bisa menggunakan lampu belajar dan alas kue untuk reflektor agar tidak berbayang di atas makanan
  4. latar belakang : jika ingin menampilkan kesan elegan bisa menggunakan latar belakang putih, sedangkan latar belakang warna-warni akan menampilkan kesan ceria.
  5. perbanyak warna dalam objek foto
  6. mengedit foto :

Setelah presentasi mas Zulham selesai, dibuka tanya jawab tentang memotret makanan lewat ponsel. Selanjutnya ada kompetisi yang diikuti 3 peserta termasuk saya, untuk membuat foto makanan dari salah satu snack peserta yang disediakan pihak Hotel yaitu berupa cake keju. Namun hasil foto yang saya buat masih banyak kekurangan, termasuk kurang mengekspresikan kenikmatan kue karena bagian atas  tekstur kue kurang terlihat.

Cooking Class

Selanjutnya, giliran Chef Mulyadi Makmur, chef dari Hotel Best Western Premier The Hive berbagi ilmu. Ada 4 makanan yang akan dibuat hari itu di acara Cooking Class: Tomato Cream Soup, Seared Salmon with Cream Sauce, Chicken Roasty with Baked Potato, dan Special Fried Ice Cream. Selama proses memasak, beberapa dari undangan diminta untuk ikut berpartisipasi secara bergantian menjadi asisten sang Chef.

Sambil menyimak, karena jam makan siang sudah tiba, wanginya makanan memenuhi ruangan Cerana Meeting Room lantai 3 Hotel Best Western Premier The Hive yang dijadikan tempat acara, membuat saya makin lapar. Sebelum makan siang, setelah sesi demo memasak selesai, kami pun berlomba-lomba untuk memotret makanan ini untuk diunggah ke Instagram, twitter dan media sosial lainnya dalam rangka memenangkan hadiah dari sponsor di acara hari itu.

Peragaan Busana Wanita di Era Digital

Setelah makan siang,sebelum acara berakhir, sebelum door prize diberikan, para wanita undangan diminta memperagakan busana bak seorang peragawati terkenal. Kurang seru merayakan Kartini’s Day tanpa adanya fashion show. Apalagi kami, para undangan sudah diminta menggunakan kebaya atau batik sebagai dress code acara hari itu.

Terimakasih untuk Hotel Best Western Premier The Hive,Tabloid Wanita Indonesia untuk kesempatan mengikuti  The Hive Cook and Snap kali ini, tak lupa terima kasih untuk merchandize dari Traveloka & TOZA Juice. Moga lain kali saya bisa berkesempatan bergabung kembali.

Sebelum berpisah, kami berfoto bersama.

Best Western Premier The Hive

Secara lokasi, Best Western Premier The Hive ini sangat strategis. Berlokasi di Cawang – Jakarta Timur, kita hanya butuh waktu sekitar 10 menit jika berkendara menuju bandara Halim Perdana Kusuma. Untuk tamu-tamu yang dari Bogor, Bandung atau juga pulau Jawa yang melintasi jalan darat, Best Western Premier The Hive ini sangat mudah diakses. Karena lokasinya hanya beberapa menit dari gerbang tol. Lokasi tepatnya ada di depan halte busway Cawang Sutoyo. Jika ingin menjangkau beberapa lokasi wisata di Jakarta, juga gampang dijangkau

Seperti diungkapkan  di awal acara oleh Rifka Giovani, Director of Sales Marketing Best Western Premier The Hive, sudah memperkenalkan hotel bintang lima ini.

The Hive memiliki makna sarang lebah. Tujuannya agar hotel Best Western Premiere The Hive ini bisa memberikan manfaat bagi para tamu yang datang dan menginap, sebagaimana banyaknya manfaat dari sarang lebah. (by. Rifka Giovani, Directior of Sales Marketing Best Western Premiere The Hive )

Ada 191 kamar yang ditawarkan di Hotel Best Western Premier The Hive. Kenyamanan dan keamanan bagi para tamu-tamunya insha Allah dijamin dengan baik. Sangat cocok untuk menginap jika ada urusan bisnis di seputar Jabodetabek, ataupun untuk bersantai liburan.Tersedia juga kolam renang, sehingga cocok untuk menginap bersama keluarga.

Beberapa type kamar di Hotel Best Western Premier The Hive bisa kita pilih seperti: Superior Twin, Deluxe Twin, Deluxe Double, Super Deluxe, Corner Suite, Junior Suite, Premier Suite

Jika Anda berminat untuk menginap di Best Western Premier The Hive, silakan langsung menghubungi ataupun kepoin alamat dan  beberapa link sosial media berikut ini :

Hotel Best Western Premier The Hive
Alamat : Jl. DI Panjaitan Kav 3-4 Jakarta Timur, Jakarta 13340
Reservasi : (021) 29821888
Website : www.bwpremierthehive.com
Facebook : BWPREMIERTheHive
Instagram : @bwpthehive
Twitter : @bwpremierthehive
Blog: infothehive.blogspot.com

 

Peta Okupasi Meningkatkan Efektivitas dan Efisiensi Perencanaan Nasional Pengembangan SDM Bidang Kominfo

Dalam rangka meningkatkan daya saing dan produktivitas SDM tenaga kerja Indonesia pada era persaingan regional ASEAN dan global saat ini, upaya peningkatan kompetensi dan penyetaraan kualifikasi tenaga kerja Indonesia dengan tenaga kerja asing perlu terus dikembangkan. Salah satu upaya tersebut adalah pengembangan sistem sertifikasi nasional yang menuntut keterlibatan seluruh sektor, tidak saja pemerintah tetapi juga industri dan masyarakat sipil, termasuk lembaga-lembaga pendidikan dan pelatihan.

