Category Archives: Review

ASYIKNYA WORKSHOP MENJAHIT BERSAMA KRIYA INDONESIA, BROTHER, KARTINI BLUE BIRD DAN PUSPA SWARA

14089508_10206651744635198_875201225_n

Perjalanan saya  beberapa pekan ini sepertinya touring museum deh, bagaimana tidak agenda ke museum Bank Mandiri, Museum Bank  Indonesia, Museum Nasional hingga Museum Tekstil hadir dengan begitu manisnya.

14064243_10206648183346168_7508980642807882101_n
Museum Tekstil (dok.pribadi)

Jika touring sebelumnya dalam rangka melihat pameran atau expo, touring ke museum tekstil kali ini dalam rangka mengikuti workshop yang diadakan oleh Kriya Indonesia dan  Kartini  Bluebird bekerjasama dengan pemilik merk Brother dan Penerbit Puspa Swara. Sekitar 50 orang dari para anggota Kartini Bluebird, blogger dan perwakilan dari pegawai Museum Tekstil, mengikuti acara ini.

     14055100_10206648181626125_6761582866283931392_n

Acara workshop menjahit ini dibuka oleh Deputi Gubernur bidang Pariwisata dan Kebudayaan Prof.DR.Hj.Sylviana Murni. Beliau memberikan wejangan bahwa kaum wanita harus punya ketrampilan khusus. Jangan berfikir hanya membeli pakaian jadi terus, sebab karya kita harus kelihatan supaya bisa membahagiakan lingkungan. Karya hasil menjahit misalnya. “Salam buat kartini Indonesia!” ungkap beliau selanjutnya

14046050_10206648187946283_3561119328431578326_n
Mbak Astri dan Bu Tati bersama beberapa Kartini Blue Bird yang telah menyelesaikan karyanya dalam workshop menjahit kardigan

Kartini Bluebird adalah merupakan program Corporate Social Responbility (CSR) PT.Blue Bird,Tbk di bidang Pemberdayaan Perempuan. Kegiatannya diantaranya memberikan ketrampilan yang membekali kaum wanita dalam membangun usaha Mikro (UMKM).

Para istri sopir maupun pegawai bengkel dari PT. Blue Bird diberikan pelatihan, permodalan hingga pendampingan usaha. Harapannya mereka bisa punya usaha mandiri dari rumah untuk membantu ekonomi sang suami. Berbagai ketrampilan wanita yang bisa dikomersialkan hasilnya diberikan pada mereka. Ada kegiatan pelatihan tata boga, tata busana dan aneka pelatihan lainnya.

Brother selama ini saya kenal adalah merk mesin ketik, dulu ketika komputer belum umum dimiliki oleh anggota sebuah keluarga, mesin ketik yang lebih familiar hadir membersamai kami.

Namun kini saya tahu ternyata produk-produk merk brother yang dipasarkan di Indonesia begitu beragam. Pabrik merk brother ternyata memproduksi mesin printer tinta dan laser, mesin  Printer LED, mesin Faximili, printer  label, mesin scanner,  mesin ketik dan mesin jahit. dan mesin jahit ternyata telah diproduksi sejak tahun 1801.

Ngomong-ngomong tentang mesin jahit, ternyata mesin jahit yang diproduksi bukan mesin jahit kaki yang jadul itu. Mesin jahit yang diproduksi oleh brother kini adalah mesin jahit portable elektrik.

Menurut sales Brother, mesin jahit yang dihasilkan Brother dibagi  menjadi 3  jenis. Yaitu mesin jahit mechanikal (masih pakai dinamo pedal  kaki), mesin jahit komputer (operasional otomatis), dan mesin bordir (operasional otomatis menggunakan bantuan PC).

Setelah menikah dan tinggal di Jakarta, saya sempat mendapat hibah sebuah mesin jahit portable dari seorang kerabat, namun mesin itu hanya bertahan beberapa waktu saya pakai sebelum kemudian saya hibahkan kembali karena cukup bising jika dipakai.

Tempat tinggal saya  sangat berdekatan dengan para tetangga, karena saya tinggal di daerah padat penduduk Jakarta Utara, membuat saya kadang tak enak hati pada tetangga saat harus menjalankan mesin jahit. Akhirnya saya kembali menggunakan mesin jahit jadul warisan ibunda saya setelah mesin jahit itu dipaketkan dengan ekspedisi oleh keluarga saya di kampung dari Jawa Timur ke Jakarta.

Mengapa mesin jahit begitu penting bagi saya? Karena bagi saya menggunakan baju hasil jahitan sendiri lebih nyaman, karena sesuai ukuran tubuh saya. Berbagai kreasi juga sekehendak saya, sehingga saya bias menyesuaikan aneka modelnya.  Tentu ini cukup membanggakan mengenakan pakaian hasil jahitan sendiri, mengapa harus membeli, kalau bisa bikin sendiri. Sepakat?

Kesempatan di hari Kamis tanggal  18 Agustus 2016 ini adalah kesempatan emas bagi saya belajar langsung tentang dunia menjahit pada ahlinya. Bertempat di Ruang Pamer Museum Tekstil  di Jl. K.S. Tubun No.2 – 4 Petamburan – Jakarta Barat, Pukul 09.00-15.00WIB. Jika naik kereta KRL, posisi Museum Tekstil tepat di belakang Stasiun. Kita bisa turun Stasiun Tanah Abang dan berjalan memutari stasiun Tanah Abang ke arah belakang.

Kami mengikuti workshop menjahit untuk pemula yang dipandu oleh  Mbak Astri Damayanti dan Ibu Hj.Tati Chusen yang selama ini saya kenal sebagai penulis buku best seller  “Pintar Menjahit Untuk Pemula”  yang diterbitkan penerbit Puspa Swara. Buku ini sempat menjadi referensi bagi saya dalam mengembangkan ketrampilan menjahit.

13938520_10206651893358916_8193486946639863321_n
Saya bersama buku Bu Tati dan Mba Astri cetakan lama dan baru

Oh ya, ternyata acara ini adalah launching atas dicetak ulang ke-23 buku Pintar Menjahit untuk Pemula  ini. Dengan jumlah cetakan masing-masing cetakan rata-rata 3000-5000 eksemplar. Wow hebat sekali ya, kedua ibu ini.
Memang tahun 2000-an selepas saya lulus SMA, saya sempat kursus jahit dan sempat menerima orderan.

Namun perkembangan ilmu jahit, apalagi teknik mengambil ukuran dan teknik membuat pola yang beragam menuntut saya belajar tiada henti untuk menjadi lebih baik. Tanpa saya sangka setelah beberapa waktu berkutat dengan buku yang disusun mereka berdua, kini  justru saya bias belajar pada mereka secara langsung.

