Mengapa harus investasi karena ada inflasi dan kecenderungannya harga-harga akan naik secara umum dan terjadi terus-menerus faktanya selama 10 tahun terakhir rata-rata inflasi di Indonesia sebesar 6,10%.
Inflasi itu kejam seperti pencuri menakutkan seperti perampok bersenjata dan mematikan seperti pembunuh bayaran kata Ronal Regen presiden Amerika Serikat ke 10 jadi harus investasi pilih investasi apa jika kamu memilih tabungan maka kenaikannya rata-rata 2,50% per tahun deposito rata-rata 7,44% per tahun, sedangkan emas rata-rata 7,66% per tahun.
Sedangkan obligasi negara rata-rata 8,51% sedangkan saham bisa sampai 17, 76% pertahun. Nah itu yang terjadi rata-rata per tahun selama 10 tahun terakhir per Maret 2016
saham merupakan bukti kepemilikan suatu perseroan atau perusahaan yang merupakan kelainan atas penghasilan dan kekayaan perseroan
jika kita berinvestasi saham ada beberapa keuntungan yang bisa kita dapatkan yaitu satu Liquid artinya dapat diperjualbelikan kapan saja Pada saat jam perdagangan berlangsung nah perdagangan saham itu biasa yang terjadi pada hari Senin hingga hari Jumat pukul 09.00 hingga 16.00 Waktu Indonesia Barat yang kedua adalah Capital Gain artinya jika kita membeli ada selisih harga jual dan harga beli sedangkan yang ketiga adalah kita berhak atas deviden atau pembagian keuntungan perusahaan
nah Apa itu yuk nabung saham adalah sebuah ajakan kepada masyarakat untuk investasi di pasar modal dengan membeli saham secara rutin dan berkala yuk nabung saham
Bagaimana cara menabung saham yang pertama buka rekening di perusahaan sekuritas yang kedua sisihkan nominal dana untuk beli saham yang ke-3 tentukan saham yang ingin dibeli yang keempat setor dana secara rutin ke rekening anda yang kelima beli saham secara rutin
perusahaan sekuritas yuk nabung saham
PT asjaya indosurya securities
PT Bahana securities
PT BCA sekuritas
PT BNI securities
PT danareksa sekuritas
PT Daewoo securities Indonesia
PT dhanawibawa arthacemerlang
PT erdikha elit sekuritas
PT first Asia capital
PT henan putihrai securities
PT Indo Premier securities
PT Jasa utama capital
PT kiwoom securities Indonesia
PT Kresna securities
PT Mandiri sekuritas
PT Maybank Kim Eng securities
PT Mega Capital Indonesia
PT Minna padi Investama
PT MNC securities
PT NH korindo
PT NISP sekuritas
PT Oso securities
PT Pacific 2000 securities
PT Panin sekuritas
PT Phillip securities Indonesia
PT phintraco securities
PT profindo International securities
PT Reliance securities
PT rhb securities Indonesia,
PT Sinarmas sekuritas
PT sucorinvest Central Gani
PT trimegah securities Tbk
PT UOB Kay Hian securities
Jika kamu ingin tahu lebih banyak hal tentang ‘Yuk Nabung Saham’ Anda bisa searching tagar #yuknabungsaham, suka kepoin Twitter https://twitter.com/idx_bei , Instagram https://www.instagram.com/indonesiastockexchange/ ataupun Facebook https://www.facebook.com/Bursa-Efek-Indonesia-129593977087250/ , website http://yuknabungsaham.idx.co.id/
Yuk nabung saham tunggu apa lagi, yuk jadi investor saham…
Sudah sejak berabad-abad lalu sarang burung walet di China dianggap sebagai makanan yang lezat dan banyak memiliki khasiat bagi kesehatan, terutama untuk mencegah penuaan, mengobati berbagai penyakit, dan sebagai afrodisiak / pendongkrak gairah. Menurut konsep makanan China, hal ini disebut sebagai “Ying” atau makanan dingin. Dan konon juga ceritanya, sup sarang burung walet pada awalnya adalah hidangan dikalangan keluarga dinasti, sehingga merupakan makanan yang sangat istimewa dan harganya sangat mahal. Semangkuk sup hangat sarang burung walet bisa mencapai harga lima ratus ribu rupiah perporsi.
Sarang burung walet dibuat dari air liur burung walet itu sendiri, dan pada alam liar biasanya dibuat di suatu tempat yang lembab dan gelap seperti goa-goa di tebing-tebing yang sulit dijangkau oleh manusia. Karena demikian, harga sarang burung yang diyakini berkhasiat tinggi ini dijual dengan harga yang sangat tinggi.