Namun, penyusunan standar kompetensi, kualifikasi dan level kompetensi dalam pengembangan sistem sertifikasi SDM nasional sampai saat ini masih terkesan kurang terencana secara sistematis, karena belum adanya peta okupasi/profesi berskala nasional yang mencakup seluruh bidang keahlian dan keterampilan yang dibutuhkan dunia industri. Demikian dijelaskan Kepala Badan Litbang SDM, Basuki Yusuf Iskandar, dalam Sambutan Pembukaan Acara Launching Peta Okupasi Nasional Bidang Kominfo, yang dilaksanakan di Kementerian Kominfo, Rabu, 25 April 2018.

Peta tersebut diperlukan disamping untuk memetakan jenis-jenis jabatan/okupasi/profesi bidang-bidang industri, juga diperlukan bagi lembaga-lembaga pendidikan dan pelatihan, sebagai acuan penyusunan modul dan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan kompetensi dunia kerja.
Dengan latar belakang pemikiran tersebut, Badan Litbang SDM, Kementerian Kominfo bekerjasama dengan asosiasi industri dan asosiasi profesi sejak Juli 2017 telah melaksanakan kegiatan Penyusunan Peta Okupasi Nasional Bidang Kominfo.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam empat kali workshop dengan melibatkan wakil-wakil dari Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) Pusat, Asosiasi Perposan Indonesia (Asperindo), Perimpunan Hubungan Masyarakat (Perhumas), Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI, dan Persatuan Karyawan Film dan Televisi Indonesia (KFT), Asosiasi Industri Animasi dan Kreatif Indonesia (AINAKI), Asosiasi Desain Grafis Indonesia (ADGI), Asosiasi profesional desain komunikasi visual Indonesia (AIDIA). Perkumpulan Penulis Profesional Indonesia (Penpro), Ikatan Penerbit Indonesia dan Asosiasi Profesi Fotografi Indonesia.

Sementara para pemangku kepentingan yang terlibat dalam penyusunan Peta Okupasi nasional Bidang Telekomunikasi diantaranya adalah Badan litbang SDM Kemkominfo bersama Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Bappenas, Kementerian Ketenagakerjaan dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin). Pihak lain yang terlibat diantaranya adalah Adhitech Matra satelit, Aditect Matra, Akademi Telkom Jakarta, Alita, Apjastel, Asosiasi Satelit Indonesia (ASSI), Aspekti, Bappenas, Belsystem Indonesia, CKP CBT Centre, Ericson Indonesia, Ericsson, EZ Consulting, Fiberstar, Floatway Systems, Indosat, IT Telkom Purwokerto, Kemnaker, KemKominfo, LIPI, LSP Telekomunikasi, LSP Telekomunikasi Digital Indonesia (TDI), Mastel, Media Citra Indosiar (MCI), Mega akses persada (Fiberstar), Metrasat, Moratelindo, Nexwave, Nokia APAC, Politeknik Negeri Jakarta, PPTSI, Smartfren Telecom, SMKN 4 Tasikmalaya, STEI ITB, Telkom, Telkom University, Telkomsel, TME, Unisat, Univ. Hamka, Univ. Darma Persada, Univ. Indonesia, Univ. Multimedia Nusantara, XL Axiata.

Dari keempat workshop tersebut akhirnya tersusun Peta Okupasi Nasional Bidang Telekomunikasi dengan gambaran sebagai beriku mencakup 4 (empat) area fungsi kunci, yaitu: Akses, Transport, Core, dan Satelite. Empat area fungsi kunci itu terdiri dari :

  1.  akses, yang dibagi menjadi dua area fungsi mayor yaitu Akses Wireless, dan Akses Wireline/fiber optic;
  2. Transport yang dibagi menjadi dua area fungsi mayor yaitu Transport Wireless dan Transport Wireline/fiber optic;
  3. Core, yang dibagi mejadi tiga area fungsi mayor yaitu circuit switch, packet switch, IP Multimedia Subsystem (IMS) dan VAS (Value Added Service) serta
  4. Satellite, dibagi menjadi 2 (dua) area fungsi mayor yaitu: Ground Segment Satellite dan Space Segment Satellite.