Ibu Hj.Tati Murtati Chusen SPd, MPd.  adalah seorang aktif mengajar di sebuah Lembaga Pendidikan Ketrampilan, siang ini mengajari kami para blogger dan ibu-ibu anggota Kartini Bluebird untuk membuat cardigan sederhana. Saya yakin Anda semua juga pasti bisa membuatnya.

Dengan sebuah prinsip bahwa menjahit itu mudah, ibu Hj.Tati Murtati Chusen Spd, MPd. mengajari kami dengan telaten untuk menciptakan sebuah cardigan sederhana namun cantik. Menurut beliau, beraneka ragam mode pakaian  bisa kita buat jika kita sudah menguasai teknik dasar menjahit. Sehelai kain yang sederhanapun bias kita sulap menjadi pakaian yang indah.

Jadi mulai sekarang, coba enyahkan mindset di benak Anda kalau menjahit itu susah. Mengukur dan membuat pola memang kunci membuat sebuah baju, namun ini bukanlah sesuatu yang sulit jika kita sudah sering berlatih. Dengan ketrampilan menjahit, kita tak perlu pergi ke penjahit untuk sekedar membuat baju, rok, kulot maupun celana. Kita bisa membuatnya sendiri dan kita bisa menjahit apapun untuk orang-orang tercinta.

Dalam mempersiapkan jahitan, kita harus mempersiapkan alat dan bahannya. Kain, pita ukur, buku kostum, gunting, jarum benang, pendedel, pensil gambar, kertas pola, mata nenek, tali pengikat, aneka penggaris, rader, karbon jahit, jarum pentul, spul dan sekoci, sebaiknya telah kita siapkan.

14045694_10206648184186189_4375949060632880559_n
Bahan dan alat jahit

Dalam membuat cardigan sederhana ini, tidak diperlukan banyak ukuran, cukup  mengukur lingkar leher, dan panjang kardigan yang diinginkan. Pola yang digunakan adalah setengah lingkaran dengan jari-jari panjang dari leher hingga menutup dada. Untuk membuat lubang leher, digunakan rumus khusus untuk membuat kerah baju pada umumnya. Ini bisa lho kita pelajari di buku Pintar Menjahit untuk Pemula karya bu Tati dan Mba Astri.

14022091_10206648174185939_7854371617998315169_n14088604_10206648185426220_3662539811128677528_n13962775_10206648171865881_2610704702498334041_n

Setelah itu, pola dipasang di kain dengan bantuan jarum pentul, lalu digunting. Jika sudah, dipasang karbon jahit kemudian di-rader. Jika telah siap kita bisa mulai memasang kerah dan badan  cardigan jika langkah sebelumnya telah dilakukan. Agar hasil kerah bisa  tegak rapi, bisa kita beri tambahan kain kapas dengan menyetrika kain kapas agar lemnya menempel  pada kain. Langkah terakhir adalah menjahitnya dengan mesin jahit Brother.

14017770_10206651743275164_252951938_n

Cardigan sederhana nan unik ini selain berfungsi mempercantik busana, juga bisa berfungsi sebagai apron bagi ibu menyusui. Insha Allah step by step pembuatan jahitan cardigan ini akan saya ulas dalam tulisan tersendiri.

Mesin jahit portable Brother GS2700 adalah type baru yang dikeluarkan oleh Brother. Dibadrol dengan harga 2,8 juta rupiah. Tadi kami menggunakan mesin ini saat workshop. Berdasarkan pengalaman mesin ini setelah 5 jam mulai terasa panas. Sehingga harus diistirahatkan sebentar sebelum digunakan kembali. Untuk menunda panas pada mesin, jalankan mesin di ruang ber-AC atau minimal didekatkan dengan kipas angin menyala.

Jika Anda akhirnya mengkoleksi mesin jahit portable Brother GS2700 di rumah, upayakan alas meja yang digunakan adalah kayu yang kuat, karena meskipun tidak sebising mesin jahit portable merk lain yang pernah saya gunakan, mesin ini getarannya masih hebat.

Nah, setelah mencoba mesin jahit brother saya punya kesimpulan kalau mesin ini ramah lingkungan. Timing belt adalah komponen penting dalam menentukan seberapa efisien daya yang diperlukan mesin jahit ketika digunakan.

Pengalaman merk Brother dalam memproduksi mesin jahit dimulai sejak 1801 di Jepang, jadi kalau produknya unggul itu tak mengherankan. Timing belt pada mesin jahit brother didesain untuk mengurangi kebisingan saat digunakan dan mengurangi  jumlah daya yang dikonsumsi.  Produk-produk brother memiliki sertifikasi lingkungan karena diproduksi dan dioperasionalkan dengan materi ramah lingkungan.

Saya yakin, jika saya punya mesin jahit portable merk Brother ini, tetangga saya tak perlu merasa terganggu dengan aktivitas saya menjahit. Kasihan kan, kalau tengah malam saya masih asyik dengan jahitan saya, ternyata mereka terganggu istirahatnya. Do’akan ya…saya bisa memiliki mesin portable ini kelak…

13939375_10206648186546248_1987119210841340604_n
Mesin jahit Brother di arena workshop

Teknologi eco mode pada mesin jahit brother akan menghemat daya yang dikeluarkan, teknologi  ini akan mematikan fitur yang tidak diperlukan misalnya pencahayaan untuk menghemat energy. Jadi meskipun daya listrik di rumah tidak besar, Insha Allah mesin ini tetap enjoy digunakan saat malam tiba tanpa khawatir akan menyedot daya listrik secara besar.

13934975_10206648494753953_3231002495441805120_n
Spesifikasi mesin jahit Brother GS2700

Kehebatan  mesin jahit brother memiliki sistem dual feed, sistem ini mensinkronkanisasi jahitan kain atas dan bawah, sehingga jahitan lebih rapi tanpa kesalahan jahit.

Mesin yang baik bukan jaminan jahitan selalu rapi, pemilihan jenis jarum sangat berpengaruh terhadap jenis jahitan. Upayakan pemilihan jarum selalu benar agar hasil jahitan rapi sempurna. jangan sampai kain sutra kita jahit dengan jarum standar dari kain jeans. Bisa jadi kain sutra akan rusak karena jarumnya terlalu besar

Wah tak terasa kami asyik memainkan mesin jahit hingga 3 jam, hingga tercipta cardigan yang unik,  kreasi kami sendiri. Yuk silakan membuat juga…

13939314_10206648170625850_641718974519974958_n

Daftar Hotel dan Penginapan di sekitar Universitas Brawijaya Kota Malang

Universitas Brawijaya Malang adalah salah satu Universitas yang tersohor di kota Malang. Mungkin ada diantara teman dan sahabat yang membutuhkan penginapan di sekitar kampus ini. Keberadaan kampus Universitas Brawijaya juga berdekatan dengan beberapa kampus yang lain. Berikut ini, daftar rekomendasi penginapan dan  hotel terkait strategis dan dekat dengan Universitas Brawijaya Malang.