Namun karena sekarang sudah banyak dikembangkan di perumahan, harga sarang burung walet kini sudah turun jauh, berkisar antara 2 juta – 5 juta rupiah perkilogram tergantung kualitas. Untuk jenis sarang burung walet merah harganya masih sangat mahal sekitar, yaitu sekitar 100 jutaan rupiah pada tahun 2010, hal ini karena lebih langka dan lebih tinggi kualitasnya.
Berikut khasiat dan manfaat sarang burung walet untuk menjaga kesehatan dan pengobatan. Kandungan nutrisi Sarang burung yang terbuat dari bahan organik dari air liur walet ini sebagian besar terdiri dari protein larut dalam air, dimana merupakan jenis yang mudah diserap oleh tubuh manusia.
Total kadar protein sekitar 65%, sementara sisanya adalah air 10%, lemak 23,3%, dan karbohidrat 0,8%. Hal ini juga mengandung mineral, dan yang terbanyak adalah kalsium dan zat besi. Total kandungan asam amino dalam sarang burung walet adalah sekitar 6 persen, yang terdiri dari amida, humin, arginin, sistin, histidin, danlisin. Kemungkinan asam amino ini berasal dari kandungan makanan tertentu yang dimakan oleh burung walet.
Izzy Nezs adalah Perusahaan asal Malaysia yang memproduksi brand vitamin “ Lunia “ yang meramu sarang burung walet untuk bisa dikonsumsi dengan mudah dalam bentuk sachet yang praktis, dengan harga yang terjangkau bagi banyak kalangan tua dan muda guna memberikan kontribusi nutrisi tinggi yang diperlukan oleh tubuh kita. Dengan rasa yang segar Brand Lunia Bird Nest essential bisa dibeli di Indonesia dengan mudah.
Izzy Nezs juga membuka peluang bagi yang mau bekerja sama menjadi bagian dari re-seller brand Lunia ini.
Pada kesempatan tersebut, Head of Marketing LUNIA Nazim Othman mengatakan produk vitamin halal ini adalah inovasi pertama yang dibuat di Malaysia.
Sedangkan lewat event International Islamic Fair 2016, di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat. Ini juga menjadi langkah pertama timnya dalam memasarkan produk LUNIA di Indonesia.
“Produk kami ini adalah inovasi baru yang menghadirkan esensi sarang burung walet yang sangat bermanfaat. Selain itu juga kami kemas dengan tampilan yang menarik dan simpel agar mudah dibawa kemana saja dan dikonsumsi kapan saja, “ jelas Nazim di hari Sabtu tanggal 22 November 2016.
Selain itu, tambah Nazim, vitamin yang diproduksi oleh Izzynezs ini juga sudah mendapatkan sertifikat halal dari KKK Malaysia Helathh Cericate, HALAL JAKIM dan Certificate of Analysis (COA) Malaysia. Hal ini menjadikan produk LUNIA makin dicari sebagai pilihan alternatif vitamin herbal warga negeri jiran tersebut. LUNIA Bird Nest Essential yang dijual dalam kemasan sachet ini juga tersedia secara online di website; www.luniabirdnest.com.
Saat display di stand IIF 2016 itulah saya menemukan sarang burung walet yang mirip sekali bentuknya dengan sarang burung sriti yang dikembangbiakkan ayah saya di kampung halaman. Hingga akhirnya saya melakukan wawancara tentang produk ini.
“Lewat event IIF 2016 ini, kami sedang mencari distributor untuk bisa dipasarkan di Indonesia. Karena vitamin ini sangat bagus untuk masyarakat Indonesia yang banyak kegiatan, agar tetap sehat, “ tambahnya.
*Buah jambu biji merah yang telah di jus dan disaring bijinya
*madu murni
* aneka buah segar yang telah dipotong-potong seperti strawberry, mangga, melon/blewah, anggur hitam
Cara membuat :
Campur madu dan jus buah jambu. Bekukan di freezer. Jika ingin menghidangkan. Campurkan pure beku buah jambu biji merah + madu dengan buah yang dipotong-potong, tanpa menambah air lagi.
Beberapa hari lalu, tepatnya tanggal 1 Desember 2016 saya berkesempatan mengikuti “Workshop Membuat Doodle Di Atas Kertas Daluang bersama Kriya Indonesia dan Kartini Blue Bird”.
Kegiatan workshop dodle di atas daluang merupakan salah satu rangkaian acara yang digelar di Museum Tekstil yang mengambil tema Beaten Bark Exibhition yang berlangsung pada tanggal 1 hingga 11 Desember 2016.