Total okupasi di bidang Telekomunikasi sebanyak 492 okupasi dan seluruhnya sudah memiliki deskripsi okupasi. Dari total 492 okupasi tersebut, 120 okupasi sudah memiliki SKKNI; 153 okupasi sudah sebagian memiliki SKKNi; dan 219 okupasi belum memiliki SKKNI.

Dan untuk Peta Okupasi Nasional Bidang Komunikasi dengan gambaran sebagai berikut, mencakup 10 (sepuluh) area fungsi, yaitu: Animasi; Desai Komunikasi Visual (DKV); Fotografi; Kehumasan; Multimedia; Penerbitan; Penyiaran radio; Penyiaran TV; Periklanan; dan Perposan. Total okupasi di bidang komunikasi sebanyak 361 okupasi.

Sebanyak 47 okupasi sudah mempunyai form deskripsi dan standar kompetensi. Terdapat 200 okupasi yang sudah mempunyai form deskripsi namun tidak semua tugas mempunyai standar kompetensi. Sebanyak 61 okupasi yang sudah mempunyai form deskripsi namun belum mempunyai standar kompetensi. Sebanyak 53 okupasi yang belum mempunyai form deskripsi

Sebagai acuan perencanaan nasional pengembangan SDM tenaga kerja industri bidang Kominfo, Peta Okupasi yang diluncurkan tahun 2018, tersebut perlu ditindaklanjuti dengan partisipasi dan kerjasama semua pemangku kepentingan. Namun, apabila dipandang perlu untuk dilakukan penyempurnaan, partisipasi dan kerjasama stakeholders, khususnya dari kalangan industri, sangat diharapkan.

Hati-hati Film 5 PM Bisa Membuatmu Terpaut Pada Masjid!

Lima Penjuru Masjid, 5 Penjuru Masjid, 5 PM atau The 5 Corners Of The Mosques merupakan film religi Indonesia terbaru 2018. Film ini disutradarai oleh Humar Hadi dan skenario ditulis oleh Umank Ady. Film 5PM ini ceritanya terinspirasi dari para pemuda yang hijrah ke masjid untuk terpaut pada sang pencipta.

Dibintangi oleh Zikri Daulay, M Taufik Akbar, Faisal Azhar Harahap, Alfie Affandi, Zaky Ahmad Rivai dan Aditya Surya Pratama serta diproduseri Bedasinema Pictures, film Lima Penujuru Masjid akan rilis dan tayang perdana pada 17 Mei 2018 dengan durasi 98 Menit.

Original Soundtrack film 5PM Penjuru Masjid merupakan album yang telah diproduksi oleh Bedasinema Record. Dalam sebuah album tersebut berisi empat buah lagu. Lagu yang ada dalam soundtrack film Lima Penjuru Masjid yaitu: Aditya Surya Pratama Judul Penjuru Masjid, Teddy Snada Judul Larilah pada Allah, Syakir Daulay Judul Baiturrahman dan Cast 5 PM Judul Ayo ke Masjid.

Sinopsis :
Ada keanehan dan tampak berbeda yang dirasakan Gani (Faisal Azhar Harahap). Ia selalu menunggu di masjid dan terkejut ketika ada beberapa tamu yang tak biasa. Biasanya masjid Alkautsar yang sepi serta jarang ada kerumunan anak muda kini telah berubah. Secara tidak diduga sera disengaja masjid tersebut kedatangan Abian (Zikri Daulay) seorang musisi yang lagi sepi orderan manggung, Budi (Aditya Surya Pratama) pemuda yang gagal berangkat ke Inggris, Usman (Zaky Ahmad Rivai) seorang buruh pabrik resleting yang baru saja kena PHK dan Lukman (Ahmad Syarief) pengusaha laundry kiloan.

Disisi lain ada juga Bewok (M Taufik Akbar), seorang maling kotak amal yang sudah berhasil diselamatkan oleh lima sahabat dari murkanya amukan warga. Ia harus tinggal serta menetap di Masjid selama 40 hari secara berturut-turut dan harus menggantikan posisi pengurus masjid yang masih sakit. Di masjid Bewok merasa penasaran dengan banyak hal yang telah dilakukan Budi, Lukman, Abian, Gani dan Usman. Di tengah itu, ada sosok orang yang muncul serta membuat keberadaan lima sahabat dan Bewok selalu dipertanyakan.

Di dalam film Lima Penjuru Masjid juga di certiakan Arde (Alfie Affandi), seorang pembuat gaduh dan sangat membenci sekali masjid. Selain itu juga ada Mey (Ressa Rere) seorang gadis yang merupakan sumber pertengkaran antara Bewok dan Gani. Apakah kecintaaan dan kesayangan mereka terhadap masjid tersebu masih tetap sama? Serta bagaimana mereka semua melaluinya?

Film religi garapan Bedasinema ini akan mulai rilis di bioskop pada tanggal 17 Mei 2018. Berdurasi 98 menit, dengan Bahasa Indonesia. Semoga kesuksesan ikut membersamai film ini, sebagaimana film Tausiah Cinta garapan Bedasinema sebelumnya yang bertahan hingga 1 tahun di roadshownya sepanjang tahun 2016.