*UB Hotel*
Address: Jl.MT Haryono no.169, Malang Center, Malang, Indonesia 65145
Telpon: +62 341 558585
Harga Kamar: Mulai dari sekitar 454 ribu rupiah
Bintang: Tiga
Rating Agoda: 7.0
Lokasi: Sekitar 250 meter dari Universitas Brawijaya Malang

*Everyday Smart Hotel*
Alamat: Jl. Soekarno Hatta No.2, Malang Center, Malang, Indonesia
Telpon:
Harga Kamar: Mulai dari sekitar 247 ribu rupiah
Bintang: Dua
Rating Agoda: 6.5
Lokasi: Sekitar 290 meter dari Universitas Brawijaya Malang

*Soekarno Hatta Apartment Malang City*

Alamat: Soekarno Hatta Street, No. 2 , Malang Center, Malang, Indonesia 65141
Telpon: +62 341 471999
Harga Kamar: Mulai dari sekitar 661 ribu rupiah
Bintang: Tiga
Rating Agoda: 4.6
Lokasi: Sekitar 290 meter dari Universitas Brawijaya Malang

*Sandubaya Guest House*
Alamat: Jl. Perumahan Istana Gajayana, Malang Center, Malang, Indonesia 65144
Telpon: +62 341 9118216
Harga Kamar: Mulai dari sekitar 164 ribu rupiah
Bintang: Satu
Rating Agoda: 7.8
Lokasi: Sekitar 340 meter dari Universitas Brawijaya Malang

*De Clove Guest House*
Alamat: Jalan Cengkeh No. 58, Malang Center, Malang, Indonesia
Telpon: 0341-9096272, 0341-492888
Harga Kamar: Mulai dari sekitar xxx ribu rupiah
Bintang: Dua
Rating Agoda:
Lokasi: Sekitar 590 meter dari Universitas Brawijaya Malang

*Swiss-Belinn Malang*
Alamat: Jalan Veteran No.8A, Malang Center, Malang, Indonesia
Telpon: +62 341 550368
Harga Kamar: Mulai dari sekitar 371 ribu rupiah
Bintang: Tiga
Rating Agoda: 7.8
Lokasi: Sekitar 660 meter dari Universitas Brawijaya Malang

*Omahkoe Guesthouse*
Alamat: Jl. Bendungan Sigura-gura IV No. 1, Malang Center, Malang, Indonesia
Telpon: +62 341 556244
Harga Kamar: Mulai dari sekitar 268 ribu rupiah
Bintang: Satu
Rating Agoda: 6.7
Lokasi: Sekitar 680 meter dari Universitas Brawijaya Malang

*PSBB MAN 3 Malang*
Alamat: Jl. Bogor 22 Telp. (0341) 588048, 08123320916 Malang
Keterangan:
– Standard Room [UPDATE 8/2/13]
+ Standard 1 Rp. 125.000/malam [UPDATE 8/2/13]
+ Standard 2 Rp. 140.000/malam [UPDATE 8/2/13]
– Special Room Rp. 175.000/malam (tersedia 8 kamar)
– Special Utama Rp. 250.000/malam (tersedia 1 kamar)
– Exclusive Rp. 300.000/malam (tersedia 1 kamar)
Semua kamar berisi 4 orang, lengkap dengan TV dan kamar mandi dalam

*Asrama Putra Universitas Negeri Malang*
Alamat: Jl. Veteran 15 Malang Telp. (0341) 551312 Psw. 460 atau 085735182807
Keterangan:
– Kamar kapasitas 3 orang Rp. 10.000,00/malam/orang

*Penginapan Kosabra I*
Alamat: Jl. Gresik 4 Telp. (0341) 551508/583811
Keterangan:
– 2 kamar kapasitas 1 orang Rp. 35.000/malam
– 14 kamar kapasitas 4 orang Rp. 70.000/malam

*Penginapan Kosabra II*
Alamat: Jl. Gresik 12 Telp. (0341) 551196
Keterangan:
– Kamar B1 untuk 2 orang Rp. 85.000,00/malam
– Kamar B2 untuk 2 orang Rp. 85.000,00/malam
– Kamar B3 untuk 3 orang Rp. 70.000,00/malam
– Kamar B4 untuk 2 orang Rp. 60.000,00/malam
– Kamar B5 untuk 3 orang Rp. 70.000,00/malam
– Kamar B6 untuk 2 orang Rp. 60.000,00/malam
– Kamar B7 untuk 2 orang Rp. 60.000,00/malam

*Edotel (Education Hotel) SMKN 2 Malang*
Alamat: Jl. Veteran No. 17 Malang Telp. 0341-559449 (depan gerbang UB, dekat dengan UM)
Keterangan:
– Standard Room Rp. 125.000,00/malam (sebanyak 14 kamar)
– Deluxe Room Rp. 145.000,00/malam (sebanyak 1 kamar)
– Suite Room Rp. 195.000,00/malam (sebanyak 1 kamar)
Harga seudah termsuk makan pagi untuk 2 orang + tax + service

*Edotel (Education Hotel) SMKN 3 Malang*
Alamat: Jl. Surabaya No.1 Malang Telp. (0341) 573368
Keterangan:
– Suite room Rp. 275.000 nett
– Deluxe room Rp. 240.000 nett
– Standard room Rp. 200.000 nett
– Extra Bed Rp. 80.000 nett

*UB Inn*
Alamat: Jl. Veteran 6B Malang Telp (0341) 561743, 560371
Keterangan:
– Kamar kapasitas 2 orang Rp. 60.000/malam
– Kamar kapasitas 4 orang Rp. 100.000/malam

*Mass Bhayangkara*
Alamat: Jl Pahlawan Trip (sebelah Bakso bakar) Telp (0341) 553308
Keterangan:
– Deluxe Room+AC Rp. 200.000/malam
– Superior Room+AC Rp. 150.000/malam
– Superior Room Rp. 125.000/malam
– Standard Room Rp. 90.000/malam
– Junior Room (double) Rp. 50.000/malam
– Junior Room (single) Rp. 35.000/malam
– Senior Room Rp. 25.000/malam, sebanyak 12 kamar
– Extra Bed Rp. 25.000/malam

*Youth Hostel*
Youth Hostel adalah penginapan griya Brawijaya yang dikelola oleh Koperasi Mahasiswa Universitas Brawijaya, yang berkedudukan di komplek kampus. Telp (0341)560371, 561743.
Lokasi:
-Tarif sewa perorang @ Rp. 150.000,-/malam (Check out jam 14.00 WIB)

*Wisma Srikandi*
Alamat: Jl Bendungan Darma 18 (Blkg kampus 1 ITN, dekat UB & Matos). Telp 0341-571953.
Keterangan:
– Harga dibawah Rp. 200.000/malam

Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta : Gerbang Berjuta Cinta Untuk Indonesia

“Tak kenal maka tak sayang, tak tahu maka yuk kenalan dulu…!”

