KLIS Hadirkan Seminar “International Forum on Islam, Education and Global Peace”

Kemarin lusa, saya bertandang ke gedung K-Link Tower di Jalan Gatot Subroto Jakarta Selatan. Bukan dalam rangka belanja dagangan produk K-Link seperti biasanya, namun dalam rangka hadir di seminar yang diadakan oleh Knowledge Link Intercultural School (KLIS) yang membahas tentang peran pendidikan Islam dalam mewujudkan perdamaian dunia.

Knowledge Link Intercultural School (KLIS), adalah sekolah Internasional dan Multikultural, yang diperkaya dengan nilai-nilai Islami, dengan lokasi strategis di K-LINK Tower, Jalan Gatot Subroto lantai 11, Jakarta Selatan. KLIS hadir untuk menjawab semua keraguan orang tua dalam memilih pendidikan bagi buah hatinya yang tepat agar berkarakter dan berkualitas standar Internasional.

Berawal dari kepedulian K-link dalam pendididkan maka CSR K-Link atau lebih dikenal K-Link Care mendirikan sebuah sekolah untuk anak-anak berkebutuhan khusus sejak beberapa tahun lalu di Sentul Bogor dan cabang di Kuala Lumpur-Malaysia. Tahun ajaran baru 2019-2020, K-Link melebarkan sayap untuk pendidikan regular bagi anak-anak tingkat SD (Sentul-Bogor) dan SMP (Gatot Subroto-Jakarta Selatan) dengan konsep Islamic Full Day School yang menggunakan standar kurikulum Intercultural.

K-Link melihat potensi kepribadian masyarakat Indonesia yang sangat positif dan berbeda dengan kepribadian bangsa lain, seperti rajin, daya juangnya tinggi dan suka bekerja keras. Dengan keberhasilan K-Link Care, K-Link berusaha menghadirkan pendidikan berbasis kurikulum International Cambridge (untuk tingkat SD) dan kurikulum OXFORD AQA (untuk tingkat SMP) dan tak lupa menghadirkan kurikulum Islam karena basis K-Link dari kegiatan bisnis dengan konsep syariah. Untuk pendidikan Islam KLIS menggandeng para pendidik dari Eropa dan Timur Tengah selain juga pendidik lokal dari Indonesia. Lebih dari 15 Perguruan Tinggi bekerjasama dalam memajukan KLIS sebagai lembaga pendidikan terbaik dengan kualitas pendidikan yang sangat memadai.

Tanggal 9-10 April 2019 KLIS mengadakan Seminar International yang bekerjasama dengan Asian Islamic University Association (AIUA) yang bertempat di Ballroom lantai 5, K-Link Tower, Jakarta Selatan. Acara ini mengundang pembicara dari dalam dan luar negeri yaitu Sheikh Dr. Muhammad Bin Yahya Al-Ninowy (Pendiri Madina Institute dari USA), Prof. Dr. M. Amin Abdullah (Mantan rektor UIN Sunan Kalijaga Indonesia), Prof. Dr. Amany Lubis (Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta), Dr. Mikdar Rusdi (Senior Assistant Professor dari Seri Begawan Religious College, Brunei Darussalam), Assoc Prof. Dr. Ismal Lutfi Japakya (Rektor dari Fatoni University, Thailand), Dato’ Dr. Muhammad Nuranuty (Chairman of UNISZA, Malaysia), Prof. Dr. Dede Rosyada (Professor UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta), Dr. Mahmod Khatib (Pembicara dari Afrika Selatan), Dato Seri Diraja Dr.Zambry (Mantan Menteri Besar Perak, Malaysia).

Dengan menjadi tuan rumah Seminar International merupakan sebuah bukti komitmen KLIS untuk memberikan yang terbaik bagi siswa-siswinya kelak. Sekolah yang berkurikulum International, yang direncanakan akan di launching ajaran baru 2019-2020, pada Juli nanti ini, juga menitik beratkan pada nilai dan prinsip agama Islam. Selain itu, KLIS bermitra dengan institusi perguruan tinggi yang terbaik dalam hal kurikulum pendidikan.

Dengan bekerjasama dengan Universitas Islam yang terkemuka di Asia, Knowledge Link Intercultural School bisa dibilang adalah sekolah Internasional dan Multikultural, diperkaya dengan nilai-nilai Islami, dengan lokasi strategis di K-LINK Tower, Jakarta Selatan, yang hadir untuk menjawab semua keraguan orang tua dalam memilih Pendidikan yang tepat untuk, berkarakter dan berstandar Internasional.