Kali ini kegiatan workshop melukis doodle di atas kertas daluang berlangsung atas kerjasama Museum Tekstil, Kartini Blue Bird dan Kriya Indonesia. Acara ini sekaligus merupakan penutupan pameran Daluang, Fuya dan Tapa (Beaten Bark Exibition).
Sambutan Mbak Nova tentang Kartini Blue Bird
Kartini Bluebird adalah CSR dari perusahaan PT Blue Bird Indonesia kegiatannya berupa pelatihan berbagai keterampilan untuk para istri dan pegawai PT. Blue Bird Indonesia.
Kali ini, kami crafter blogger bersama beberapa Kartini BlueBird belajar melukis di atas kertas kain daluang bersama mba Tanti Amelia. Seorang illustrator yang memiliki bakat terpendam dalam ketrampilan doodle. Sepanjang saya mengenal beliau, seringkali saya dibuat terpukau dengan gambar yang dibuat Mba Tanti, coretan yang dibuatnya dalam berbagai media baik, kertas, kanvas maupun kain bisa terlihat hidup dan bernyawa.
Mbak Tanti Amelia membuat arahan tentang doodle
Selain menjadi blogger juga, kini Mbak Tanti digandeng beberapa brand untuk bekerjasama dalam event-event yang tak jauh dari dunia menggambar. Karena hobi yang kini telah berubah menjadi profesi beliau, Mba Tanti Amelia sempat diundang ke Malaysia untuk sebuah kegiatan yang tak jauh dari dunia hobinya yaitu gambar menggambar. Asyiknya acara ini cukup bergengsi untuk level Internasional.
Fuya, Daluang dan Tapa Fuya itu adalah kertas/kain yang terbuat dari kulit kayu Sae, Malo atau beringin. Kain ini belum banyak dikenal orang, namun di Sulawesi Tengah, seperti di Lembah Bada Kabupaten Poso, masyarakat masih mempertahankannya kehidupan kain kulit kayu ini. Hihihi… ngomongin tentang Sulawesi, saya jadi teringat mertua saya yang berasal dari sana.
Sejarah awal adanya kain kulit kayu di Indonesia dimulai sejak kedatangan bangsa Austronesia yang melakukan perjalanannya lewat dua jalur, yaitu darat dan laut. Jalur darat melawati Vietnam sedangkan jalur laut melewati Filipina. Kemungkinan terbesar, orang-orang Austronesia jalur laut inilah yang mendarat di Sulawesi.
Mereka membawa peralatan pembuatan kain kulit kayu dalam perbekalannya. Sebab itu batu ike yang dipakai di Sulawesi ada persamaan dengan batu ike yang digunakan di Taiwan. Setelah itu melanjutkan perjalanan ke Mexico dengan bukti persamaan bahasa dengan penyebutan nama batu ike.
Di Jawa nama Fuya kurang dikenal, disini lebih dikenal dengan nama Daluwang. Hanya saja penggunaan kain kulit kayu sebagai baju di Jawa masih sedikit sekali. Kebanyakan digunakan sebagai media tulisan atau druwang (kertas). Naskah kuno di Pulau Jawa banyak ditulis diatas daluwang.
Tapa merupakan sebutan kain kulit kayu di seluruh dunia. Terutama di Pasifik seperti Hawaii juga Mexico. Untuk pertama kalinya istilah Tapa diperkenalkan oleh pelaut Marcopolo.
Keberadaan kain kulit kayu ini sudah ada beribu-ribu tahun yang lalu, sejak zaman Neolitikum. Dibuktikan dengan adanya bukti sejarah berupa pakaian, naskah kuno dan kehidupan yang turun menurun sebagai fosil hidup yang diakui sebagai warisan budaya. Alhamdulillah kini sudah dicatat oleh Pemerintah RI melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ke dalam daftar warisan non benda Indonesia.
Semoga keberadaan Daluang, Daluwang, Dluwang atau Druwang ini bisa hidup dan bertahan di Indonesia. Karena ini merupakan benda bersejarah yang di miliki Indonesia.
Karena sekarang belum banyak yang tahu, tsebagai blogger saya berkewajiban ikut mengkampanyekan informasi ke semua orang agar Daluang ini bisa dikenal dan berkembang di Indonesia. Menjaga kekayaan Indonesia agar tidak dirampas oleh negara lain menjadi tanggung jawab kita sebagai bangsa dan warga Indonesia.