Ha…ha…peribahasa ngasal, tapi beneran lho, jika kita hanya tahu sekilas tanpa kenalan pasti adanya tebak-tebakkan, jatuhnya malah berprasangka. Nah daripada banyak menebak-nebak tapi rentan salah jawabannya mending kita tanya ke sumbernya langsung. Yuk…!

Pernah dengar Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta yang ada di Cengkareng sedang direnovasi kan? Pembangunannnya sudah berlangsung sejak pemerintahan Presiden SBY, sekitar 3,5 tahun yang lalu dimulainya. Beberapa pekan lalu saya sempat mengulas sedikit tentang kemegahannya di sini.

Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta ini dalam renovasinya membutuhkan dana sekitar 4,7 Milyar rupiah dan sampai siap beroperasi nanti diperkirakan menghabiskan dana hingga 7,5 Milyar rupiah. Dana yang dihabiskan memang lumayan besar, namun jika kita tahu apa fungsi kehadiran bandara di sebuah negara maka tak sayang bagi kita membangun sebuah bandara dengan kemegahan yang optimal.

Bandara yang bisa diibaratkan teras rumah, yang bisa memikat orang yang lewat untuk mampir karena membayangkan betapa indah kondisi di dalam rumah bersangkutan. Itulah tujuan dibangunnya bandara dengan keindahan yang optimal.

Sabtu tanggal 2 Juli 2016, saya berkesempatan mendatangi kembali Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta Cengkareng. Saya datang bersama teman-teman blogger dan vlogger dari sahabat Liputan 6 dot com. Kedatangan kami disambut oleh bapak Haerul yang merupakan salah satu tim arsitek di terminal 3 Bandara Soekarno Hatta.

Pembangunan Terminal 3 sempat disebut dengan istilah “ultimate” karena sudah dibangun dengan upaya yang optimal. Area seluas 2,4 km telah optimal didirikan bangunan seluas 1,4 km. Sehingga bangunan Terminal 3 Bandara Soeta ini dinobatkan sebagai bandara terluas di Indonesia.

Jika dibandingkan dengan Terminal 1 dan 2 Bandara Soeta, kehadiran Terminal 3 yang baru ini ibarat memberikan air pada kerongkongan yang dahaga. Daya tampung di Terminal 1, 2, dan 3 awalnya terbatas, namun dengan kehadiran terminal 3 ini diharapkan nantinya jumlah penumpang yang transit akan bertambah.

Bahkan diharapkan penumpang dari Luar Negeri yang transit akan menaikkan minatnya tak sekedar transit tapi juga berkunjung ke berbagai daerah tujuan wisata andalan indonesia sehingga diharapkan bisa meningkatkan pendapatan negara dari devisa.

Keunikan Terminal 3 tidak hanya dari unsur teknologi saja, berbagai ornamen  yang menggambarkan identitas art dan culture juga sangat diperhatikan. Memang konsep pembangunan  terminal 1 dan 2 sangat berbeda dengan konsep pada terminal 3. Pada terminal 1 dan 2 warna merah bata dan unsur kayu sangat mendominasi sehingga membuat warna Indonesia yang alami sangat tersa.

Sedangkan konsep pembangunan di terminal 3 lebih mengedepankan unsul metal yang bernuansa modern. dominasi logam dan kaca juga minimnya unsur kayu terlihat sangat membuat perbedaan yang mencolok dengan terminal 1 dan 2.

Tak hanya di dalam area terminal 3, di jalan menuju area terminal 3, jika kita jeli, ada ornamen baru yang dipasang berupa hiasan penjor atau tiruan petir sebagai ungkapan selamat datang, yang berjarak 400 m dari patung garuda yang juga baru dipasang. Sedang patung Soekarno Hatta yang lama dipindah di bundaran prasasti dekat pintu kargo.

Dua belas orang seniman diberdayakan untuk ikut memberikan nuansa identitas budaya Indonesia di area Terminal 3 bandara Soekarno Hatta ini. Mereka adalah seniman-seniman yang begitu dihargai di Luar Negeri.

Ada lukisan yang dipasang di salah satu gate yang merupakan karya dari seniman Indonesia. Kami diperlihatkan lukisan karya Pak Nashirun yang berupa gambar tiga dimensi Soekarno Hatta. Jika kita amati dengan konsentrasi tinggi lukisan itu seperti hidup. Lukisan Soekarno Hatta bisa melirik ke kanan atau ke kiri.

Melihat ini saya teringat lukisan serupa di Museum Bung Karno yang terletak bersebelahan dengan Perpustakaan Bung Karno di Blitar Jawa Timur. Lukisan di Blitar yang kelihatan bergerak dadanya. Degub jantung Bung Karno di lukisan di Blitar seperti hidup sehingga beberapa orang yang mempercayai ilmu klenik sangat mengkultuskan lukisan tersebut dan menganggapnya keramat.

Selain lukisan Pak Nashirun dipajang juga lukisan karya Don Sardono W. Kusumo yang berupa lukisan abstrak bertema macam  moda transportasi.  Lukisan karya Galam Goerelas juga dipajang nantinya. Ketika beroperasi nanti mobil Pak Nashirun yang telah dihiasi lukisan (painting car) telah disewa Angkasa Pura II untuk dijadikan mobil icon pas launching selama beberapa bulan.

Acara Sabtu itu merupakan acara temu Dirut Angkasa Pura II bersama para Blogger dan Vlogger sekaligus buka bersama. Bertajuk Bangga Menjadikan Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta sebagai Gerbang Pariwisata Indonesia. Hadir pula Cut Meme artis yang juga sering memanfaatkan pesawat terbang sebagai moda transportasi untuk berkumpul dengan suaminya yang merupakan warga negara Canada.

Menurut Cut Meme,Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta mirip dengan bandara

Pada prinsipnya bandara ini telah selesai 90%, hanya saja ijin operasional dari Dinas Perhubungan belum diberikan. Beberapa proses penyempurnaan bangunan mesti harus dilakukan oleh Pihak Angkasa Pura II.

Awalnya, Semarang, Solo, Yogyakarta, balikpapan, Padang. Seblm 17 agustus 2016 setelah dpt ijin operasional  dr dinas perhubungan akan dipindahkan seluruh penerbangan domestik, bln sept/oktober akan dipindah internasional garuda, akan pindah semua internasional pada bulan maret 2013.

 

danau Toba Silangit

Bangga dengan Kemegahan Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta Cengkareng

Jum’at  24 Juni 2016 saya sempat mengikuti tour bandara bersama team sahabat Liputan 6 SCTV, untuk melihat kemegahan Bandara Soekarno Hatta tepatnya di Terminal 3 yang masih sedang dalam proses penyelesaian renovasi bangunannya.