Presiden direktur PT K-Link Indonesia, Dato’ Dr. H. MD. Radzi Saleh dalam sambutannya mengatakan, “Topik-topik yang diangkat oleh para pembicara utama pada seminar ini diharapkan dapat menambah dan memperkaya wawasan kita baik akademisi, mahasiswa maupun masyarakat umum bahwa Islam membawa peran penting dalam tatanan kehidupan di dunia ini, karena populasi umat muslim dunia jumlahnya sangat signifikan, pemikiran-pemikiran dari para cendekia-cendekia yang hadirpada seminar ini akan memberikan kita semua pemahaman baru mengenai tema-tema penting saat ini salah satunya peran Islam dalam perdamaian global.”

Tujuan dari berdirinya AIUA adalah untuk membantu seluruh anggotanya dalam memperkuat perguruan tingginya melalui kerjasama untuk mencapai mutu yang baik. Diharapkan dengan berdirinya AIUA ini, kualitas perguruan tinggi Islam di Asia dapat semakin meningkat.

Sebanyak 60 Universitas yang telah menjadi member di dalam asosiasi AIUA, salah satunya UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universiti Sultan Azlan Shah, Madina Institute, Fatoni University, dan sebagainya.

Seminar AIUA tahun 2019 ini mengusung tema “Islam, Education and Global Peace”, dengan tujuan memberikan wawasan yang luas dan penyeluruh akan peran penting pendidikan Islam, terutama di Nusantara, yang nantinya akan mencerahkan pemikiran-pemikiran generasi muda secara kreatif, berbudaya, dan relijius, membawa Islam sebagai agama Rahmatan Lil Alamiin.

Adapun salah satu agenda di dalam seminar ini yaitu penandatanganan perjanjian antara 3 lembaga pendidikan besar seperti USAS (University Sultan Azlan Shah), Madina Institute dan KLIS (Knowledge Link Intercultural School) Secondary. Insyaallah lewat kerjasama ini akan menebar berkah dan manfaat bagi generasi-generasi muda yang brilian di Indonesia.

Dengan adanya integrasi kurikulum tersebut, diharapkan para pelajar KLIS menjadi pribadi yang pintar secara akademis dan dinamis dalam kecerdasan spiritual dan sosialnya. Dengan lisensi OXFORD AQA International Examination, kami berbeda dan lebih dinamis untuk memenuhi kebutuhan semua siswa-siswi untuk meraih nilai terbaik, dalam ujian penyetaraan sekolah menengah pertama dan atas berdasarkan kurikulum Inggris secara Internasional.

OXFORD AQA juga selaras dengan integrasi kurikulum dan silabus di Indonesia, dimana pemahaman dan pencapaian prestasi akademik siswa-siswi kami tentunya akan membanggakan secara nasional maupun internasional.

Tidak diragukan lagi bahwa KLIS adalah satu-satunya sekolah bernuansa Islami, yang secara multikultural mengusung kurikulum OXFORD AQA dengan integrasi pendidikan karakter dan kepemimpinan.

Dengan guru pengajar yang berkualitas, dan secara internasional bersertifikat, kami siap mencetak generasi penerus bangsa yang berwawasan Internasional, kaya akan pengetahuan dan nilai-nilai Islam, dan juga memiliki rasa kepedulian yang tinggi sebagai individu yang berkarakter luhur Indonesia.

Dengan fasilitas terbaik, berbasis ICT dan Project-Based Learning, semua murid siap untuk belajar secara ilmiah, nyaman dan menyenangkan.

Ditambah lagi beberapa ekstrakurikuler pilihan seperti golf, berkuda, tennis, panahan dan renang, akan membuat mereka secara utuh menjadi pribadi yang tangguh di masa depan, siap bersaing dan mendunia, menjadi pemimpin yang berilmu, inovatif dan berkarakter Islami.

Sebagai sekolah Internasional yang memiliki fasilitas lengkap, biaya pendidikan di KLIS Secondary lumayan terjangkau kalangan menengah ke atas. Dengan biaya belajar Rp.80.000.000,- per tahun diluar biaya buku dan seragam. Biaya belajar bisa diangsur beberapa kali. Untuk pendaftaran angkatan pertama ada diskon 30%, wah…dengan fasilitas memukau harganya ternyata terjangkau. Dengan segera mendaftar di KLIS Secondary akan mendapatkan beasiswa khusus untuk putra-putri Anda tercinta. Bagi siswa berprestasi dan kurang mampu, KLIS memberikan beasiswa juga,  jadi jangan khawatir.

Untuk info lebih lengkap Anda bisa menghubungi : http://www.klis.co.id/
Facebook : Knowledge Link Intercultural School (KLIS)
Instagram : @klis.secondary.jakarta

Alamat : KLIS Secondary – K-LINK Tower, Jalan Jendral Gatot Subroto No.59A, lantai 11 –  Jakarta Selatan 12950

Surel : info@klis.co.id

telepon : +62 877 8469 8953