Pada kesempatan itu hadir pula Wakil Deputi Bidang Kebudayaan, Bapak Usmayadi Rameli, Peneliti Kain/Kertas Kulit Kayu Prof. Isamu Sakamoto, Kepala Museum Tekstil Esti Utami, dan Representatif Blue Bird, Ibu Nova.
Sebelum workshop dimulai, Kepala Museum Tekstil, Ibu Esti Utami menyampaikan laporan kegiatan yang dilangsungkan. “Pameran Fuya, Daluang dan Tapa ini bertujuan untuk mengangkat kain kulit kayu hingga ke kancah dunia sebagai salah satu kekayaan bangsa Indnesia yang harus dilestarikan,” ucapnya.
Workshop melukis di atas kertas Daluang ini dibuka oleh Asisten Deputi Bidang Kebudayaan, Bapak Usmayadi yang sekaligus menutup pameran Beaten Bark. Beliau mengatakan, bahwa “Kain kulit kayu perlu dijaga dan dipelihara agar tidak punah”.
Sementara itu, Ibu Nova selaku representatif Blue Bird menyampaikan bahwa, “Peran wanita (Kartini-Kartini Blue Bird) sangat diharapkan agar nantinya akan tetap harus menjaga tradisi kulit kayu ini agar tetap lestari hingga anak-cucu”
Sebagai simbolisasinya dilaksanakan penyerahan kenang-kenangan lukisan karya Mbak Tanti Amelia di atas kertas daluang kepada Asisten Deputi Bidang Kebudayaan DKI Jakarta Bapak Usmayadi Rameli oleh mbak Tanti Amelia.
Saya bersama Profesor Isamu Sakomoto
Profesor Isamu Sakamoto, Ahli Kertas dari Jepang tak lupa juga mendapat kenang-kenangan serupa yang diserahkan oleh Mbak Nova dari perwakilan Kartini Blue Bird. Profesor Isamu Sakamoto merupakan peneliti tentang kain kulit kayu dari Jepang, beliau di Indonesia sejak beberapa bulan lalu tengah melakukan penelitian bersama Museum Tekstil dan Kriya Indonesia ke Lembah Bada Sulawesi Tengah.
Sedangkan kenang-kenangan untuk Kepala Museum Tekstil Ibu Esti Utami diserahkan oleh Astri Damayanti yang merupakan Founder Kriya Indonesia
Doodle di Atas Daluang
Pengalaman saya tentang dodle yaitu ternyata menggambar dan mewarnai itu menyenangkan. Entah tiba-tiba saya jadi bisa mengingat-ingat masa kecil saya yang tak jauh dari aktifitas menggambar. Wah menggambar ternyata bisa mengurangi stress dan menyegarkan pikiran.
Untuk selanjutnya, acara lukis melukis ini dimulai. Peserta diberikan seperangkat alat melukis berupa pensil, penghapus, kertas gambar, kuas, cat acrylic, gelas plastik berisi air, dan kertas Daluang. Menyakinkan diri sebelum menorehkan kuas di atas daluang, untuk mengetes gambar di kertas gambar yang diberikan.
Saya awalnya mencoba menggambar daun-daun berguguran di atas kertas gambar. Namun, akhirnya saya menggambar payung dan hujan sebagai obyek utama sebelum akhirnya daun-daun berguguran itu menemani kucuran gerimis di atas payung. Setelah yakin, selanjutnya saya pindahkan melukis di atas Daluang. Setiap tarikan garis dengan penuh kehati-hatian saya torehkan di daluang.
Untuk proses menggambar sebaiknya sudah tidak melakukan kesalahan di atas daluang. Meskipun bisa dihapus, daluang rentan sbek apalagi jika terkena air. Penggunaan cat acrylic sebagai upaya mengurangi penggunaan air dalam pewarnaan.
Hal ini karena tekstur daluang yang rapuh dan mudah robek jika terkena cairan meskipun harganya cukup mahal. 1 m persegi kertas kain Daluang di Sulawesi Tengah harganya kisaran IDR.150.000-IDR.350.000. Sedangkan di Bandung hingga IDR.500.000. Dengan proses pembuatan yang tidak sederhana, bahan yang terbats, juga waktu yang lama bahkan hingga 1 pekan dalam pembuatan selembar Daluang, harga di atas memang pantas diberikan pada Daluang kain kayu tradisinal Indonesia ini.
Dalam kesempatan ini juga dipamerkan beberapa pakaian dari kain Daluang dari berbagai daerah seperti Sulawesi, Jawa dan Sumatra.
Pakaiaan dari kain Daluang asal Sulawesi
Semoga Daluang tak hilang dan tetap dilestarikan juga dikenang. #SaveDaluang