IMG-20160628-WA0027

Pukul 13.00 WIB, rombongan kami sampai di terminal 3 Bandara Soekarno Hatta. Tentulah karena belum dipakai untuk operasional, kondisi bandara terlihat lenggang tidak seperti terminal 1 dan 2 yang sedang beroperasi. Namun beberapa petugas kebersihan sudah menjalankan tugasnya, diantara tukang bangunan yang masih melaksanakan tugas menyelesaikan bangunan supaya bisa selesai tepat waktu.

IMG-20160628-WA0016

Rencananya lebaran 2016, terminal 3 ini sudah mulai dioperasikan untuk sementara untuk 5 jalur domestic dengan penerbangan lewat  maskapai Garuda Indonesia, yaitu Yogyakarta,Padang, Solo, Semarang dan Surabaya.

Saya begitu antusias dengan tour bandara ini, karena seumur hidup saya belum pernah merasakan naik pesawat, kecuali yang sudah ada di museum. Xixixi…! Jadi jikapun saya ke bandara, itu pasti ada keperluan mengantar, menemui ataupun sekedar menjemput  saudara ataupun kolega. Paling saya ke bandara hanya di ruang tunggu dan mengantar hingga pintu check in.

Jujur Bo…penasaran dengan kondisi dalamnya apalagi yang di area garbarata yang pernah saya lihat di film saja dan biasanya pengantar tidak boleh sampai sana mengantarnya. Dalam tour bandara ini, kami bebas berkeliling mengamati kemegahan bangunan yang ada.

Meskipun ornament bangunannya banyak didominasi logam(stainless stell, aluminium, dll), kaca dan porselen dengan minimalis ornament kayu. Ternyata bangunan di terminal 3 bandara Soekarno hatta banyak mengadopsi ornament dari budaya Indonesia. Jadi sebuah pesan singkat dari kemegahan Bandara Soekarno Hatta ini menggambarkan betapa luar biasa kekayaan budaya Indonesia.

Sebuah pesan dunia seperti yang disampaikan Miss Jinjing traveler yang sempat mengisi sharing session mewakili traveler mengatakan bahwa sebuah bandara haruslah secara optimal menunjukkan kekayaan bangsa, karena di sanalah para tamu dari luar negeri datang. Kadang mereka hanya singgah saja, jadi dalam persinggahan yang singkat itu jangan sampai pengunjung menemukan image yang buruk atas sebuah bangsa gara-gara pengalaman buruk terhadap bandara.

Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta ini rencananya untuk pelayanan penerbangan internasional dan domestic. Diharapkan dengan bangunan yang  baru ini, bisa menampung 25.000.000 Penumpang/Tahun. Di waktu-waktu sibuk rata-rata bisa menampung 2500 penumpang domestic dan 2500 penumpang internasioanl. Total ada 28 gate, 10 gate digunakan untuk mengurus penerbangan internasioanl dan 18 gate digunakan untuk gate domestic. Jumlah garbarata yang tersedia 44 unit.

Bangunan terminal  3 adalah bangunan bandara terluas di dunia. Luas total bangunan 422.804,40 m  persegi. Sedang kan bangunan terminal 331.101,60 meter persegi, gedung parkirannya seluas 85.578,00 m persegi. Gedung VVIP seluas 6.124,80 meter persegi. Untuk operasional bandara seluas 285.177 meter sebanyak 2 tingkat dan untuk area walkthrough shop system yang merupakan area komersial seluas 45.924 meter persegi.

Beberapa teknologi  hebat di terminal 3 Bandara Soekarno Hatta yaitu:

  1. BHS Level 5 yang bisa mendeteksi bahan peledak atau bom. Apabila suatu barang terdeteksi bom, maka akan langsung dimasukkan ke bom blanket untuk kemudian ditindaklanjuti oleh pihak berwenang
  2. ASS atau airport security sstem yang berfungsi layaknya intelijen. Dengan teknologi ini CCTV dapat mendeteksi wajah penumpang pesawat atau pengunjung bandara yang masuk ke dalam daftar pihak berwajib
  3. Full IBMS atau Intelegence Building Management System. teknologi ini mengatur terminal 3 menadi sebuah bangunan yang mengusung konsep eco-green. Seperti misalnya mengatur pengeluaran air, listrik, dan sebagainya.
  4. Rain Water System merupakan teknologi untuk menampung air hujan sehingga bisa digunakan untuk air bersih.
  5. Recycle water system adalah teknologi yang mampu mengolah air toilet untuk kembali lagi menjadi air toilet sehingga dapat menghemat penggunaan air.
  6. Sistem penerangan menggunakan teknologi yang dapat mengatur terang dan redup secara otomatis sesuai dengan kondisi cuaca.

KISAH HEBAT NABI MUHAMMAD SAW. ; MAKANAN PENUH BERKAH

Jabir bin Abdullah adalah seorang sahabat Rasulullah saw. Ayahnya yang bernama Abdullah adalah salah seorang yang syahid di Perang Uhud. Jabir dikenal banyak meriwayatkan hadist-hadist Nabi Muhammad saw. Sungguh sebuah peristiwa menakjubkan yang merupakan mu’jizat Nabi Muhammad saw. yang hebat mampu membantu Jabir dengan sebuah keajaiban.

Peristiwa ini terjadi saat Perang Khandaq. Kaum muslimin sedang melakukan penggalian parit (khandaq) di sekeliling kota Madinah, sebagai benteng pertahanan atas rencana serangan besar-besaran yang akan dilakukan oleh orang-orang kafir Quraisy Makkah dan sekutunya. Penggalian parit tersebut berlangsung selama hampir satu bulan. Tidak jarang para sahabat pekerja penggalian parit ini dilanda kelaparan karena keterbatasan makanan, termasuk juga Nabi Muhammad saw.

Suatu ketika Jabir melihat Nabi Muhammad saw. dalam keadaan sangat lapar. Memang, ia tidak melihat Nabi Muhammas saw. memakan sesuatu dalam tiga hari terakhir, kecuali hanya air putih. Bahkan beliau telah mengganjal perut beliau dengan batu untuk mengurangi efek lapar. Jabir memiliki seekor kambing kecil yang tidak terlalu gemuk, dan ia ingin mempersembahkannya untuk Rasulullah SAW, karena itu ia diam-diam pulang.

Sesampai di rumah, Jabir bertanya kepada istrinya apakah mempunyai makanan? Istrinya lantas keluar membawa secuplak gandum dan Jabir meminta istrinya untuk mengolahnya menjadi makanan. Sementara istrinya menumbuk gandum, Jabir menyembelih, memotong-motong dan memasak kambing tersebut dalam sebuah kuali.

Saat masakan kambing hampir matang Jabir meminta ijin pada istrinya untuk mengundang Rasulullah datang makan ke rumahnya. Karena sedikitnya makanan yang ada, sebelum berangkat istrinya berpesan supaya sedikit orang saja yang ikut diundang bersama Nabi Muhammad saw. istrinya berpesan “Janganlah engkau mempermalukan aku kepada Rasulullah dan orang-orang yang bersamanya”.

Sesampai di arena Perang Khandaq, Jabir berbisik ke telinga Nabi Muhammad saw. “Ya Rasulullah, kami telah menyembelih anak kambing kami dan istriku tengah menumbuk gandum. Karena itu aku menjemput baginda  dan beberapa orang saja”

Begitu menerima undangan Jabir, tanpa disangka nabi Muhammad saw. berseru mengumumkan undangan itu “Hai pasukan Khandak! Jabir telah membuat makanan buat kamu. Maka kamu sekalian dipersilakan datang ke rumahnya. Pergilah kalian semua ke rumah Jabir.”

Jabir pun terkejut dan menggumam, “Innalillahi wa innaa ilaihi rooji’un.” Betapa kagetnya Jabir, namun Nabi Muhammad saw. bersabda kepada Jabir, “Jangan kamu turunkan kualimu dan jangan buat roti adonan gandummu sebelum aku datang.”

Bergegas segera pulanglah Jabir yang kemudian diikuti Nabi Muhammad saw. Sedangkan para pasukan perang Khandak  penggali parit yang jumlahnya hampir seribu orang menyusul kemudian. Sesampai rumah, segeralah Jabir menemui sang istri dan menyampaikan bahwa pesanannya telah disampaikan kepada Nabi Muhammad saw. Sedangkan pesanan Nabi Muhammad saw. juga segera disampaikan Jabir pada istrinya.

Setelah masak, roti dan daging dihidangkan dan Nabi Muhammad saw. membaca Basmalah kemudian mulai menyantap. Setelah selesai, beliau menyuruh satu rombongan masuk untuk makan tanpa boleh berebutan. Setelah mereka ini kenyang dan keluar rumah Jabir, satu rombongan lagi diperintahkan masuk. Begitu seterusnya berulang-ulang hingga semua sahabat pekerja khandaq jadi kenyang.

Ketika semua sudah makan, roti dan kambing yang sudah dimasak tadi tetap terlihat utuh, hingga Jabir dan istrinya bisa ikut makan. Sungguh keberkahan karena doa Muhammad saw. dan keikhlasan Jabir bin Abdullah membuat kita banyak belajar.

Sungguh suatu peristiwa menakjubkan terjadi. Mu’jizat Nabi Muhammad saw. ikut “campur tangan” sehingga niat baik Jabir yang sebenarnya kecil dan sederhana saja, menjadi berdampak besar dan bermanfaat bagi banyak orang. Makanan yang hanya sedikit tapi menjadi makanan penuh berkah.

“Beramal dalam kekurangan bukan sesuatu yang mustahil untuk dilakukan. Yakinlah jika kita ikhlas maka Allah swt. pun akan memberi kita limpahan rizki dari arah yang tidak kita sangka“
(Sumber : Sahih Bukhari Muslim dalam kitab minuman

banner lomba blog astri damayanti
Buku Kisah Hebat Nabi Muhammad bisa dibeli di MatahariMall.com

RESEP ABON IKAN MAS

BAHAN-BAHAN :

Ikan berdaging tebal1 kg (bisa ikan tuna, teri, tongkol, lele, mas dll)

Bumbu-bumbu :

2 sendok makan minyak goreng

2 sendok makan ketumbar

2 tangkai daun sereh

5 lembar daun salam

5 lembar daun jeruk yang sudah dipisahkan dari tangkainya

3 siung kunyit

5 sendok makan irisan gula merah

10 siung bawang putih

5 siung bawang merah

2 sendok makan garam

5 sendok makan air asam jawa

10 butir kemiri

 

Jika ingin membuat rasa abon yang manis, berilah 10 sendok makan tambahan irisan gula merah. Jika ingin rasa abon pedas, berilah tambahan 5sendok makan ulekan cabe rawit+cabe merah.

 

CARA MEMBUAT :

  1. Rebus ikan dengan sedikit air, jika ikan sudah matang tiriskan.
  2. Pisahkan fillet ikan dari duri dan kulitnya. Lalu haluskan filllet ikan dengan sendok makan hingga halus. Hindari memakai blender untuk menghaluskan.
  3. Haluskan bumbu-bumbu kecuali daun salam, daun sereh dan daun jeruk.
  4. Tuang minyak dan sangrai bumbu yang sudah dihaluskan hingga harum.
  5. Masukkan daun salam, daun jeruk, sereh dan lengkuas yang sudah digeprek.
  6. Terakhir masukkan air asam dan fillet ikan yang sudah dihaluskan.
  7. Sangrai terus menerus hingga kering dan menjadi abon.

Hasil jadi +/_ = 200 gram

Waktu memasak  : +/- 2 jam

Saya menjual abon ikan lele dengan harga Rp. 15.000,-/100 gram. PM: 085645008668

Buku Flanel Balita

buku flanel 4buku flanel 3

Mengenalkan buku pada balita dan diawali pada usia bayi sangat merangsang perkembangan otak dan menumbuhkan kecintaan pada buku.

Buku yang terbuat dari kain flanel ini cukup awet karena tidak gampang robek dan tahan terhadap air. Yang pasti kita tetap bisa memberikan nilai edukasi dengan gambar-gambar di buku ini ketika ananda bermain.

Sementara buku balita flanel yang ada yang ada tentang :
(1) Mengenal Angka
(2) Mengenal Buah
(3) Mengenal Binatang
(4) Mengenal Bunga
(5) Mengenal Makanan
(6) Mengenal Alat Transportasi
(7) Mengenal Benda di Alam
(8) Mengenal Benda di Rumah
(9) Mengenal Huruf Hijaiyyah (5 seri) – pesan dahulu
(10) Mengenal Huruf Latin (5 seri) – pesan dahulu

Isi 6 halaman (10 halaman dengan sampul)
Ukuran 15cm x 15 cm
Harga :Rp.50.000,-
Promo diskon 20% hingga 30 April 2011
Harga setelah diskon Rp.40.000,-

This slideshow requires JavaScript.

INGATLAH NAMAKU SELALU DALAM DO’AMU….

Jadikanlah dirimu bukan hanya terkenal di kalangan penduduk bumi….
Tapi juga bagi penduduk langit….
.

Sempat kaget ketika beberapa orang menambah id-ku pada YM-nya! Dan kebanyakan kaum ikhwan, setelah aku muncul di milis dengan id-baru beberapa bulan terakhir, id yang justru asli namaku bukan nama samaran. Melihat id-ku mereka mengira aku makhluk yang sama dengan mereka yaitu ”ber-merk” laki-laki dan mungkin mereka mengira sangat tak mungkin aku adalah seorang akhwat. Sapaan ’Akhi’, ’Mas’ dan ’Pak’ acap kali kubaca dalam chat kami.
Sedikit pikiran usil sempat menyelinap di hati… Biar saja deh… biar saja mereka mengenalku sebagai laki-laki, ini sebuah kesempatan….yah kesempatan untuk riset kalau mungkin tak boleh dianggap sebagai tindakan mengusili orang lain….kebetulan aku sedang menyelesaikan sebuah novel dengan tokoh utama seorang laki-laki….dan aku beranggapan sebelum novelku finishing, proses risetku tak boleh dan tak pernah berhenti….he…he….
I’m really sorry…I think it may be a really good chance to learn something different…..
Sampai akhirnya sebuah sms dari seorang teman yang sempat ku-curhati mengingatkan supaya aku segera menunjukkan identitasku meski awalnya sempat mendukung ide usilku.”Tapi setelah kupikir-pikir segeralah tunjukkan identitas jangan berpura-pura jadi laki-laki…Ntar kamu nanti malah dicap macem-macem, kan kasihan kamu…”
Sebenarnya ini bukan kasus pertama kalinya berkenaan dengan namaku, banyak kasusku dimasa kecil hingga perjalananku menuju dewasa berkenaan dengan hal ini. Mau tahu…simak ya….Tak kenal maka tak sayang, tak kenal maka ta’aruf dong…! He…he…!
Aku dilahirkan sebagai anak bungsu dari tiga bersaudara, tapi lambat laun baru aku tahu ternyata saudaraku tiga orang tapi yang satu kakakku yang no-3 telah meninggal sejak bayi, tepatnya dia hanya sempat menghirup udara di dunia ini hanya beberapa jam saja. Kedua orangtuaku sangat merasa kehilangan, sampai akhirnya ketika aku lahir aku disambut dengan suka cita, nama yang indah menurut mereka dihadiahkannya untukku. Bayi mungil yang cantik kata almarhumah ibundaku waktu bercerita padaku dimasa kecilku perihal diriku. Hingga rangkaian nama yang indah berdasarkan falsafah jawa terangkai dan menjadi pengingat. Gesang Sari Mawarni itulah namaku, mau tahu artinya? Gesang artinya hidup dan Sari adalah bunga, sedangkan Mawarni adalah mawar yang berwarna-warni. Nama Gesang dianugerahkan karena kedua orang tuaku bersyukur atas diijinkannya oleh Allah untuk merawatku tidak seperti kakakku sebelumnya, apalagi aku memiliki riwayat kelahiran yang sulit, telat dari jadwal lahir dan hampir dioperasi Caesar karena sulit lahir begitu menunjukkan tanda-tanda kelahiran. Nama Sari karena waktu bayi aku begitu molek, lucu dan menggemaskan, aku sempat melihat di fotoku waktu bayi memang begitu, sedangkan nama Mawarni berawal dari kesukaan ibundaku terhadap bunga mawar, dulu waktu beliau masih hidup beraneka warna dan jenis mawar sempat terkoleksi di rumah kami.
Jadi nama Gesang bukan karena bapakku ngefans berat dengan Pak Gesang pencipta lagu Bengawan Solo….yang sangat terkenal di seluruh pelosok dunia…bahkan seorang teman di YM sempat bertanya”Mengapa pakai id gesang? Bukannya gesang sudah udzur(tua)?”
Aku awalnya sempat bingung mendengar pertanyaannya, baru akhirnya aku ’ngeh’, dia pasti mengira ini hanya id buatan, pasti dia tak mengira ini adalah nama asliku.
Seorang teman di YM juga berkata jujur dia tertarik dengan id-ku yang aneh menurutnya, “nama id yang bagus, gesang lalu ditambahi sari” katanya padahal dia bukan orang Jawa dan aku yakin dia tak banyak tahu tentang falsafah bahasa jawa.
Tapi tahukah kalian….apakah aku bangga dengan namaku…..
Kekecewaan sempat menjalari hatiku ketika aku mulai mempelajari Islam lebih lanjut, bukankah nama adalah do’a… Mengapa namaku bukan nama yang Islami? Sempat tergetir rasa iri di hati ketika seorang teman memperkenalkan diri namaku Khasanah. Balqis, Hanifah, Salwa, Salma, Inayah, Kusnul, Khotim, Nurul, Sumayyah, Aisyah, Salsabila, Nabila, Asma’, Nur, Nisa’ dan berjajar nama Islami lainnya yang sangat indah penuh do’a. Ketika aku memperkenalkan diri bukan kebanggaan kadang aku harus sedikit menahan gejolak di dada. Pasti begitu aku selesai memperkenalkan diri akan muncul koor yang berbunyi ”geeeeeer….ha….ha…”.atau minimal senyum simpul misalkan itu di sebuah forum yang formal.
Lambat laun aku berhasil menghibur diri bahwa namaku nama yang indah, untung bapakku tidak menganugerahi aku nama “jemblem” yaitu sejenis makanan yang terbuat dari ketela pohon yang diparut lalu diberi gula merah di dalamnya lantas di goreng. Pasalnya Mbok Jemblem adalah nama salah satu pedagang sayur tetangga nenekku.
Atau bukan pula ”Cikrak” yaitu tempat yang kita gunakan untuk mengangkut sampah setelah kita sapu. Dan Lek Cikrak adalah pedagang nasi pecel dekat rumahku, atau bukan pula ”Tomblok” yaitu tempat mengurung ayam yang suka berkeliaran. Pasalnya Mbokde Tomblok adalah nama tetangga nenekku seorang pedagang gerabah. Nama yang simpel dan sederhana yang dipakai oleh orang-orang sepuh jaman dahulu yang kadang hanya berupa nama yang diambil dari nama benda ternyata tidak diambil oleh bapakku. Beliau ternyata cukup bijak dan filosofis merangkai namaku.
Salah satu hal yang membuat aku tidak teranugerahi nama yang Islami adalah karena orang tuaku dulunya adalah penganut budaya Jawa yang kental. Salah seorang Ustadz yang membimbing keislamanku di masa kecil pernah berwasiat supaya aku memperkenalkan namaku dengan Sari saja, apalagi jika aku telah dewasa, namun karena nama Sari begitu pasaran-teman-temanku senantisa membubuhkan nama Gesang di depannya. Bahkan misalkan aku lama tak kontak temanku, lalu aku yang memulai telpon dan memperkenalkan nama Sari mereka perlu waktu untuk berfikir, tapi begitu aku memperkenalkan diri sebagai Gesang Sari mereka langsung merespon.
Aku suka menambah teman sejak kecil lewat korespondensi, temanku tersebar di beberapa daerah bahkan aku juga sangat senang berkorespondensi dengan teman-teman di luar negeri. Ada sebuah kisah unik tentang ini, masa-masa SMP kelas 3 aku mempunyai sahabat pena sebut saja namanya Putri, aku sedikit kecewa karena dia sudah tak pernah lagi membalas suratku. Nama dan alamatnya sudah aku hilangkan dari list orang yang akan kukirimi surat. Beberapa tahun berikutnya ketika aku tengah kuliah akhirnya tanpa sengaja dan kukira justru kami bisa bertemu muka, saat dia telah menikah dengan salah satu kakak dari temanku. Baru aku tahu pacarnya ternyata kakak temanku yang saat itu telah menjadi suaminya begitu cemburu dengan namaku yang terkesan laki-laki, dulu kabarnya seringkali dia menitipkan surat-surat untuk sahabat penanya untuk diposkan lewat pacarnya ini, kebetulan si Putri sangat hobi berkorespondensi juga sepertiku, dia menuliskan di amplop surat ’teruntuk Gesang S.M’, yang oleh pacarnya surat untukku tak pernah disampaikan karena cemburu. Bahkan pengakuan pacarnya yang saat bertemu muka denganku telah menjadi suaminya bahwa ada 3 pucuk surat untukku telah dibuang di tong sampah karena saking cemburunya.
Waktu masih mahasiswa di Unibraw Malang aku sempat aktif di beberapa organisasi, dan seperti biasa pihak kaderisasi di organisasi selalu ingin memunculkan nama baru, waktu itu tiba-tiba aku ditunjuk untuk menjadi ketua sebuah acara karena beranggapan aku laki-laki, para senior di organisasi bahkan tidak meminta kesanggupanku awalnya pada waktu penunjukkan, hal ini di karenakan mereka mengira aku laki-laki. Meski emansipasi telah digulirkan saat itu masih banyak obsesi bahwa kepemimpinan sebaiknya di tangan laki-laki
Pernah pula suatu kali aku harus mengantri di sebuah bank untuk sebuah keperluan, kebetulan di masa itu model mengantri dan pelayanan di bank belum memakai sistem nomor dan pangilan komputerisasi, seperti saat ini, aku pernah mengalami kasus tentang nama pula. Kebetulan bank sangat ramai siang itu, aku amat jenuh karena urutan antrianku di belakang, akhirnya setelah kuantrikan buku tabunganku, aku pulang dan balik kembali ke bank sesuai dengan prediksi waktu antrianku dipanggil. Begitu balik di bank aku menunggu di luar beberapa lama, aku belum juga dipanggil, beberapa saat sebelumnya sempat ada panggilan untuk ”Pak Gesang”, dalam hati aku berfikir begitu mendengarnya ternyata nama gesang pasaran juga ya…?  Namun sampai antrian hampir habis namaku belum dipanggil, bahkan orang yang antri dibelakangku urusannya juga telah selesai dan aku mulai curiga dan beranjak mendekati teller bank yang bertugas memanggil nasabah. Apa coba katanya…”Lho tadi sudah dipanggil kan…?”
”Belum mbak” jawabku
Akhirnya beberapa saat teller itu tersenyum, ”Oh..Gesang itu perempuan ya.?  ”
Sebenarnya salah satu hambatanku dalam mempublikasikan karya dalam bentuk buku adalah karena aku tidak percaya diri terhadap namaku. Bayangkan teman-temanku yang aktif di FLP Malang di tahun 2000, tahun disaat aku mulai bergabung dengan FLP, rata-rata telah menghasilkan minimal 1 buku, bahkan ada yang sudah 4. sedang aku hanya berkutat di media lokal, atau minimal tulisanku hanya muncul di buletin yang aku kelola. Bahkan mbak Sinta Yudisia penulis buku-buku best seller yang kukenal kabarnya baru mulai aktif mempublikasikan karyanya di era 2000 dan kini telah menghasilkan 40 buku. Bayangkan betapa tertinggalnya diriku. Meskipun semasa kuliah aku cukup aktif menulis karya tulis ilmiah tapi itu bukan tulisan yang populer.
Setelah sedemikian lama aku berkutat dengan diriku sendiri dan sejak aku pulang kampung, rasanya mimpi untuk menjadi penulis ikut tenggelam. Meskipun di salah satu dinding kamarku ada sebuah kalimat yang menohokku yang sengaja kutempel sejak aku pulang kampung untuk penyemangati, ”Hai….kamu kok ketinggalan kereta sih….! Get-Up!” kalimat ini kudapat ketika aku merasa gagal dan tertinggal dari beberapa temanku yang telah menerbitkan buku, namun mimpi itu seakan ikut terkubur dengan rutinitasku yang jauh dari komunitas penulis. Sampai akhirnya di di tahun 2008, Allah seakan menuntunku untuk kembali dalam komunitas. Bersama beberapa teman yang concern terhadap budaya baca tulis di daerahku yang rendah, akhirnya kami mengajukan diri mendirikan cabang FLP di Blitar dan aku mendapat amanah untuk menjadi ketuanya. Ya Allah…. mau tak mau seorang pemimpin harus maju di depan. Bagaimanapun seorang pemimpin harus tampil…. tertatih aku berusaha bangkit aku mencari penguat di sana-sini, karena sungguh aku tak bisa berdiri sendiri. Beberapa calling dari beberapa teman lama di FLP yang kini karyanya telah terbit sedikit menyemangati ”Ayo kapan bukunya muncul….sekarang kan sudah punya komunitas lagi jadi harus lebih semangat…!”
”Aku percaya kamu bisa kok! Cuma tinggal tambah tancap gas…OK tak tunggu bukunya!”
Sungguh kata-kata teman-teman begitu menyemangati, tapi mereka tak tahu hambatan utamaku. Sampai akhirnya ketika aku sempat kontak dengan mbak Sinta dan aku bercerita bahwa aku sempat bimbang dengan nama pena beliau menyemangati ”Nama Sari sudah bagus kok gak perlu pakai nama pena…percaya deh sama Mbak”
Gesang adalah tanda kehidupan, banyak teman-teman salah mengartikan namaku dengan subur, atau mungkin sengaja ’memplesetkan’ karena kebetulan tubuhku tidak kurus dan jauh dari istilah ’langsing’, meskipun istilah ’gesang’ adalah lawan dari istilah ’gersang’.
Gesang sampai kapanpun kata itu dalam bahasa Jawa artinya senantiasa hidup, bahkan ketika aku telah mati nanti, semoga keindahan senantiasa bertambah pula menghiasi akhlaqnya, karena ketika aku mati yang tertinggal hanyalah nama.

Kawan…dengarkan aku….
Jika esok Aku bahagia ataupun berduka….
Tetaplah disampingku…..

Jika Esok aku bersalah….
Ingatkan dan maklumilah….
Karena aku hanyalah manusia yang penuh khilaf

Jika esok aku jatuh sakit….
Do’akanlahku…..

Dan jika esok kutelah tiada maafkan segala khilaf dan salahku….
Karena ku tak tahu kapan Tuhan akan memanggilku kembali…..

Sebelum itu terjadi….
Kuingin kamu tahu….
Bahwa aku bahagia memiliki kawan sepertimu…..
Yang selalu mengingat namaku dalam do’amu……..

Ponggok, ditengah derasnya hujan sore 1 April 2009
Thanks a lot to mbak Sinta about the beautiful advise